Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Nita


__ADS_3

Roi bangun dari tidurnya, semalam ia memilih menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerjanya. Michell mengirimnya email tentang persetujuan kerja sama dengan beberapa perusahaan di Hongkong.


Pengembangan usaha hotel keluarga Michell Chan di prediksi akan semakin meluas, dan Roi akan semakin sibuk ke depan, perjalanan bisnis akan menyita waktu dan perhatian yang besar. Oleh karena itulah Nita ingin mempercepat pernikahan putranya itu.


Roi mencium bau sesuatu di hidungnya, di liriknya jam yang menggantung di dinding ruang kerjanya, arghh..masih subuh gumannya.


Ternyata dia tertidur hanya beberapa saat, lelah itu yang dirasakan Roi, Ia menggerak-gerakkan kepalanya untuk mengurangi rasa kaku.


" Siapa yang memasak sekarang ? Tidak biasanya para maid memasak jam segini, apa mungkin Silvi ?" ucap Roi dengan dirinya sendiri.


Ia beranjak dari kursinya, ia meluruskan tubuhnya dengan gerakkan mengangkat tangannya di atas kepala, sedikit pegal, itu yang dirasakan Roi, ia tertidur dengan posisi duduk di meja kerjanya.


Roi berjalan ke arah dapur, ia ingin minum sesuatu yang ada di sana untuk menyegarkan tubuhnya, tapi...


" Mamih." Ia terkejut melihat perempuan yang sedang memasak di dapur.


" Morning Roi." ucap Nita sambil meneruskan pekerjaannya.


Masih bercampur rasa terkejut, Roi menghampiri Nita, di peluknya wanita itu." Kenapa nga ngasih tahu mamih akan pulang, siapa yang menjemput mami ? " ucap Roi sambil terus merangkul erat tubuh Nita.

__ADS_1


" Roi..Roi..Kau menghalangi pekerjaan mami, awas..sedikit lagi selesai." ucap Nìta sambil menepis tangan kekar Roi.


" Mami berhutang penjelasan kepadaku, setelah ini mami harus menjelaskan, tidak biasanya kalian pulang terpisah, papi masih di Hongkong, kemarin ia baru mengirim ku email." ucap Roi dan perlahan melepaskan rangkulannya di tubuh wanita itu.


Nita tersenyum mendengar pernyataan Roi " Silvi masih tidur ? Kenapa kau tidur di ruang kerjamu ?" pertanyaan Nita untuk mengalihkan pembicaraan.


Roi memegang lehernya yang sedikit pegal


" Menyelesaikan kontrak dengan pengusaha di Hongkong." terang Roi.


" Kau selalu seperti ini Roi, cepatlah menikah, jangan bermain-main lagi dengan waktu." Nita mengambil sebuah piring untuk menata sayur yang baru selesai di masaknya.


Nita berhenti seketika dari kesibukkannya, Ia menatap Roi, baru kali ini ia mendengar jawaban seperti itu keluar dari mulut Roi.


" Kenapa, mi ?"


" Mami nga salah dengar Roi ?"


Roi menarik lengkungan di bibirnya.

__ADS_1


" Tapi..mami jangan memaksa Silvi untuk cepat-cepat menikahiku, biarkan waktu membawa kami untuk menikah. Silvi butuh waktu untuk memantapkan hatinya, mi." jelas Roi kepada Nita.


" Oh...no, Roi. Mami sudah punya rencana, tenanglah ! sedikit waktu lagi Silvi akan menyetujui pernikahan kalian. Kau ingat dua hari lagi hari ulang tahun pernikahan Papi dan mami ?"


" Oh..tidak. Kenapa aku melupakannya. Ya..sekarang bulan September, tanggal 15, dua hari lagi." Roi mengeryitkan keningnya " Maaf, mi. Aku melupakannya." ucap Roi memasang wajah kecewa.


" It's Ok, boy." ucap Nita sambil menyusun hasil masakannya di meja makan, cumi goreng tepung, sayur capcai dan soto medan jadi menu sarapan pagi ini.


" Itulah alasan mami menikahkanmu secepatnya, mami kwatir kamu jadi pria kolot yang lupa waktu." ucap Nita kemudian, Ia menghampiri Roi, merangkul putranya, kemudian mengusap- usap kepalanya.


" Kau harus segera manikah, boy " ucap tersenyum menatap Roi, putranya itu sudah cukup dewasa dan jauh direlung hatinya Nita ingin Roi bahagia kelak dengan menikahi Silvi paribannya


Bersambung.


**Hai readers jangan bosan-bosan like dan vote cerita ini ya...


commentnya juga ditunggu...biar ceritanya makin mantap👍👍👍dan membuat kalian senang dan tambah sukaaaaa😀😀**


"

__ADS_1


__ADS_2