Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
I love You


__ADS_3

Hari baru semangat baru.


Alina sudah bangun sejah subuh, entah kenapa ia tidak bisa tidur nyenyak seperti malam-malam yang lalu. Ia memilih bangun pagi, sudah lama ia tidak memasak karena sibuk mengurusi Rey yang sedang sakit. Hari ini ia ingin kembali menggeluti hobbynya itu.


"Nona, masih terlalu subuh, kau sudah di dapur." Bi Mira menyapa Alina yang sedang sibuk membuat adonan kue brownies.


"Selamat pagi, Bi Mira." Alina tersenyum menyapa Bi Mira asisten rumah tangga di kediaman Morin.


"Sudah lama aku tidak memasak. Hari ini aku ingin sekali membuat kue brownies, bik. Semoga enak dan semuanya suka." Alina sedang me mix bahan-bahan untuk membuat kue.


"Dari aromanya saja pasti enak, non."


"Semoga, bik."


Setelah menyelesaikan kue browniesnya, Alina membersihkan tubuhnya. Sebentar lagi ia akan berangkat bekerja. Setelah beberapa hari ikut dengan Rey ia sudah mengetahui jalan mana saja yang dilalui dan hari ini ia akan berangkat sendiri menggunakan mobil yang sudah diberikan tuan Morin untuknya.


"Wow...ada kue brownies. Tidak biasanya. Hari ini hari spesial ya bik." Rey menggoda bik Mira yang sedang menyiapkan sarapan.


"Kemana semua orang ? Sudah jam segini belum pada turun untuk sarapan." Rey mencomot satu potongan kue brownies yang baru saja diletakkan.


"Ya. Belum pada turun, tetapi nona Alina sudah berangkat kerja. Nona bangun subuh, ia yang memasak brownies ini." Rey mengambil satu potong lagi browniesnya kemudian ia meminum susu yang sudah disiapkan.


Sepagi ini ia sudah berangkat kerja. Apakah ia sengaja menghindari aku.


Rey menyelesaikan sarapannya kemudian ia berangkat bekerja. Ia ingin segera menyusul Alina.


Rey tiba di perkebunan, ia melihat mobil yang dipakai Alina sudah terparkir di tempat yang disediakan. Rey turun dari mobilnya dan berjalan menuju ruangan tempat Alina bekerja.

__ADS_1


Tidak ada. Kemana dia ?


Rey tidak menemukan Alina di manapun.


Setelah Alina sampai di perkebunan. Ia berjalan melihat-lihat pohon teh yang asri. Ia merasakan sejuknya udara di sekitar perkebunan, hampir setengah jam ia berada di sana akhirnya ia memutuskan kembali ke kantor karena jam kerja akan dimulai.


Ketika ia berbalik Rey sudah berdiri di belakangnya. Seorang pekerja memberitahu Rey kalau Alina berada di tengah-tengah kebun teh.


"Rey. Kamu sudah datang. Baru aku ingin kembali untuk bekerja." Alina berjalan menghampiri Rey yang berdiri tegak memandangnya.


"Kenapa enggak ngasih tahu kalau kamu berangkat sendiri."


" Aku tidak mau mengganggu tidurmu."


"Atau kau sengaja menghindar dariku."


"Aku ingin kembali ke kantor."


Rey geram dengan sikap sok Alina, ia tahu kalau Alina sedang dilanda cemburu, dan ia tahu Alina mencintainya. Tetapi Alina berusaha menutupinya.


Dengan langkah cepat Rey menyusul Alina yang sudah berjalan beberapa langkah di depan.


"Rey." Alina terkejut Rey menarik tangannya hingga tubuh Alina jatuh begitu saja di pelukkan Rey.


Rey menatap dua bola mata Alina yang bergerak-gerak karena canggung.


"Rey. To. ..." Rey mendekap Alina dengan erat.

__ADS_1


"Sampai kapan kau menyiksa dirimu sendiri." Rey memegang kedua lengan Alina.


"I love You." ucap Rey


Alina menggelengkan kepalanya, ia merasa ini satu kesalahan. Alina berusaha melepaskan tangan Rey dari lengannya.


"Rey. Itu tidak mungkin. Kau dan Jean pasangan yang serasi dan kau memang pantas untuknya. Aku tidak pantas mendampingimu. Jadi sekarang tolong lepaskan tanganmu."


Rey membiarkan Alina berbicara mengeluarkan semua isi hatinya. Setelah Alina diam. Rey menarik tengkuk lehernya dan mencium bibir merah Alina. Ia menyesap bibir manis itu, Rey sudah tidak tahan lagi dengan penolakkan Alina


"I love you, sayang. Aku tidak bisa berhenti mencintaimu. Aku sudah mencoba tapi tetap tidak bisa." Rey menyesap kembali bibir orang yang sangat dicintainya itu.


Alina juga sudah tidak dapat menyembunyikan perasaannya. Kali ini ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengutarakan perasaannya. Ia membalas ciuman Rey. Ia memeluk erat tubuh Rey.


"Katakan kau mencintai aku, sayang." Rey mengusap pipi Alina dengan tangannya. Ia menunggu Alina mengatakan bahwa ia mencintai Rey.


Dengan tanpa rasa ragu Alina berjinjit menyetarakan tubuhnya dengan Rey, di letakkannya kedua tangan di tengkuk leher Rey, ia menariknya kemudian mencium bibir Rey dengan lembut.


"I love you, Rey." Alina berbisik di hadapan Rey.


Rey menatap Alina, ia ingin memastikan tidak ada dusta di sana. Alina tersenyum membiarkan Rey menatapnya. Hatinya sekarang plong sudah. Ia sudah tidak menyembunyikan perasaannya lagi kepada Rey.


Rey memeluk Alina dengan erat. Rasa bahagianya begitu meluap. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Jangan lagi menjauh, sayang."


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2