Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
flash back


__ADS_3

Roi sedang memeriksa proyek penyelesaian pembangunan hotel di kota Y. Hampir empat jam lamanya ia memeriksa semua file-file yang menyangkut perkembangan pembangunan hotel dan memeriksa data para karyawannya. Pembangunan hotel Michell Chan group sudah 80%, kira - kira 8 bulan ke depan diharapkan semuanya sudah rampung.


" Tuan Roi, hari ini sepertinya kita tidak bisa pulang ke rumah, besok tuan perlu memeriksa kembali keuangan pada proyek ini." ucap Adnan sambil membawa beberapa file di tangannya.


" ada masalah ?"


" Dari beberapa laporan karyawan mereka mengeluh dan keberatan kalau gaji mereka dibayarkan terlambat, ini sudah beberapa kali terjadi." terang Adnan.


" Siapa bagian keuangannya ?" geram Roi


" Penggajian disini masih dipegang oleh kantor pusat, semuanya diperiksa oleh nyonya besar, tapi saya kwatir ada pihak yang menyalah gunakan kepercayaan nyonya."


" Bagus, kau selidiki masalah itu, aku ngak mau ada keterlambatan dalam menyelesaikan proyek ini, ini merugikan perusahaan." Roi masih duduk di kursi kebesarannya.


" Aku sudah memesankan hotel untuk kita disekitar ini, mungkin lusa kita akan pulang ke rumah, aku sedang menyelidiki kasus ini." Adnan menyerahkan kunci kamar hotel kepada Roi.


" Nanti aku akan mengantar tuan."


" Tidak perlu. Dimana Ester ?" tanya Roi sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.


" Dia sedang bertemu dengan para pemborong bangunan ini, kita sedang melakukan pemeriksaan secepat mungkin tuan."

__ADS_1


" Baiklah. Kau keluar sekarang, lanjutkan pekerjaan kalian, aku mau menelepon Silvi dulu."


" Ini minumanmu tuan, Aku memperhatikan tuan sejak tadi melupakan minuman ini, tak baik bagi tubuh tuan, minumlah dulu, agar tuan segara kembali." Adnan menuangkan air putih ke gelas Roi, ada seringai terlihat di bibir Adnan.


" Kau cerewet sekali, tidak biasanya kau seperti ini." Roi mengikuti apa yang dikatakan Adnan, sebentar saja air putih yang ada di gelasnya itu habis dia teguk.


Roi tak pernah mengetahui jika Adnan dan Ester sedang memainkan peran yang diberikan oleh nyonya besar mereka. Perintah Nita agar Roi jangan dulu menghubungi Silvi, sehingga Silvi merasa diabaikan, dan satu lagi peran mereka membuat Silvi cemburu.


Roi mulai merasa tubuhnya lemas, matanya mulai tak bisa diajak kompromi, arghh...Roi tidak bisa lagi menahan rasa kantuknya dan ia pun tertidur di atas meja kerjanya.


Adnan yang sedari tadi berdiri di depan pintu bergegas masuk, Ia melihat Roi tidur. Obat tidur yang kemarin diresepkan dokter memang sangat ampuh.


Ester sudah berada di depan pintu kamar Roi.


" Bagaimana ?" suara Ester membuat Adnan terkejut.


" Bisakah kau tidak mengejutkan ku, kau seperti hantu saja, datang dan pergi membuat orang ketakutan." omel Adnan


" Hei...maaf, aku baru saja tiba, seharian aku lelah mengurus pemborong bangunan itu." wajah Ester memang kelihatan lelah.


" Bagaimana keadaan tuan Roi ?" tanya Ester kemudian.

__ADS_1


" Sesuai dengan rencana, aku akan menemui nyonya besar malam ini dan menyerahkan berkas-berkas ini agar secepatnya dikerjakan Silvi, kita tidak ada waktu lagi, besok kita harus menghadiri wedding aniversari tuan dan nyonya besar." jelas Adnan panjang lebar.


" Besok kau ikutkan? aku tak mau mengerjakannya besok sendirian."


" Pagi sekali aku sudah akan tiba disini, kau kerjakan sesuai rencana kita, mudah-mudahan tuan Roi tidak curiga."


" Baiklah Adnan." Ester meninggalkan Adnan dan kemudian berjalan menuju kamarnya, ia ingin beristirahat.


Pagipun tiba.


Roi bangun.


Ia merenggangkan otot-ototnya, ia merasa tidur terlalu lama, kepalanya sedikit pusing, mungkin efek obat tidur yang diminumnya kemarin.


Roi mengingat-ingat kejadian kemari sepertinya ada yang aneh, kemarin ia ingin menghubungi Silvi, tapi ntah kenapa ia malah tertidur.


"Shiitttt " umpat Roi yang duduk di pinggir ranjangnya.


Ia ingin segera menemui Adnan meminta penjelasan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2