Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Alina dan Rey


__ADS_3

* mumpung santai aku up nih double episode.


readers boom like dan vote nya ya....komen juga biar author tambah cumungutttt.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam pun tiba, baru saja Togar memarkirkan mobilnya di parkiran rumahnya.. Perjalanan Togar dan Alina sedikit lambat karena sambil menyetir Togar mengajak Alina bercerita tentang hubungannya dengan Rey.


"Jadi kalian telah melakukannya ?" pertanyaan Togar membuat Alina tersipu malu.


" Karena aku yang menggoda Rey, malam itu aku dibawa pengaruh obat sialan itu." jawab Alina membela diri, ia tidak mau Togar berpikiran Rey yang mempermainkannya.


Lagi Togar mendengar nama Arnold yang tidak jera mengganggu kehidupan orang lain, Togar tahu persis permasalahan Arnold dan Radit jadi ia akan benar-benar melenyapkannya jika bertemu nanti.


"Kau tidak perlu kawatir, kau dan ayahmu dalam pengawasan dan ĺindungan kami. Aku akan mengirim pengawal untuk menjagai kalian. Aku pastikan kalian aman."


"Terima kasih, tuan."


***

__ADS_1


"Ayo, Al ! Kita langsung ke kamar Rey." Togar berjalan di depan diikuti oleh Alina dari belakang.


Dengan hati ragu dan perasaan takut Alina menapaki selangkah demi selangkah kakinya menuju kamar yang ditempati Rey. Hingga mereka tiba di depan sebuah pintu kamar yang tidak tertutup, Togar mendorong daun pintu dengan perlahan kemudian ia menggerakkan kepalanya meminta Alina masuk menemui Rey.


Alina masuk ke dalam kamar Rey, gelap hanya lampu kecil dari balkon yang menerangi ruangan itu. Alina terkejut ketika mendapati bayangan Rey duduk di salah satu kursi, seperti orang yang tidur dalam posisi duduk.


Alina mencari saklar untuk menghidupkan lampu kamar.


Plak..


Ruangan itu tiba-tiba terang, Rey sangat terusik dengan cahaya lampu yang baru saja menyala.


Rey menatap Alina dengan dingin. Tidak satu katapun keluar dari mulutnya. Kemudian ia membuang jauh-jauh wajahnya dari hadapan Alina.


" Jangan menggangguku ! Tinggalkan aku sendiri !" pinta Rey dengan tetap memalingkan wajahnya dari Alina.


"Rey ! Aku..."


" Keluar !" Alina terkejut mendengar teriakan Rey

__ADS_1


Ia melangkah mundur dari hadapan Rey, ia berlari keluar kamar meninggalkan Rey, setelah ia keluar dari kamar ia bertemu dengsn Togar yang sedari tadi berada di balik pintu untuk mengawasinya, kini ia berdiri tegak dihadapan Alina. Alina menghapus air mata yang sempat turun di pipinya. Togar melihat semua yang terjadi di dalam kamar tadi.


"Maaf, Kau harus sabar, Al. Begitulah Rey sekarang emosinya meledak-ledak terkadang ia tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada orang yang mencoba mengganggunya." Togar tertunduk di hadapan Alina.


Togar membawa Alina ke kamarnya. Ia juga merasa iba melihat Rey barusan membentaknya.


"Istirahatlah ! Besok mungkin mood Rey lebih baik." Togar meninggalkan Alina dan ia kembali memeriksa Rey. Masih dalam posisi yang sama Rey duduk dan menjatuhkan kepalanya di sandaran sebuah kursi. Matanya kosong menatap langit-langit rumah.


Togar memeritahkan pengawalnya untuk menjaga Rey. Kemudian Togar bergegas menuju kamarnya. Ia melihat Indah dan putrinya Stefani yang sedang tidur sambil berpelukkan. Ia mencium kening kedua orang yang sangat ia cintai kemudian barulah ia membersihkan diri.


Di dalam kamar Rey mulai merasa sesuatu menuntut dari tubuhnya, ya...ia membutuhkan minuman beralkohol itu saat ini, Rey berubah menjadi garang, wajahnya merah, kedua pengawal yang siaga di depan pintu kamar Rey sudah mengerti harus berbuat apa.


Setelah mendapatkan suntikan penenang barulah Rey tenang dan tidur dengan nyenyak.


Alina melihat semua itu dari balik pintu kamarnya, tadi ia mendengar suara orang seperti berteriak dari kamar Rey, ia membuka pintu kamarnya dan menyaksikan Rey disuntik dengan obat penenang.


Alina merasa bersalah, semua yang terjadi pada Rey karena dirinya. Ia berada di posisi yang sangat membingungkan. Ia harus memikirkan keselamatan orangtuanya, Bima calon suaminya, dan Rey yang mencintainya. Itulah alasannya ia pergi menjauh, ia tahu tindakannya salah, tapi mau gimana lagi Alina sulit harus memilih yang mana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2