Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Rencana Nita2


__ADS_3

Sinar matahari pagi membawa rasa hangat di tempat kediaman Robert. Sudah pukul tujuh lebih Robert dan David sudah berangkat ke kantor, hari ini ayah dan anak itu akan terbang menuju beberapa kota, ya..begitulah setiap hari karena mereka adalah pilot di sebuah perusahaan penerbangan.


Mary masih sibuk di dapur dengan dua asisten rumah tangganya, kali ini Mary ingin memasak dimsum untuk Silvi, Ia ingin menghibur hati Silvi, setelah ditinggal oleh Roi, Silvi menangis terus di kamarnya, karena kelelahan ia tertidur sendiri.


" Siapkan dimsumnya di meja makan, sebentar lagi Silvi akan bangun." ucap Mary kepada asisten rumah tangganya.


" Baik bu." ucap asisten rumah tangga itu dengan gerak lincah.


ting..tong...bunyi bel rumah.


" Ouuu Roy. Sepagi ini kau sudah disini." Mary melihat wajah Roi seperti tidak tidur semalaman


" Ada apa denganmu Roi? Kau habis begadang ?"


Roi menarik nafas panjang, terus terang sekarang pikirannya sedang tidak tenang, ia memutuskan untuk bertemu dengan Silvi, setelah semalaman ia tidak bisa memejamkan matanya.


" Kesini." Mary menarik tangan Roi, mendudukkannya di sofa kemudian berjalan ke dapur, tak lama Mary membawakan Roi segelas susu hangat. " Minumlah...biar tubuhmu hangat."


Roi menyesap perlahan susu hangat yang telah dibuatkan Mary.

__ADS_1


" Aku ingin bicara dengan Silvi, opung." ucap Roi sambil menyesap sisa susu digelasnya.


" Silvi belum bangun. Apa kau mau ke kamarnya ?"


Roi mengangguk " Aku akan mencoba bicara baik-baik dengannya."


Mary menatap kedua bola mata Roi, disana terlihat kesungguhan Roi. Mary menepuk bahu Roi kemudian ia menyuruh Roi ke kamar Silvi.


" Pergilah ! Temui dia di kamar."


Roi mendorong daun pintu dengan pelan, kamar itu masih gelap, padahal matahari bersinar sangat terang, itu karena Silvi belum bangun dari tidurnya, gorden jendela di kamarnya menghalangi sinar sang surya menerangi tempat ia tidur.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya. dan cup ia mencium kening Silvi.


Silvi merasa ada seseorang di dekatnya, ia mencium bau parfum yang berbeda dengan parfum kamarnya. Perlahan ia membuka matanya, ia mengucek matanya dan ia terkejut melihat Roi duduk tepat disampingnya.


" Pagi ! Kau sudah bangun?" Roi tersenyum menyapa Silvi.


Antara sadar dan tidak sadar Silvi memandang Roi, Ia memukul pipinya berulang kali, sakit..berarti ia tidak sedang bermimpi, sontak ia bangun dan menggeser tubuhnya agar jauh dari Roi.

__ADS_1


Roi masih tersenyum memandang Silvi yang kelihatan malu-malu.


" Apa yang kau lakukan disini ?" Silvi enggan menatap wajah Roi. Ia tak mau Roi melihat wajahnya yang merona.


Roi malah menggeser kembali duduknya lebih dekat kepada Silvi, diambilnya jemari tangan Silvi.


" Bisa kita bicara baik-baik. Aku hanya ingin kita tidak seperti ini, saling marah. Aku minta maaf atas sikapku padamu. Perlu kau ketahui aku tidak punya hubungan pribadi dengan Ester, ia sekretarisku hubungan kami hanya urusan pekerjaan. Apa yang kau lihat dikantor kemarin tidak seperti yang kau pikirkan. Aku tidak pernah sembarangan mencium wanita lain. Aku hanya..." Roi menatap Silvi yang diam.


" Silvia Sinaga...aku mencintaimu."


Silvi terkejut mendengar penuturan Roi, ia menarik tangannya dari genggaman Roi.


" Apa jawabmu." Roi menanti jawaban dari Silvi.


Silvi membuang tatapannya ketempat lain, rasanya ia tidak mampu memandang Roi dihadapannya. Ia bingung harus mengatakan apa kepada Roi.


" Aku sudah mengutarakan isi hatiku padamu, kalau kau memang tidak mencintaiku katakan saja, agar kita dapat melangkah tidak dengan keraguan dan kekecewaan." ucap Roi kembali.


Bersambung.

__ADS_1


🙏🏻 readers terima kasih yang sudah nge like novelku. Tolong di vote juga dong..😀


__ADS_2