Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
the ending


__ADS_3

Pesta pernikahan Rey dan Alina sangat meriah, keluarga besar berkumpul di pulau nan indah, halaman rumah Leo dan Karissa yang begitu luas disulap dengan pernak-pernik pernikahan yang begitu menarik, penuh dengan bunga rose dan anggrek bewarna merah jambu.


Rey dan Alina memutuskan resepsi pernikhan mereka dilakukan out door dengan mengambil tema pantai Danau Toba. Pesta pernikahan itu terbilang mewah meskipun tidak diadakan di hotel berbintang lima.


"Argh..tubuhku lelah sekali Rey." Alina menjatuhkan tubuhnya di kasur, rasa pegal membuatnya sedikit tidak nyaman.


"Sini aku bantu." Rey membantu Alina membuka dress pengantinnya.


Baru hitungan jam pesta pernikahan mereka selesai, Alina tidak menyangka pesta dengan adat batak banyak sekali ritualnya.


"Istirahatlah!" Rey membenahi dress pengantin Alina yang baru saja dilepas dari tubuhnya.


Alina berjalan ke kamar mandi ia akan membersihkan tubuhnya terlebih dahula baru kemudian istirahat.


.


Setelah Alina selesai membersihkan tubuhnya kini giliran Rey yang membersihkan tubuhnya tidak terlalu lama karena ia juga merasa lelah.


"Sayang." Rey melihat Alina yang sudah terlelap di ranjang.


Rey tersenyum melihat istrinya itu, wajahnya kelihatan begitu cantik di mata Rey. Ia mengusap pelan pucuk kepala Alina, kini wanita itu telah sah menjadi istrinya.


Rey sudah tidak tahan menahan rasa kantuknya. Ia berbaring disamping Alina, kemudia di dekapnya tubuh Alina dengan tangan kirinya, mereka terlelap dengan posisi yang saling memeluk.


***

__ADS_1


Akhirnya Hadi menyetujui rencana pernikahan Marissa dan Bima, meskipun hatinya masih belum seratus persen percaya kepada Bima.


Kondisi kehamilan Marissa itu yang membuatnya tidak menolak permintaan Bima dan Marissa.


"Lakukan saja sesuai permintaan mereka." perintah Hadi kepada Bobi sang asistennya.


Bobi sangat senang akhirnya Hadi memberikan restunya pada Marissa dan Bima.


***


Sebulan kemudian pesta pernikahan Bima dan Marissa pun dilangsungkan.


"Sayang." Marissa memeluk erat tubuh Bima yang belum selesai memakai jas ditangannya.


"Terima kasih kau sudah mencintaiku." Bima meletakkan jas yang dipegangnya di atas kasur.


Bima menangkup kedua belah pipi Marissa yang sudah kelihatan chubby, dengan gemas di ciumnya bibir merah itu dengan penuh cinta.


"Aku mencintaimu." Bima mengangkat tubuh Marissa ke pangkuannya, kini Bima duduk di sofa yang tersedia di ruangan kamar tempat mereka sedang fitting baju pengantin.


(Bima dan Marissa sedang mencoba pakaian pengantin mereka di sebuah butik ternama)


Bima menatap wajah Marissa dengan tatapan penuh cinta. Marissa tersenyum melihat pria yang dicintainya itu tak berhenti menatapnya.


Marissa mendekatkan wajahnya kemudian perlahan mengecup bibir Bima. Ia mengusap kedua belsh pipi laki-laki yang dicintainya itu.

__ADS_1


Bima tergelak terbayang olehnya bagaimana buruknya pertemuan mereka dulu.


"Kau memang nakal, sayang." Bima menarik hidung mancung Marissa.


"Kau mengingatnya?" Marissa tersipu malu


"Tidak akan bisa kulupakan. Tidak kusangka hatiku jatuh pada perempuan nakal ini." Bima kembali mengecup bibir Marissa.


Marissa begitu bahagia, meskipun awalnya Bima terkesan menolaknya, kenyataannya sekarang pria itu mencintainya dengan tulus.


Setelah selesai mengecup bibir wanitanya itu, Bima mengusap perut Marissa, perut itu sudah mulai membesar.


"Baby kita." ucapnya lembut sambil mengelus-elus perut Marissa.


Marissa tersenyum menanggapi ucapan Bima.


"I love you." Bima mencium kembali bibir kenyal Marissa, dimata Bima perempuan yang akan dinikahinya itu terlihat semakin cantik dan seksi.


Marissa membalas setiap lu*matan yang diberikan Bima, entah mengapa naluri kewanitaannya menuntut Bima melakukan lebih dari ciuman.


Marissa membawa tangan Bima ke dadanya, Bima tersenyum melihat kekasihnya itu memejamkan matanya menikmati re*masan demi re*masan yang dilakukan Bima dengan lembut pada dua bukit kembar yang padat.


"Bim, aku menginginkanmu."


"Jangan disini, sayang. Kita lakukan setelah menikah nanti di kamar pengantin kita." Bima melum**at kembali bibir Marissa.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2