
Pagi ini cuaca begitu cerah, bunga-bunga di taman bermekaran dengan indah, wanginya menebar kemana-mana, pemandangan di Mansion Michel begitu asri, menambah kesan mewah tentunya.
Sebelum berangkat ke kampus Alina olahraga dulu, berlari tujuh kali putaran di sekitar taman sudah membuat tubuhnya banjir akan keringat. Segar dan bugar itu yang dirasakannya saat ini.
Setelah mandi dan sarapan seadanya Alina melajukan motor bebeknya di jalan raya, hari ini ia akan mengikuti seminar di kampus, kaos dan celana jeans menjadi kostum favoritnya, tidak ketinggalan sepatu ketsnya yang berwarna abu-abu selalu menemaninya kemana-mana.
Sesampai di kampus mahasiswa dan mahasiswi sudah banyak yang hadir, karena seminar ini dilakukan hanya satu kali satu semester, dan merupakan mata kuliah wajib jadi banyak yang hadir.
" Alina. Selamat pagi." Rado sang dosen menyapa Alina yang tidak sengaja bertemu dengannya di koridor kampus.
" Selamat pagi, pak." Alina menjawab salam dengan hormat.
Rado berjalan dengan Alina bersisian hingga tiba di Aula, hari ini Rado bermaksud ingin mengikuti seminar juga, ia ingin menambah wawasannya karena yang membawakan seminar adalah dosen seniornya.
" Kita duduk disana." Tanpa permisi Rado menarik tangan Alina untuk duduk di pojok sayap kanan.
Banyak mahasiswa yang melihat kedekatan Rado dan Alina. Dengan perasaan enggan tangannya di pegang terus oleh Rado, Alina mencoba melepaskannya.
" Maaf. Tangan saya, tolong di lepas, pak !" Alina menarik pelan tangannyaa.
Rado membiarkan Alina melepaskan genggamannya, hatinya tidak pernah ciut atas penolakkan-penolakkan Alina. Senyum tipis melintas di wajahnya, baginya sikap seperti itu wajar dilakukan oleh cewek pertanda ia mempunyai prinsip dan harga diri, Rado tidak suka dengan cewek yang gampangan.
__ADS_1
Setelah menarik nafas, Alina berusaha tenang mengikuti seminar walaupun hatinya jengah akan sikap dosen yang duduk disampingnya.
Aula sudah penuh, mahasiswa yang hadir semua duduk dengan rapi, sebentar lagi seminar akan dimulai. Tidak sengaja pandangan Alina terbentur dengan sosok Rey yang duduk berdampingan dengan cewek yang kemarin bersamanya. Ternyata kakak tingkat juga banyak yang belum mengambil mata kuliah ini, jadi mereka hadir dalam seminar.
Alina mengalihkan pandangannya ketika suara mikropon mendominasi ruangan pertanda seminar sudah dimulai.
Hampir tiga jam duduk mendengarkan kuliah umum, waktu tidak terasa karena dosen yang membawakan cukup ahli menjelaskan, tidak membuat jenuh yang mendengarkan.
Selesai seminar, Rado mengajak Alina ke kantin, dari tadi Alina menolak tetapi Rado memaksanya.
" Temanin saya hanya sekedar minum." Rado memesankan dua jus strawberry untuk mereka berdua.
Suasana kantin begitu ramai banyak mahasiswa yang iri melihat kedekatan Alina dengan Rado, Dosen muda yang smart juga berwibawa, secara fisik Rado termaksud sosok idaman para wanita, banyak mahasiswi yang berusaha mencari perhatiannya, justru Alina yang bersikap cuek disenanginya.
"Maaf, pak. Saya belum kepikiran untuk itu." jawab Alina
" Hmm...Bisa kita mulai berteman dulu ? Saya menyukai kamu. Kamu mau kan ?" Alina menelan salivanya, tiba-tiba ia gugup mendengar kalimat yang keluar dari mulut Rado, Alina tidak tahu harus menjawab apa.
" Tidak perlu dijawab sekarang. Kalau kamu masih ragu-ragu. Satu hal yang pasti hati saya berkata saya menyukaimu." Melihat Alina diam tidak menjawab pertanyaannya Rado mencoba menetralisir suasana
" Maaf, pak. Saya harus masuk kelas." Alina berpura-pura melihat jam bulat yang melingkar di tangannya seolah-olah jam kuliah sudah di mulai lagi..
__ADS_1
Alina bergegas meninggalkan Rado, ia hanya beralasan saja harus masuk kelas, Alina hanya ingin menghindar dari situasi yang membuatnya canggung.
Alina berjalan cepat meninggalkan kantin, untuk sementara ia akan ke perpustakaan dulu untuk menenangkan hatinya.
Di jalan ia berpapasan dengan Rey yang sedang berjalan dengan pacarnya. Apa kampus ini begitu kecil dimana-mana aku ketemu mereka. Alina tersenyum menganggukan kepalanya ketika tatapan matanya dan Rey bertemu.
Perpustakaan adalah tempat favorit Alina, suasananya tenang dan dia bisa membaca tanpa gangguan orang lain.
" Kamu suka baca ya ?" cewek berkacamata didepannya bertanya
" Enggak juga. Tuntutan tugas." jawab Alina.
" Aku lihat kau sering baca disini."
" Kadang-kadang, bila buku yang kubutuhkan tidak ada dijual."
" Oke. Eh..iya. Aku Rara."
" Aku Alina."
Perkenalan singkat membuat Alina dan Rara menjadi dekat. Mereka bisa nyambung ketika berdiskusi tentang pelajaran. Awal persahabatan yang baik bagi mereka berdua.
__ADS_1
Sudah jam dua belas saatnya pulang ke rumah, Alina menaiki motor bebeknya sebentar saja ia sudah berada di jalan raya.