
Arnold dan Mona sedang duduk di sebuah cafe, hari ini dengan sengaja Mona ijin untuk tidak masuk kerja dengan alasan sakit.
Kenyataannya Mona sedang berberbohong, Arnold kakaknya meminta ia ikut dalam pertemuan dengan seseorang, yang akan membantunya untuk memuluskan rencana bulusnya.
" Kenapa dia belum datang juga?" runtuk Arnold kesal, karena sudah hampir setengah jam ia menunggu.
Ia mengambil ponsel di sakunya, beberapa saat ia sudah memanggil seseorang.
Mona hanya diam sambil memperhatikan Arnold yang kelihatan panik.
" Shittt." umpat Arnold karena nomor yang dihubunginya tidak aktif.
Setelah beberapa saat mereka menunggu dan yang ditunggu tidak datang juga akhirnya Arnold mengajak untuk meninggalkan tempat itu
######
tok....tok..
"Masuk." Togar masih duduk memijat-mijat kepalanya sambil menyandarkan kepalanya di kursi.
" Maaf, apakah tuan kurang sehat?" Mona menyapanya dengan suara ragu-ragu.
" Ada keperluan apa kau kesini?" kesal Togar
" A...a..aku ingin memberikan laporan keuangan bulan ini, tuan." jawab Mona dengan gagu, sikap dingin Togar membuatnya serba salah.
__ADS_1
" Letakkan saja di mejaku, setelah itu keluarlah." Togar tidak melihat sedikitpun kepada Mona, ia masih memijat-mijat kepalanya dan enggan membuka matanya.
Sudah beberapa hari ini ia tidak bisa tidur karena memikirkan masalahnya dengan Indah.
Indah memutuskan kontak dengannya, memblokir nomor Togar.
Ternyata ia sangat membenciku, ia tidak mau lagi berhubungan denganku arghhh.....
Togar menyadari kesalahannya, tapi hatinya berontak, harusnya Indah tidak berada di sana malam itu, bersama seorang lelaki. Togar marah dan memukul meja dengan keras.
" Tuan.." sontak Togar memandang Mona dengan tatapan marah.
" Kenapa masih disini ? Keluar !"
Mona dengan cepat angkat kaki dari hadapan Togar, ia berpikir kalau tuannya itu sedang punya masalah besar.
Uli yang melihat perubahan sikap putrinya itu, penasaran ingin bertanya, tapi sepertinya Indah menutup diri.
tok...tok...
Uli masuk tanpa menunggu jawaban Indah.
" Mama..." Indah sedang berbaring, ia baru saja mengusap air matanya, ia tak ingin mamanya mengetahui masalahnya.
" Jangan sembunyikan dari mama, kau ada masalah ?" Uli mendekati Indah kemudian memeluknya.
__ADS_1
" Masalah di kampus kok ma, biasalah sesama teman." ucapa Indah dalam dekapan Uli.
" Mama akan mendengarkanmu, bila kau bersedia menceritakannya." Uli melerai pelukannya kemudian menatap mata Indah dengan sendu.
" Kalau belum bersedia, tidak apa sayang. Jangan sedih seperti ini !" Uli tersenyum dan mengacak poni Indah untuk menghiburnya.
Roi dan Silvi sudah berada di Jakarta. Kedua mahluk ini selalu saja menempel dimanapun berada.
Setiap hari Roi meminta Silvi menemaninya di kantor dengan alasan ia tak semangat bekerja bila tidak ada Silvi.
" Tapi...Roi, aku bosan hanya duduk diam menemanimu di kantor." alasan Silvi suatu hari.
" Bukankah di rumah juga kau akan duduk diam sayang, lebih baik temanin aku dikantor, aku ingin selalu bersamamu."
" Roi...sikapmu berlebihan."
Bukan mengabulkan permintaan Silvi, malah Roi tidak mau berangkat kerja kalau hanya sendiri.
" Aku bekerja dari rumah saja, ada Adnan dan Ester yang menghandel pekerjaan di sana." ucap Roi dengan cuek.
Akhirnya Silvi menuruti keinginan Roi, ia tidak mau Roi mengabaikan tanggung jawabnya di kantor.
Roi baru kali ini dekat dan mencintai seorang wanita. Sangat mencintai Silvi. Sehingga keinginannya selalu tak masuk akal bagi Silvi.
Contohnya minta disuapin saat makan, ditemani bekerja, segitunya ya....Roi jatuh cinta😂
__ADS_1
bersambung