Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Partner


__ADS_3

Pagi hari Roi sudah bersiap-siap hendak berangkat kerja, Ia sudah rapi dan gagah dengan kemeja biru muda serta stelan jas berwarna biru dongker.


Tok...tok..terdengar ketukan di balik pintu.


" Masukklah ! " Roi masih merapikan penampilannya di depan cermin, tinggal dasinya yang belum terpasang.


" Roi ! selamat pagi." Silvi menghampiri Roi,ia mengambil dasi yang dipegang oleh Roi.


" Sini aku pasangkan." Silvi sudah siap memasangkan dasi Roi, tubuh tinggi itu membuat Silvi sedikit kesusahan.Roi menundukkan sedikit kepalanya agar Silvi bisa menggapai lehernya untuk memasangkan dasi.


cup


Roi mencium lembut bibir Silvi.


" Terima kasih, sayang." Roi tersenyum dan mengelus rambut Silvi." nanti pak Anton akan menjemputmu, pagi ini aku ada meeting dengan beberapa petinggi di perusahaan Michel group, dan...Ester akan menghandle sementara pekerjaanmu, sebenarnya aku lebih suka kau dirumah." Ucap Roi.


Silvi mengambil tas kerja Roi, ia menentengnya, berjalan mengikuti Roi dibelakangnya, tak lama kemudian mereka tiba di garasi, Roi membuka pintu mobilnya dan duduk di belakang setir sambil menatap Silvi.


" Hati-hati." Silvi memberikan tas yang dipegangnya kepada Roi. Dengan malu-malu Silvi mengecup pipi Roi.

__ADS_1


Roi tersenyum melihat tingkah Silvi.


" Apa ?" Silvi heran melihat Roi masih diam dan tak memajukan mobilnya.


" Sini ! " Roi mengayunkan tangannya memanggil Silvi.


Silvi tahu Roi akan menciumnya lagi.


" Sudah siang berangkatlah ! Aku juga mau siap-siap." Silvi menggelengkan kepalanya menolak permintaan Roi.Sambil melambaikan tangannya ia menjauh dari Roi.


Roi semakin gemes melihat tingkah paribannya itu, syukurlah sedikit demi sedikit Silvi sudah bisa lebih akrab dengannya.


\=\=\=\=\=\=\=


Togar memutuskan mengunjungi kediaman Michel dan Nita, sebelum ia akan menginap di apartemen Roi karena banyak yang akan dibahas tentang kemajuan perusahaan.


" Tuan, nyonya." sapa Togar setelah sampai di depan kediaman Michel.


Nita dan Michel sedang duduk santai menikmati coffee morningnya.

__ADS_1


" Kau datang ?" suara bariton Michel menyapa Togar.


" Ya tuan." jawab Togar tidak berani menatap wajah Michell


" Kenapa masih berdiri disitu, duduklah bersama kami." dengan wajah yang datar Michell menyuruh Togar untuk duduk di kursi kosong di hadapannya.


" Hmmm, sebentar aku buatkan kau coffee." Nita hendak beranjak dari tempat duduknya.


" Nyonya, maaf saya tidak akan lama, saya hanya ingin bertemu tuan dan nyonya sebentar saja, saya sangat merindukan kalian, kemarin di acara ulang tahun pernikahan tuan dan nyonya saya belum menyampaikan ucapan selamat, maafkan saya yang tidak berguna ini." ucap Togar dengan susah payah.


Michell dan Nita saling menatap, mereka heran kenapa Togar berbicara seperti itu.


" Kau datang dan menjaga Indah dengan baik sudah cukup bagi kami, jangan menyalahkan dirimu, Togar." suara lembut Nita menensngkan hati Togar.


" Kau sudah kami anggap sebagai bagian keluarga kami, tidak perlu seperti itu Togar, sekarang bersiaplah, bukankah sebentar lagi meeting di perusahaan di mulai, Ingat Roi paling tidak senang jika ada yang terlambat." Michell menimpali sambil menyesap coffeenya.


" Terima kasih tuan, nyonya kalau begitu saya akan pergi dulu." Togar bersiap untuk meninggalkan Nita dan Michell


" Satu lagi ! ingat aku tidak mau kau mempermainkan hati Indah." Togar berhenti sejenak mendengar perkataan Michell.

__ADS_1


Di mobil Togar bertanya-tanya mengapa Michell berkata seperti itu kepadanya, Indah, ya...sudah pasti ia sangat beruntung jika Indah mencintainya, tidak ada alasan baginya untuk menyakiti perempuan ysng dicintainya itu.


Bersambung


__ADS_2