Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Medan 2


__ADS_3

Pukul satu siang, Togar akan bertemu dengan pimpinan bank SS, Dion mengambil langkah cepat untuk mengatur pertemuan antara pimpinan perusahaan Dosroha dengan pimpinan bank SS.


Togar memeriksa data yang dikirimkan kepala keuangan perusahaan di tabletnya, Dion yang menyetir mobil sesekali melihat keseriusan tuannya itu.


" tuan kita sudah sampai."


" Hmmm. " Dion membukakan pintu untuk Togar.


Togar berjalan menuju pintu masuk Bank SS, ia tampak gagah dan beriwibawa, beberapa karyawan Bank SS terkesima dengan wajahnya yang tampan dan postur tubuh yang tinggi dan gagah.


" Silahkan tuan." seorang wanita mempesilahkan Togar dan Dion masuk ke suatu ruangan yang dipintunya tertera CEO.


Togar menganggukan kepalanya kemudian berlalu dari hadapan wanita itu.


" Selamat Siang." sapa Togar setelah berada di dalam ruangan.


" Meta." alangkah terkejutnya Togar melihat sosok perempuan cantik dihadapannya.


" Hai apa kabar kak Togar ?" Meta berdiri dari tempat duduknya, ia mendekat dan memeluk Togar.


Dion terkejut melihat perempuan yang notabene CEO di bank tersebut memeluk Togar.


" Bagaimana kau berada disini ?"tanya Togar begitu antusias


" Panjang ceritanya kak." Meta tersenyum menatap wajah Togar yang masih dalam mode heran.


" Apa kau sudah tahu kita akan bertemu? atau kau sudah mengatur pertemuan ini?"


" Aku selalu memantau perkembangan usaha Michell grup


" Bagaimana kabar Roi ?"

__ADS_1


Dion semakin heran ternyata wanita itu juga dekat dengan Roi


" Dia sekarang jadi CEO semua perusahaan Michell grup dan..."


" Sudah kuduga, dia memang pantas untuk itu, pekerja keras dan tekun." potong Meta.


" Dia di Jakarta."


" Aku tahu." Meta kembali duduk di kursinya.


" Sekarang duduklah kak, kita bahas tentang keuangan perusahaanmu yang tidak masuk akal." Meta membuka berkas dihadapannya kemudian menyodorkan ke hadapan Togar.


" Biar kuperiksa" Togar mulai membaca satu persatu angka yang terlapor dalam laporan keuangan tersebut.


" Penggelapan." katanya dengan marah.


" Hmmm." Meta menganggukan kepalanya.


" Baiklah biar kupikirkan jalan keluarnya, dengan mejelaskan apa yang terjadi mungkin konsumen dapat merubah rencana pengaduannya, aku akan memilih jalan damai saja." ucap Togar.


" Baiklah. Kita akan mengatasinya bersama, pihak kami juga sudah dirugikan dalam hal kepercayaan dan nama baik dari nasabah." lanjut Meta


" Terima kasih. Aku akan segera kembali ke kantor, lain kali kita bertemu lagi." Togar menjabat tangan Meta.


Dion masih mengikuti langkah Togar dibelakangnya, tuannya itu selalu kelihatan terburu buru tepatnya gercep bila ada masalah.


Tiba diparkiran Dion membukakan pintu untuk Togar.


" Restoran XX, aku ada janji dengan Indah." ucap Togar.


Dion sudah tahu maksud tuannya itu, ia pasti janji makan siang dengan wanitanya.

__ADS_1


Beberapa kali togar melihat jam yang melingkar di tangannya, argh...sudah terlambat lima belas menit dari janjinya kepada Indah.


Ia tidak mau Indah menunggu terlalu lama apalagi dengan muka cemberut.


" Kau langsung saja ke kantor, nanti aku pulang sama Indah." ucap Togar kepada Dion.


Ia berjalan cepat, dan sedikit berlari memasuki Restoran XX tempat mereka janji untuk bertemu dan makan siang.


" Kau sudah lama ?" Togar melihat Indah sedang asyik dengan ponselnya.


" Ayo..kita pesan makanannya." Togar kemudian memanggil pelayan restoran.


Setelah memesan beberapa menu makan siang Togar menatap Indah yang sedikit cuek, ia tidak banyak berkomentar, bila ditanya ia hanya menjawab seadanya.


Makanan sudah dihidangkan.


" Hmm....ayo kita makan, sudah siang kau pasti lapar." ucap Togar gagu.


Ia tak pernah berurusan dengan wanita yang sedang ngambek, ia tidak tahu harus berbuat apa.


" Maaf aku terlambat, ada urusan yang harus aku selesaikan tadi." kata-kata itu keluar dari mulut Togar


Indah menatap pria yang duduk disebelahnya itu, seharusnya tak ada alasan untuk marah pada Togar, ia tahu seperti apa Togar, pekerjaan adalah number one baginya.


" Aku mengerti." ucap Indah pelan


Togar memandang wanitanya itu, ada raut kecewa terlihat di garis wajahnya.


Togar menarik nafas panjang, ia tak tega melihat Indah kecewa, tapi ia juga harus bertanggung jawab atas pekerjaannya.


Bersambung

__ADS_1


Readers terima kasih sudah like novelku ya..😆


__ADS_2