Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Masalah selesai


__ADS_3

Brak...


Antonio melempar Arnold yang sudah babak belur, wajahnya penuh dengan warna merah kebiru-biruan, Antonio menghajarnya habis-habisan, sesuai pesan dari Michel, ia harus membawa orang yang merencanakan kecelakaan putranya harus hidup-hidup, makanya Antonio hanya melumpuhkan pergerakkan Arnold dengan pukulan-pukulannya.


Michel yang sudah menunggu kedatangan Antonio, geram melihat wajah orang yang sudah mencelakai putranya itu. Roi dan Togar juga ikut bersama Michel, supaya mereka juga melihat orang seperti apa yang berani mengusik keluarga mereka.


" Siapa wanita itu ?" Michel menunjuk wanita yang diangkat Antonio seperti karung beras.


" Mereka kakak adik." ucap Antonio dengan nafas ngos-ngosan, baru saja ia selesai bertarung dengan Arnold yang tidak bisa diremehkan kekuatannya, ia juga harus membawa wanita pingsan yang tentu saja menambah beratnya.


Michel mendekat kepada Arnold yang terbaring lemas, ditariknya rambut yang sudah basah oleh keringat dan darah, wajahnya mendongak, ditatapnya wajah pucat yang sedang meringis.


" Papih ! " suara Roi menghentikan tangannya yang sudah terkepal untuk meninju wajah Arnold. " Serahkan saja kepada polisi " lanjut Roi.


Togar yang berada disamping Roi pun sama geramnya, ketika Antonio menyampaikan berita bahwa pelakunya adalah Arnold dan Mona kepada Michel, ia semakin mantap ingin mengakhiri kerjasama dengan Arnold, ia adalah salah satu pemegang saham di PT Dosroha, dan ini satu jalan Togar membuang orang-orang yang tidak loyal di perusahaan yang dipimpinnya, dan sudah tentu mereka pergi dengan tangan kosong, tidak mendapatkan apa-apa.

__ADS_1


"Akhirnya kau memang harus meninggalkan PT Dosroha dengan tangan kosong. Semua perbuatan curangmu sudah ketahuan." Togar menendang tubuh Arnold dengan kakinya.


" Bagaimana dengan perempuan ini ?" Mona yang sedari tadi diam, melihat apa yang dilakukan orang-orang di hadapannya merasa takut.Beberapa saat tadi ia mulai sadar dari pingsannya.


" Jangan serahkan aku kepada polisi. Dia yang merencanakan semuanya. Lihat ! Aku juga di siksanya, aku hanya sebagai alat untuk memuluskan rencananya." Mona memohon dihadapan Togar, Roi, dan Michel.


Arnold menarik nafas berat, melihat Mona menyalahkannya membuat hatinya geram ingin menjahit mulut adiknya itu agar tidak bicara sembarangan "Dasar bodoh !" umpatnya dalam hati


" Seperti kata putraku. Serahkan mereka kepada polisi ! Biar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal." jelas Michel kepada Antonio.


" Togar. Periksa semua keuangan di PT Dosroha. Segera adakan rapat pemegang saham ! Aku akan hadir dalam meeting kali ini." ucap Roi kepada Togar setelah mereka berada di dalam mobil.


" Baik, tuan."


" Jangan panggil aku tuan. Sebentar lagi juga kita jadi ipar." kekeh Roi melihat Togar salah tingkah.

__ADS_1


" What ? Kau dan Indah sudah jadian ?" Togar tidak menyangka seorang Michel bertanya tentang hal sepele seperti ini.


" Hmm. Sudah, tuan."


Hahahaha. Suara tawa Michel semakin membuat Togar salah tingkah.


" Sudah ku duga kau tidak akan tahan pesona boru Sinaga. Sama seperti yang disampingmu itu. Dulu saja ngakunya tidak mau, sekarang tidak ketemu satu jam saja rindunya sudah di ubun-ubun." Michel tertawa lagi, melihat dua laki-laki tegas dan dingin yang nota bene putranya ditahlukkan oleh paribannya, entah dengan Togar meskipun rekam jejak keluarganya tidak jelas, Michel sudah menganggapnya sebagai anak, jadi boleh juga kalau disebut Indah paribannya.


" Biar papih saja Roi. Kau temanin Silvi saja. Sudah banyak waktu kalian terbuang gara-gara mereka." Arnold dan Mona maksud Michel.


" Silvi ikut ke Medan, pih." jawab Roi.


" Baiklah ! Jaga menantuku baik-baik. Aku tidak mau ia tersakiti seperti kemarin-kemarin."


" Aish, pih. Siapa juga yang mau kejadian itu terjadi. Kalau bukan karena ulah dua orang pengacau itu."

__ADS_1


Togar hanya diam mendengarkan ocehan ayah dan putranya. Keberadaan dirinya di keluarga Chen merupakan satu anugerah Tuhan yang terbesar.


__ADS_2