Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Terus terang


__ADS_3

Malampun tiba...


" Dari mana saja kau. Papa dan mama mu datang, tidak kau sambut." ucap Karissa melihat Nita dan Michel yang baru saja datang.


" Aishh...ma. Aku dan menantumu mengurus beberapa keperluan untuk pertunangan Roi. Kami baru saja menyelesaikan kesepakatan dengan penata dekorasi." Nita memeluk mamanya kemudian berganti ke papanya, demikian juga Michel


" Ku kira kau tak lagi merindukan orang tua mu ini." ucap Karissa kemudian terdengar seperti mengejek.


" Ma...aku sangat merindukan kalian."


" Sudah...sudah...cepatlah mandi, sebentar lagi makan malam." Leo menengahi perseteruan ibu dan putrinya.


Morin hanya tersenyum melihat Nita yang memasang muka cemberut meninggalkan ruang keluarga. Ia menggelengkan kepalanya.Sudah pada tua masih seperti anak-anak, gumannya.


Berkumpul di meja makan.


Uli sedang sibuk menata meja makan. Hari ini ia sengaja menghidangkan masakan khas suku batak. Ikan mas arsik dengan daun singkong yang di gulai. Ditambah lagi ikan teri nasi balado, menambah kelezatan hidangan malam ini.


" Wahh...makanan ini sangat spesial." suara si bungsu Reyhan.


" Eitsss...nga sopan kamu ya." indah memukul tangan Reyhan yang mau cicip-cicip ikan mas yang di masak mamanya." Cuci tanganmu." katanya sambil menarik tangan Reyhan ke wastafel.


Roi dan Togar yang duduk bersebelahan saling me natap mereka merasa lucu melihat kelakuan Indah dan Rey.


Silvi ikut mamanya menyiapkan peralatan makan, piring, sendok, dan gelas sudah tertata rapi di meja.

__ADS_1


" Terima kasih." ucap Roi ketika menyiapkan piring dan sendok untuk Roi. Silvi hanya tersenyum samar menjawab ucapan Roi.


" Sebelum makan ada upasanya nih.." kata Leo setelah semua duduk rapi di depan meja makan


( Upasa \= pantun yang diucapkan sebelum makan, biasanya mengandung makna doa dan diucapkan oleh orang yang dianggap paling tua dalam keluarga.


Si titik ma si goppa


godang- godang pangaruhutna


Saotik na tupa


Sai anggiat ma sukses saluhutna


( biar sedikit yang tersedia, mudah-mudahan sukses semua rencana )


" Togar." Leo memanggil nama pria itu.


" Saya tuan." Togar menghentikan sejenak makannya.


" Mengapa kau masih memanggilku seperti itu. Bukankah sudah kukatakan panggil aku ayah, aku sudah menganggap kau anakku."


" Baik tu..tu. Ayah."


" Kenapa lidahmu masih kaku saja seperti itu." Leo memandang Togar licik. " Aku hanya mau bilang, cari istri yang suku batak, peraturan itu berlaku juga untukmu." lanjutnya.

__ADS_1


Mengapa orang tua ini selalu membuat hidupku susah.Ucap Togar dalam hati.


" Pa..biarkan Togar makan dulu, nanti dilanjutkan ngobrolnya." Nita kasihan melihat Togar salah tingkah karena ayahnya.


" Hmmm." seringai itu muncul di wajah Leo.


Ada - ada saja umpat Togar dalam hati.


Flash back on


Togar sudah dianggap anak oleh Leo dan Karissa. Mereka menemukan Togar waktu ia berumur dua tahun, Togar hidup dijalanan yang setiap hari menjajahkan koran tepat di pemberhentian lampu merah.


Leo merasa iba ketika melihat anak kecil itu sepanjang hari berkutat di jalanan. Pagi ia menjajakan koran ditangannya, Siang hari ia berganti menjajakan minuman ringan dan rokok. Hampir setiap hari Leo memperhatikan anak kecil itu.


Hari itu Leo pulang malam dari perusahaannya, seperti biasa ia melihat anak kecil itu masih di jalanan, Leo sempat berpikir tentang orang tuanya yang tega memperlakukan anak di bawah umur seperti itu, tapi perkiraan Leo meleset ketika ia turun dari mobilnya dan menyapa anak itu.


" Mengapa sepanjang hari kau dijalanan. Aku sering melihatmu. Kemana perginya ayah dan ibumu." ucap Leo menatap mata lelah anak itu.


" Aku tidak punya orang tua tuan. Aku hidup sendirian di kota Medan ini." suara anak itu pelan dan sedikit gemetar.entah karena takut atau karena sedih.


" Kau mau ikut denganku ? Kami akan mengasuhmu." ucap Leo tanpa berpikir panjang.


Anak kecil itu mengangguk. Leo membawa anak itu ke mobilnya untuk dibawa pulang ke rumahnya. Istri Leo, Karissa sangat terkejut melihat suaminya pulang membawa seorang anak kecil ke rumahnya. Leo menjelaskan tentang Togar ke istrinya dan maksudnya membawa anak itu ke rumahnya.


Singkat cerita Karissa menyetujui keinginan suaminya mengangkat Togar menjadi anak asuhnya. Waktu itu Morin dan Nita sudah menikah, dan masing-masing hidup dengan keluarganya.

__ADS_1


💐💐💐💐


Bersambung


__ADS_2