
Hari Sabtu adalah hari dimana keluarga Morin menikmati weeken, biasanya hari ini kegiatan mereka akan diawali dengan olah raga, lari pagi.
"Ambil ini. Pakailah ! "paper bag diletakkan Rey di samping Alina, wanita itu sedang membereskan baju-baju di kamarnya.
" Apa ini ?" Alina menatap Rey kemudian ia memandsng paper bag yang diberikan Rey.
" Ayo, kita olah raga !" Alina membuka paper bag yang masih tertutup rapat, ia melihat sepasang training dan sepatu olah raga.
"Jangan bengong lagi ! Aku tunggu di bawah." Rey meninggalkan Alina agar dapat berganti pakaian.
" Rey ! Jean menunggumu di luar." Togar yang baru saja datang berpapasan dengan Rey.
Rey hanya mengangguk dan menemui Jean yang masih ada di luar rumah. Jean baru saja turun dari mobilnya, ia memarkirkan mobilnya dulu baru kemudian menemui Rey.
"Selamat pagi, Rey ! Wah, kau tampak segar pagi ini. Rey memberikan senyum menyambut Jean.
"Kau tidak dinas ?" Rey menghampiri Jean dan mengajaknya masuk ke rumah.
"Nanti siang. Pagi ini aku sempatkan olah raga denganmu." ucap Jean dengan bersemangat.
"Seperti biasa kita akan berolah raga di perkebunan dan aku membawakanmu juice buah, setelah olah raga nanti kita minum. Masukkin kulkas dulu, ya." Rey melihat Jean membawa cup juice yang sudah siap minum ke dapur dan meletakkannya di lemari pendingin.
"Selesai. Ayo, kita berangkat sekarang."
Alina yang melihat interaksi Rey dan Jean membatalkan niatnya untuk ikut berolah raga, ia kembali ke kamarnya, baju olah raga yang sudah dipakainya dibuka dan digantikannya, sepatu yang sudah terpasang di kakinya pun dibuka dan diletakkannya di rak sepatu.
Alina duduk di tepi ranjangnya, ia berpikir untuk tidak akan mengganggu Rey dan Jean, biarlah mereka berdua saja yang pergi olah raga. Alina akan mencari alasan yang tepat bila Rey menanya.
__ADS_1
"Alina !" Rey mendorong pintu kamar Alina yang tidak terkunci.
"Kenapa kau belum ganti pakaian ?" tanya Rey melihat Alina yang masih duduk di atas ranjangnya.
" Maaf, Rey. Kepalaku pusing kurasa aku tidak akan ikut olah raga denganmu." Alina pura-pura memijat dahinya agar Rey percaya ia sedang tidak sehat.
"Kalau begitu aku tidak jadi pergi." Rey mendekati Alina dan duduk di sampingnya.
"Rey ! Tidak enak dengan Jean, pergilah dengannya."
Rey menatap Alina yang memintanya pergi dengan Jean.
"Dari mana kau tahu Jean datang ?"
Alina gugup, Rey menatapnya seperti seorang penyidik, Alina tertunduk dan sedikit malu, ia keceplosan tadi, memanglah hati tidak bisa dibohongi.
"Rey, tadi aku sudah siap-siap tapi waktu aku mau turun tangga kepalaku pusing, dan aku melihat Jean ada bersamamu." Alina mencari-cari alasan.
"Aduh ! Kepalaku sakit sekali. Aku minum obat dulu saja." Alina beranjak dari samping Rey, ia sengaja berpura-pura seperti itu agar Rey tidak berlama-lama di kamarnya.
Alina membuka laci lemari yang berada di sudut ruangan kemudian ia mengambil sebuah pil obat dan kemudian diminumnya.
"Rey, aku ingin istirahat. Pergilah dengan Jean ! Dia sudah menunggumu." Alina menarik tangan Rey dan mendorong tubuh Rey agar keluar dari kamarnya.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Istirahatlah !" akhirnya Rey memutuskan pergi berolah raga dengan Jean.
Alina langsung menutup pintu kamarnya, ia berdiri di balik pintu, ada rasa cemburu di dadanya, tapi itu harus disimpannya jauh-jauh. Rey lebih sepadan dengan Jean.
__ADS_1
***
tok...tok...
Suara ketukkan membangunkan Alina dari tidurnya, berniat pura-pura sakit justru membuat Alina malas melakukan pekerjaannya pagi ini.
"Kak Indah." Alina terkejut melihat Indah yang berada di depannya.
" Kau mau ikut berenang ? Stefani mengajak kami berenang." Indah bertanya kepada Alina.
Dengan senang hati Alina mengangguk, sebenarnya ia malas di rumah sendirian, semua anggota keluarga Sinaga sedang punya acara masing-masing. Alhasil Alina mengiyakan tawaran dari Indah.
" Ayo, jangan bengong." Indah menepuk pelan bahunya.
" Sebentar kakak, aku siap-siap dulu ya."
Alina mempersiapkan dengan cepat baju dan perlengkapan berenangnya. Ia memakai kaos crop yang di padu dengan hot pans berwarna terang, ia melihat sepatu kets yang tidak jadi di pakainya tadi, dengan tersenyum dipakainya kembali. Hari ini ia ingin tampil beda cara berpakaiannya yang lama sepertinya perlu dibaharui. Akhirnya ia siap dan merekapun berangkat.
***
Setelah selesai berolah raga Rey langsung pulang ke rumah. Jean juga harus siap-siap bekerja karena siang ini ia harus ke rumah sakit.
Berkali-kali Rey melihat jam yang melingkar di tangannya, sudah hampir sore Alina belum juga pulang.
Tadi Rey bertanya kepada Bik Mira kemana Alina pergi dan Rey sedikit terkejut bik Mira mengatakan Alina pergi berenang dengan keluarga kakaknya.
Bukankah dia sedang sakit ? Kenapa malah pergi berenang ?
__ADS_1
Rey mengambil remot dan menyalakan televisi untuk mengusir kebosanannya. Rey memilih membuka chanel berita, mata Rey mulai mengantuk dan tidak berapa lama ia tertidur di sofa.
bersambung