Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Terima kasih


__ADS_3

Pagi ini Alina bangun lebih awal, terbayang wajah Rey yang kebingungan memasak sesuatu membuatnya ingin memasakkan makanan spesial untuk santapan mereka di pagi hari. Alina tahu kemarin Rey berusaha membuatkannya makanan, tetapi dasar bukan ahlinya, bahkan Rey tidak pernah tahu apa bumbu-bumbu dapur, ia tidak pernah memasak sebelumnya, karena keluarga manik tidak mungkin membiarkannya.


"Wow...sedang masak apa, sayang. Wanginya kemana-mana." rupanya Rey sudah bangun, ia terganggu dengan aroma masakan Alina.


" Special untukmu." Alina tersenyum memberitahu Rey.


"Terima kasih." Rey merangkul tubuh ramping Alina dari belakang.


" Rey. Jangan ganggu dulu. Aku tidak bisa bergerak kalau kau seperti ini." Rey tersenyum bukan melepaskan tubuh Alina malah mendekapnya lebih erat dan meletakkan kepalanya di curuk leher Alina.


Alina menarik nafas nya, kalau seperti ini ia tidak bisa bergerak untuk menyelesaikan masakannya.


" Bersihkan tubuhmu, gih..mandi sana. Aku selesaikan ini dulu. Ihh..kagok, sedikit lagi selesai."


Rey menggapai kompor yang masih menyala di matikannya seketika. Ia membalikkan tubuh Alina hingga berhadapan dengannya.


"Kenapa dimatiin kompornya?" Alina pura-pura cemberut.


Rey menatap kekasihnya itu, dimata Rey Alina itu kelihatan cantik bila beraksi di dapur seperti yang dilihatnya saat ini, kecakapannya dalam mengolah berbagai bahan makanan, dan juga penampilannya yang selalu sederhana serta keibuan.


Rey mendekatkan wajahnya, ditatapnya dua bola mata Alina yang bergerak-gerak mengawasi pergerakkannya.


Rey menangkup kedua belah pipi kekasihnya itu, lama mereka saling tatap, dengan perlahan Rey menarik Alina ke pelukannya, tangannya kini berada di kedua belah pinggang Alina.

__ADS_1


Cup


" Aku mencintaimu." Rey menyatakan cintanya di hadapan Alina.


Rey terus menatap wanita yang beberapa waktu lalu sempat membuatnya kehilangan arah dan tujuan hidup.


Wajah Alina merona mendapati Rey begitu dekat dengannya, tatapan Rey, kata-kata cinta Rey, berhasil membuat Alina gugup.


Rey tersenyum melihat Alina yang sedikit gemetar dan jelas-jelas gugup.


" Sayang. Kenapa kau jadi gemetar seperti ini. Bukankah kita sudah melakukan lebih dari ini ?"


Alina bertambah malu, dicubitnya dada Rey.


Rey tergelak, ia tahu dan masih ingat betapa mereka berdua menginginkan dan menikmati keintiman yang mereka lakukan beberapa waktu yang lalu.


Rey mencoba menggoda kekasihnya yang sedang malu itu.


"Mau kita ulangi lagi ?" bisik Rey


" Rey. Cepat ! Mandi sana." Alina mendorong Rey agar menjauh darinya.


Rey terkekeh dan meninggalkan Alina dengan senyum lebar di bibirnya. Dasar Rey suka membuat Alina jadi salah tingkah.

__ADS_1


Sepeninggal Rey, Alina menyiapkan makanan di piring untuk sarapan mereka berdua, tidak lupa Alina menyiapkan Rey satu gelas juice Alpukat.


Setelah melihat semuanya beres, Alina mengganti pakaiannya, ia akan pergi dengan Rey ke PEH hari ini. Rey memberitahunya kalau pagi ini ia perlu membereskan sesuatu di sana.


Rey telah selesai membersihkan tubuhnya, kini ia mengambil satu stel pakaian kantor. Setelah rapi Rey bergegas menemui Alina.


" Aku sudah selesai, sayang." Rey menghampiri Alina yang sudah duduk manis menunggunya di meja makan.


Rey sangat terpukau dengan keahlihan kekasihnya mengolah bahan makanan, semua makanan yang dihidangkan begitu menarik dan istimewa, melihat tampilannya saja Rey sudah ingin cepat-cepat melahapnya. Tidak salah pilih, Alina memang cocok menjadi pasangan hidupnya.


"Kenapa belum dimakan?" Rey terus menatap


Alina.


" Terima kasih, sayang. Kau sudah lelah menyiapkan semuanya." Rey melihat Alina tersenyum mendengar pujiannya.


"Tidak perlu seperti itu, Rey. Ini hal biasa kok, semua wanita bisa mengerjakannya."


" Kau spesial bagiku."


Sekali lagi Alina tersipu, Rey yang sedang jatuh cinta memujinya terlalu berlebihan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2