Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Gaun 2


__ADS_3

readers hari ini aku up 3 episode. Biar nga penasaran tentunya. Jangan lupa kasih like, vote dan comentnya ya...


💐💐💐💐💐


Akhirnya Roi dan Silvi sudah sampai di salon yang di rekomendasikan mamih Nita.


Silvi memberikan card kuning yang dipegangnya kepada resepsionist. Silvi lansung di bawa ke satu kamar khusus, disana ia mulai di permak. Sebenarnya Silvi sudah sering melakukan ritual seperti itu dengan mamanya. Jadi hal seperti ini tidak membuatnya terkejut.


Hampir dua jam Silvi berada di kamar yang tidak terlalu kecil itu. Roi sudah sangat bosan, sesekali ia berjalan mondar mandir untuk menghilangkan rasa jenuh.


" Bang Roi." seorang pria memanggilnya.


" Ganti kostumnya. Setelah ini kita pemotretan." Roi bingung menatap pria itu.


" Aku bukan model. Apa-apaan kau. Aku menunggu tunanganku disana." Roi menunjuk sebuah kamar tempat Silvi masuk tadi.


" Sebentar lagi nona Silvi selesai. Kalian sudah mengambil paket salon dan pemotretan bang."


Roi baru mengerti dan ingat paper bag yang di pegangnya berisi pakaiannya dengan Silvi.


" Sebelah sini." pria itu mengarahkan Roi ke ruang ganti.


Setelah lima belas menit Roi keluar dari kamar ganti. Roi kelihatan gagah dengan tuxendo coklatnya.


" Mari ikut aku." pria tadi membawa Roi ke ruang pemotretan. Disana sudah ada Silvi dengan gaun coklat silvernya. Ia sedang menunggu kedatangan Roi.


Roi mendekat mendapatkan Silvi. Ia mendekat dan menatap Silvi dengan rasa kagum.


" Apa ?" ucap Silvi melihat Roi menatapnya dengan heran.

__ADS_1


Diluar dugaan Silvi, Roi malah mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu di telinga Silvi.


" Kau cantik sekali." bisik Roi di telinga Silvi.


Hembusan nafas Roi membuat wajah Silvi merona, ia tertunduk malu. Ia tahu Roi tidak sedang berpura-pura memujinya.


Roi mengangkat dagu paribannya itu.


" Jangan judes." Kata Roi sambil terus menatap wajah cantik di depannya. Silvi tergelak


" What ?"


"Nah..seperti ini kau kelihatan cantik " Roi memotong perkataan Silvi, ia menarik ujung hidung Silvi. " Tersenyumlah seperti itu hanya dihadapanku." ucap Roi kemudian.


" Bisa aja kau gombalnya kak Roi." Silvi berusaha menetralisir hatinya. Ia memilih menjauhkan dirinya dari Roi.


" Kak Roi. Malu tau." suara manja Silvi membuat Roi tersenyum. Ia masih menatap manik hitam di depannya.


" Anggap saja ciuman seorang kakak untuk adiknya." ucap Roi asal.


Silvi sedikit kecewa mendengar ucapan Roi. Ternyata ia menganggap Silvi hanya seorang adik. Tapi mengapa ia juga mencium bibirku. Silvi mengelus bibir tipisnya. Sekarang pikirannya jadi tidak tenang.Apakah ia sudah menyukai Roi


" Mari kita mulai." suara Pria tadi membuyarkan lamunan Silvi, sedangkan Roi mematikan ponselnya setelah sebelumnya ia sedang menelepon seseorang.


Pemotretanpun selesai. Gambar Silvi dan Roi akan di perbesar sesuai keinginan mamih Nita.


" Ini hasilnya. Untuk yang ukuran besar dapat diambil 3 hari kemudian. Terima kasih sudah berkunjung." pria itu memberikan selembar foto ukuran sedang kepada Roi.


Mereka meninggalkan salon itu, Togar sudah menunggu di mobil.

__ADS_1


Roi menggenggam tangan Silvi dengan erat, ia takut kaki Siivi keseleo mengingat gaun yang dikenakan panjang dan sepatu yang hagnya tinggi.


Togar terkejut melihat Silvi yang sudah mendekat ke mobilnya.


" Togar bisa matamu tidak memandang Silvi seperti itu?"


" Nona kau cantik sekali."


" Togar ! Besok kau kupindah kerja ke papua." Suara Roi sedikit meninggi.


" Jangan tuan. Maaf. Aku terpesona."


" Togar ! Jaga ucapanmu. Cepatlah! Kita pulang sekarang."


Silvi yang duduk di sebelah Roi tersenyum, ia merasa lucu mendengar percakapan dua pria tadi.


Roi menatap Silvi yang masih tersenyum. Ahh...Roi merasa jantungnya berlari cepat. Lesung pipi di kedua belah pipi Silvi menambah kecantikkannya.


Roi mengenggam kembali jemari Silvi yang sempat terlepas ketika naik ke mobil.


Silvi memandang tangannya yang di genggam Roi. Kemudian ia beralih melihat wajah ganteng itu. Roi juga sedang menatapnya.


Roi merangkul pinggang Silvi dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih mengenggam jemari Silvi


Silvi merebahkan kepalanya di dada Roi. Ntah mengapa mereka berdua hanyut dalam perasaan masing-masing.


💐💐💐💐


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2