Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Malu


__ADS_3

Sementara di kantor Roi.


Silvi asyik memandang jam dinding yg digantung di tembok tepat diatas meja kerjanya, sudah pukul setengah lima, tapi belum ada tanda-tanda Roi akan kembali ke kantor setelah siang tadi berangkat mengurus proyek bersama-sama Adnan.


Argh..! Silvi jadi serba salah, kalau pulang duluan nanti Roi marah, kalau menunggu, Silvi paling tidak suka pekerjaan itu, ya menunggu ! selain membosankan, juga membuatnya jadi kesal.


Beberapa rekan-rekan kerjanya sudah mulai meninggalkan meja kerja mereka, hanya beberapa orang yang belum pulang.


O, Ya ternyata Ester tidak ada ditempatnya, coba kutebak pasti ia sekarang bersama Roi.


Aku coba menelepon Adnan, mungkin dengan alasan aku pamit pulang, walau sebenarnya aku ingin menanyakan keberadaan mereka dan sedang apa.


Setelah beberapa kali kucoba menghubungi Adnan, selalu jawaban yang kuterima sambungan dialihkan. Argh...kumatikan ponselku dengan sedikit kesal, akhirnya aku pulang saja, karena memang sudah waktunya.


Kulihat Pak Anton sudah stan by di mobil, aku tahu dia pasti menungguku supir yang baik gumanku dalam hati.


Aku bergegas naik ke mobil, setelah memasangkan sabuk pengamanku, Pak Anton sudah menjalankan mobil tanpa aba -aba dariku.


" Non Silvi, mau langsung pulang ?" pertanyaan pak Anton memecah keheningan antara aku dan dia.


" Ya pak." jawabku malas sambil menganggukkan kepalaku.

__ADS_1


" Apa nona sedang tidak sehat ?" pak Anton manatapku dengan sedikit cemas.


" Tidak pak, hanya lelah, aku butuh istirahat." jawabku sambil merebahkan kepalaku di jok mobil.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara di tempat lain, seorang wanita sedang mulai menjalankan rencananya.


" Bagaimana ? Apa Silvi meneleponmu? perempuan itu bertanya dengan nada yang ingin tahu.


" Ya ! Aku sengaja mengalihkan teleponku, dengan begitu ia semakin penasaran." ucap pria itu sedikit terkekeh.


" Bagus !lanjutkan sampai besok malam ! Setelah kau dan Roi sudah di tempat kabarin aku." perempuan itu menutup teleponnya, raut wajahnya sangat senang, ya..Nita tersenyum sendiri sambil membayangkan rencananya yang pasti akan berhasil.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baru saja ia melangka dan akan membuka pintu, pintu sudah terbuka, Nita sudah ada dihadapannya.


" Sayang, kau sudah pulang ? " Nita merangkulnya.


" Namboru, maaf tadi pagi aku tidak sempat pamit, aku nga mau mengganggu namboru, perjalanan Hongkong- Indonesia pasti melelahkan." ucap Silvi di dalam dekapan namborunya.

__ADS_1


" Dimana Roi ? Dia tidak pulang bersamamu ?" ucap Nita sambil melihat ke garasi mobil dan Roi tidak ada disana.


" Mungkin masih banyak pekerjaan, tadi mereka pergi meninjau proyek pembangunan hotel yang baru, namboru jangan cemas, sebentar lagi juga pasti pulang." ucap Silvi, ia tersenyum menutupi hatinya yang gelisah, tidak biasanya Roi pergi sampai hampir malam begini, kecuali ia pulang ke apartemennya.


" Ayo masuk sayang." Nita membawa Silvi masuk ke dalam rumah.


" Aku mandi dulu namboru, rasanya badanku lengket."


" Pergilah ! Kau boleh turun saat makan malam nanti, istrahatlah dulu kau juga pasti lelah." Silvi tersenyum dan bergegas meninggalkan namborunya.


Nita tersenyum ia dapat melihat keresahan Silvi , dia berharap kepura-puraannya tadi bisa membuat Silvi berani mengutarakan isi hatinya pada Roi.


Sementara dikamarnya Silvi dengan cepat membuka ponselnya, ia melihat chat yang masuk tapi tak satupun dari Roi atau Adnan.Argghh kemana mereka ? Silvi bertambah gusar.


Setelah menghubungi telepon Roi beberapa kali dan masih tidak ada jawaban, akhirnya Silvi menyerah, ia tak mau berpikir negatif, pasti memang mereka sedang sibuk, bahkan Roi tidak mengabari namboru, Silvi menghibur hatinya sendiri dengan pikiran yang positif.


**BERSAMBUNG


maaf baru up lagi


author baru di vaksin...

__ADS_1


butuh istirahat beberapa hari...


terus dukung novel ini ya...like dan voteπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»**


__ADS_2