Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Pengecut


__ADS_3

" Sedang apa kalian di sini ? Beberapa pengawal Hadi menerobos masuk ke apartemen Bima.


" Maaf tuan. Kami hanya ingin membereskan dan membawa barang-barang milik nona Icha." seorang pengawal yang bertubuh lebih besar dari yang lain menjawab pertanyaan Bima.


" Tapi...apakah nona kalian sudah mengetahuinya ?"


" Ini perintah langsung dari nona sendiri."


Bima mengepalkan tangannya, ia merasa Marissa sudah tidak memegang apa yang menjadi komitmen mereka. Bima hanya bisa mengumpat dalam hatinya.


" Baiklah. Disana semua barang-barangnya." Bima mengikuti saja keinginan para pengawal yang dikirim Marissa untuk mengangkut semua barang miliknya yang baru saja beberapa hari dibawanya ke tempat kediaman Bima.


Setelah mengangkut semua barang milik Marissa semua pengawal itu undur dari tempat kediaman Bima. Seperti ada yang hilang. Ya...Bima merasa ada yang kurang dalam rumahnya.


Menarik nafas panjang dan membuangnya begitu saja, kini Bima mencoba mengusir kegalauan hatinya dengan bekerja, ia mengambil laptopnya kemudian mulai melanjutkan pekerjaannya yang masih tertunda.


Sementara di tempat lain Marissa mencoba menutupi kesedihannya dari kedua orangtuanya, seolah-olah terlihat biasa-biasa saja, tidak ada masalah yang terjadi.


" Kau akan ku kirim ke Singapura. Kau akan mengurus perusahaan kita disana." Marissa terkejut Hadi memutuskan agar dia hengkang dari Indonesia.

__ADS_1


" Mengenai kandunganmu, terserah saja apa keputusanmu. Akan lebih nyaman bila kau tinggal lebih lama di sana. Tidak ada orang yang mengenalmu." lanjut Hadi yang sesekali menyesap cerutu ditangannya.


Marissa merasa apa yang disampaikan papanya ada betulnya, ia akan bekerja jauh dari Indonesia agar tidak bertemu dengan orang-orang yang membuat hatinya sakit.Terutama Bima.


Sementara Bobi yang sedari tadi berdiri di samping Hadi merasa keputusan tuannya itu kurang bijaksana, Marissa telah mengakui padanya bahwa bayi yang dikandungannya adalah tanggung jawab Bima. Sekarang orang tua itu malah ingin memisahkan mereka. Apa yang akan terjadi dengan nona Marissa kelak ? Bobi tidak terima membayangkan nasib nonanya itu.


" Bagaimana keputusanmu ?" Marissa menatap mamanya seperti meminta pandangan atas rencana papanya.


" Sayang. Pikirkan lagi. Mama tahu ini sulit bagimu. Kami hanya ingin kau menjalani kehidupanmu lebih tenang dan nyaman." mamanya memberi suport pada Marissa.


Marissa berhambur kepelukkan mamanya, ia menangis mengingat perjalanan hidupnya ke depan tidak mudah. Bima yang diharapkannya sebagai tempat sandaran hidupnya malah menolaknya.


Dalam lubuk hati terdalam Bobi sangat kecewa mendengar apa yang baru saja diucapkkan nonanya itu, bagaimanapun Bobi merasa Marissalah orang yang paling tersakiti saat ini. Bobi sudah menganggap Marissa seperti adik sendiri, sudah lama ia bekerja untuk tuan Hadi dan hampir semua waktunya mendampingi Marissa.


" Bobi. Siapkan semuanya. Besok putriku akan berangkat." Hadi mematikan sisa rokoknya kemudian meninggalkan istri dan putrinya yang masih berpelukkan di ruang keluarga.


Bukan tidak sedih, perasaan Hadi juga sakit melihat putri semata wayangnya mengalami masalah seperti saat ini, penerus segala perusahaan yang sudah ia mulai. Hadi tidak ingin kelihatan lemah dihadapan istri dan putrinya, ia memilih meneteskan air matanya di ruang kerja, kalau bukan ia yang harus menguatkan hati Marissa, siapa lagi ? oleh karena itu pantang baginya menangis di hadapan kedua perempuan yang dicintainya itu.


Bobi bergerak melaksanakan semua perintah tuannya itu. Tetapi sebelum melakukan apa yang diinginkan Hadi terlebih dulu ia mendatangi Bima di apartemennya.

__ADS_1


" Ada keperluan apa anda mendatangiku ?"


Bughhh...


Dengan hati yang geram Bobi memberikan sebuah pukulan tepat pada perut Bima.


" Itu untuk kebodohanmu."


Bima meringkuk menahan rasa sakit di perutnya akibat pukulan dari Bobi.


" Memang pantas kalau nona Marissa meninggalkanmu. Laki-laki pengecut ! Kau telah menyakiti Marissa. Satu lagi kau bahkan tidak mengakui bayi dalam kandungannya adalah hasil perbuatanmu. Dasar pengecut kau !" Bobi meneriaki Bima melampiaskan kemarahannya.


Bersambung...


uuupsss.....bagaimana ya ??? Bima plin plan. Kita buat mereka berpisah saja atau sebaliknya ???


komen ya guys....


😀😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2