Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Hubungan membaik


__ADS_3

Roi memarkirkan mobilnya di depan kediaman Michell. Ya...Silvi kembali ke rumah namborunya.


Roi membukakan pintu mobil untuk Silvi. Silvi tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


Rumah itu sepi, hanya ada asisten rumah tangga yang lalu lalang untuk membereskan pekerjaannya masing - masing.


" Selamat datang kembali tuan." seorang asisten rumah tangga menyapa Roi dan Silvi yang baru saja menginjakkan kakinya di teras rumah.


Roi hanya menatap asisten rumah tangga itu, kemudian berlalu meninggalkannya, itulah sisi Roi yang negatif, cuek dan dingin kepada orang lain.


" Istirahatlah di kamarmu. " Roi melepaskan gengamannya dari tangan Silvi.


Silvi mengangguk pelan. senyum samar terlihat di wajahnya.


👀👀👀


Sementara Nita masih dalam perjalanan pulang menuju tanah air. Ia sengaja meminta pulang duluan karena Michell masih ada pertemuan bisnis dengan beberapa pengusaha di Hongkong.


" Bagaimana dengan mereka."


" Sepertinya ini akan semakin rumit, Roi membawa Silvi dari rumah dengan marah, aku takut mereka kenapa-napa."


" Aku tidak akan menghubungi Roi, dia tidak tahu aku akan pulang hari ini, tapi aku akan bertanya kepada Adnan asistennya." suara Nita dari seberang.


" Cepatlah pulang, aku tidak tenang." ucap Mary dengan penuh kecemasan.


Begitulah isi percakapan Nita dan Mary. Nita selalu bertanya keadaan Roi dan Silvi kepada Mary, sejak Mary memberitahu Silvi mengujunginya dan bermaksud ingin pindah kerja ke perusahaan Morin.

__ADS_1


Nita menghela nafas panjang, pikirannya sedang kalut, tapi ia berusaha menepis pikiran-pikiran jelek tentang hubungan putranya dengan Silvi. Ia sangat mencemaskan keadaan Silvi, saat ini Silvi masih bingung dengan perasaannya, di satu pihak ia harus meninggalkan kekasihnya Edi, sedangkan keluarga menjodohkannya dengan Roi. Apa yang terjadi sekarang Roi malah menjalin hubungan dengan Ester sekretarisnya, entah itu benar atau tidak itulah maksud kepulangan Nita dari Hongkong. Nita akan menanyakan langsung kepada Roi.


Beberapa jam lagi pesawat Nita akan mendarat di Soekarno Hatta, Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putranya Roi, juga Silvi.


👀👀👀👀


MEDAN


Malam ini Togar mendatangi rumah Morin.


Sejak kepulangan Roi ke Jakarta, Togar tidak pernah berkunjung ke rumah Morin.


ting..tong...


Reyhan yang sedang menonton televisi bergegas membukakan pintu.


" Kau sendiri di rumah? " tanya Togar sambil mengedarkan pandangannya ke sekeiling rumah.


Kakinya melangkah masuk ke dalam rumah tanpa aba-aba dari Rey.


" Hmm. Papa dan mama menghadiri udangan gathering dengan rekan bisnisnya, dan..Indah belum pulang dari kampus." Rey akhirnya mengikuti langkah Togar masuk ke rumah.


Togar duduk diam, Ia tampak memikirkan sesuatu, setelah melirik jam ditangannya akhirnya ia menyerahkan undangan Weding aniversary Nita dan Michell.


" Dua hari lagi. Sampaikan kepada tuan Morin." jelasnya.


" Aku pulang, Rey ! Hati-hati di rumah." lanjut Togar kemudian sambil beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Ia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Togar membawa mobilnya pergi dari kediaman Morin. Baru saja beberapa meter ia mengendarai mobilnya, samar dilihatnya seseorang sedang duduk di trotoar jalan raya dan itu..Indah.


Togar cepat menepikan mobilnya, ia keluar dari mobilnya dan mendapatkan Indah.


" Ada apa dengan kau?"


Indah tidak menyadari kedatangan Togar.


Ia mengangkat wajahnya melihat siapa yang menyapanya.


" Mogok. Kehabisan bensin." jawab Indah cuek


" Kau sangat teledor. Tidakkah kau periksa sebelum mengendarainya ?" Togar mengumpatnya


" Tidak." jawab Indah sambil menggeleng lemah.


" Sudah malam. Hayu aku antar pulang !"


Togar mengambil tangan Indah dan membawanya ke mobilnya.


" Mobilnya ?" tanya Indah sambil mengimbangi langkah Togar


" Nanti kuurus." jawabnya singkat


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2