Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Musuh sesungguhnya


__ADS_3

Pengumuman rencana pernikahan Silvi dan Roi telah diucapkan oleh Michell dan Nita selaku orang tuanya.


Sangat disayangkan Morin dan Uli tidak dapat menghadiri acara Michel dan Roi karena ada urusan perusahaan yang tidak dapat diwakilkan, Indah dan Togar yang datang mewakili pihak keluarga Silvi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Aduuhhh kita sudah terlambat nih, kenapa kau jalan lambat sekali." Togar berjalan membawa dua koper ditangannya.


" Apa kau tidak lihat sepatu ini membuatku lambat." Indah menunjukkan sepatu yang dipakainya berhag cukup tinggi.


Togar menggelengkan kepalanya.


" Sepatu seperti itu kau pakai, buang saja, tak berguna, lihat acara Tuan Michell sudah akan dimulai, kita pasti terlambat." ucap Togar kesal.


" Kenapa dari tadi kau marah-marah terus, sudahlah! kau duluan saja, aku bisa sendiri." Indah menarik tasnya yang sedang dipegang Togar, ia kesal dari tadi Togar ngomel melulu.


Togar memandang Indah yang berjalan meninggalkannya, ia melihat Indah jalan kerepotan dengan sepatu yang dipakainya, ia tahu Indah sedang kesal dan marah.


Togar menarik tangan Indah.

__ADS_1


" Tunggu disini aku hubungi supir dulu." Togar mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi supir kantor yang akan menjemput mereka di bandara.


Tak lama supir yang diteleponpun tiba.


Laki-laki setengah baya keluar dari mobil.


" Maaf tuan, aku terlambat." laki-laki itu menundukkan kepalanya dihadapan Togar.


" Sudahlah, kita berangkat sekarang." Togar masuk ke mobil setelah memasukkan dua koper berukuran sedang ke dalam bagasi."


" Kita langsung ke hotel tuan Michel." merekapun berangkat.


" Kak...aku rindu sekali dengan tuan Roi, ia pergi begitu saja." ucap Mona sambil berjalan mengiringi langkah Arnold.


" Hentikan omong kosongmu, jangan sampai kau membuat keributan disana, kau mengerti ! Jaga sikapmu kalau kau tak ingin dapat masalah." Arnold menasehati adiknya.


Mona cemberut mendengar perkataan kakaknya, meski ia tahu kakaknya sangat menyayanginya, tapi untuk setiap rencana Arnold terbilang sangat berhati-hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Setelah mengumumkan rencana pernikahan Roi dan Silvi di hadapan semua rekan bisnis dan karyawannya, Michell mempersilahkan pasangan Roi dan Silvi tampil di depan.


Roi menggenggam tangan Silvi, Ia berjalan sambil merangkul pinggang Silvi.


Semua yang hadir terkejut ternyata Silvi adalah calon istri tuan Roi, banyak yang memuji adapula yang mencemooh, biasalah...ada yang sensi.


Adnan dan Ester yang berdiri di belang Tuan dan nyonya Michel tersenyum kecil, rencana nyonya Nita berhasil.


" Maafkan mamih, membuat kalian salah mengerti satu dengsn yang lain, kalau tidak seperti itu pasti kalian tidak mau mengakui perasaan kalian." Nita berbisik diantara Roi dan Silvi.


Roi menatap mamihnya, ia masih bingung arah pembicaraannya.


" Setelah ini mamih harus menjelaskan semuanya." jawab Roi sambil menatap Adnan dan Ester yang berdiri dibelakang mereka.Tatapan Roi membuat mereka sslah tingkah, kemudian Adnan dan Ester saling tatap dan menundukkan kepala mereka masing-masing.


Arnold dan Mona yang sudah berada ditengah-tengah party malam itu merasa tidak senang karena ternyata Roi sudah mempunyai calon istri.


Arnold terlihat geram, ia berusaha menjalin hubungan pekerjaan dengan Roi agar ia bisa mendekatkan adikknya Mona, dan berharap Roi tertarik untuk dekat dengan Mona, secara Mona memang wanita cantik dan menarik, tetapi Roi tidak menyukainya karena dandanannya menor dan tak menarik di hadapan Roi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2