Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
patah hati


__ADS_3

Roi masih membaca dengan teliti draft perjanjian kontrak dengan salah satu bank swasta terbesar di Jakarta.


Togar duduk disamping Roi sambil menantikan keputusan yang akan diambil.


Suasana di ruang meeting PT.Dosroha sedikit mencekam, pihak bank yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaan yang di pimpin oleh Togar hanya bisa diam dan menanti keputusan dari presiden direkturnya.


" Hmmm, saya pikir sudah bagus." Roi menutup dokumen yang dipegangnya kemudian memberikan kepada Togar.


" Terima kasih pak Roi, apa artinya bapak setuju." ucap Shinta.


" Hmm, urus saja dengan Togar." Roi berdiri


" Maaf saya tinggal, saya ada urusan." lanjut Roi kemudian meninggalkan Togar dan beberapa stafnya membereskan kerja sama dengan pihak bank.


Setelah selesai Togar memberikan kembali salinan kerjasama itu kepada Shinta sebagai pihak bank.


" Terima kasih tuan Togar, sekalian kami mengundang anda dan tuan Roi untuk menghadiri perayaan hari jadi bank Restu di hotel Seraya malam ini." ucap Shinta sambil memberikan dua buah undangan eksklusif kepada Togar.


" Terima kasih, kami akan usahakan hadir kalau tidak ada urusan yang penting."


Shinta menganggukan kepalanya, kemudian ia berdiri mengikuti gerakan Togar yang sudah terlebih dulu berdiri.


" Terima kasih sekali lagi tuan Togar, semoga kerjasama kedua belah pihak berjalan lancar kedepannya." Shinta menjabat tangan Togar sambil tersenyum.


" Hmmm." Togar membalas hanya dengan berdehem.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Selesai mengikuti kuliah, Indah dan beberapa temannya sedang berdikusi di sebuah cafe milik Rida temannya.


Tak terasa hari sudah malam


" Bagaimana teknis pelaksanaan lusa ?"


" Sebaiknya kita kumpulkan saja semua sumbangan yang akan dibagikan di gudang kampus, biar nga terlalu menyita waktu." ucap yang satu


" Ya...kita berangkat jam 6 pagi ya, biar nga terlalu siang nyampainya."


" Okey "


Indah berjalan menghampiri mobilnya, hari ini ia sungguh lelah, pulang kuliah, lanjut dengan persiapan bakti sosial yang akan diadakan kampus mereka.


Tak sengaja Indah melihat seorang lelaki tang perawakannya seperti Togar baru saja masuk ke hotel Seraya tepat di depan cafe yang baru saja hendak ditinggalkannya.


" Hmm. apa kau sedang sibuk ?" tanya Indah ketika sambungan telepon terhubung.


" Ya. Aku ada acara dengan klien. Ada apa?"


" Hm..mm.Tidak apa-apa."


" Indah, sepertinya kau gugup, apa ada yang ingin kau bicarakan ?" ucap Togar.


Tapi sepertinya Togar berada di tempat yang begitu ramai, apakah dia sedang di kantor atau memang betul ada di hotel itu, suara musik begitu jelas kedengaran.


" Indah....Indah... kau masih disitu?" tanya Togar cemas.

__ADS_1


" Hmm..aku segera pulang, bye." Indah menutup ponselnya.


Ntah kenapa ada perasaan tidak enak dalam hati Indah, ia memilih mendatangi hotel tersebut.


Baru saja Indah masuk, di depan pintu terpampang tulisan "SELAMAT ATAS KERJA SAMA PT.DOSROHA DENGAN BANK RESTU."


Indah semakin yakin bahwa Togar ada di hotel ini.


" Maaf, undangan." Indah berhenti melangkah ketika dua pria di depan pintu menanyakan undangannya.


" Saya keluarga pemilik PT.Dosroha. Tuan Elroi memintaku untuk mewakilinya." ntah dapat ide dari mana Indah bisa meyakinkan kedua penjaga itu.


" Maaf nona, Silahkan masuk." kedua penjaga itu menundukkan kepalanya demi mendengar nama Elroi


Ya, siapa yang tidak mengenal Elroi, perusahaannya cukup besar di Medan.


Indah melangkahkan kakinya memasuki area tempat perayaan pestanya, agrhhh..terlalu banyak orang, bagaimana aku bisa menemukan Togar, batin Indah.


Indah terus melangkah, matanya tidak berhenti memandang ke kanan dan ke kiri, untuk mencari sosok Togar.


" Aww.." seseorang berteriak di depannya.


" Maaf aku tidak sengaja." rupanya Indah menabrak seseorang.


" Apa matamu sudah buta ?" pria yang berdiri di depan Indah menjawab dengan kesal.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2