Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Belajar memasak


__ADS_3

Marissa sangat bersemangat hari ini, dibenaknya sudah tersusun rapi rencana yang akan dilakukannya nanti siang.


" Nona serius ?"


Marissa menganggukkan kepalanya dengan pasti, senyum manis terpancar di wajahnya, hari ini ia akan belajar menyenangkan hati Bima.


"Aku berangkat sekarang saja." Marissa mematikan laptopnya, ia sudah memeriksa laporan dan email yang dikirimkan padanya, selanjutnya Bobi akan meneruskan pekerjaannya.


Hampir dua jam Marissa berkeliling di mall untuk memilih beberapa bahan makanan yang akan dimasaknya, ya...tanpa sepengetahuan Bima ia akan mencoba belajar memasak.


Mudah-mudahan hasilnya enak dan menarik


Setelah selesai dengan belanjanya Marissa bergegas pulang dengan taksi online, ia sengaja tidak membawa mobilnya karena Bima memintanya untuk tinggal bersamanya.


Sesampai diapartemen Marissa mulai membersihkan dan menyiapkan bumbu-bumbu untuk persiapannya memasak.


" Kita makan siang bersama. Nanti aku akan mengabarimu tempatnya."


Marissa membaca chat yang baru dikirimkan Bima ke ponselnya.


"Aku sudah di apartemen, aku tidak enak badan, aku ingin istirahat saja di rumah." balas Marissa mengirimkan chat kembali.


Setelah itu Marissa tidak lagi mendapat balasan chat dari Bima.


Marissa mulai memasak sambil memperhatikan tutorialnya di youtube.


Oh...astaga kenapa ini kelihatan susah sekali, padahal Bima melakukannya dengan mudah.

__ADS_1


Perhatian Marissa hanyut dengan pekerjaannya, dengan bersemangat ia memasak, sesekali ia bingung harus bagaimana, ia mengulang lagi tutorialnya.


Bima yang melihat Marissa memasak dengan segala kerepotannya tersenyum, bukankah ia sedang tidak enak badan? Sesekali ia melihat Marissa melompat terkejut mendengar desiran minyak dipengorenggan yang sedang memasak bumbu.


Bima terkekeh.


" Kau bisa membakar tempat tinggalku. Lihat ! Kau memasang api sebesar ini hanya untuk menggoreng bumbu." Bima pura-pura marah.


Ia tidak mau kalau Marissa sampai celaka karena belum memahami cara memasak.


" Bim...Bima. Kau sudah pulang ?" Marissa terkejut melihat Bima datang tiba-tiba.


Setelah mematikan kompor, Bima menatap Marissa. Marissa tidak berani menatap Bima, ia tertunduk, gemetar dan salah tingkah.


" Aku hanya mencoba belajar memasak sesuatu." Marissa berusaha menjelaskan kepada Bima.


Tanpa ba..bi..bu...Bima menggulung lengan kemejanya dan mulai memasak.


" Bim..." Marissa mengajak Bima berbicara agar suasana tidak canggung.


"Ganti bajumu." Marissa melihat pakaian yang dipakainya.


Oh...astaga ! Marissa lupa kalau ia sedang memakai hot pant dengan atasan minim.


" Aku kepanasan. Kata orang sih.., ibu hamil itu suka kegerahan." Marissa tersenyum memperhatikan Bima yang dengan lincah menyelesaikan masakkannya.


" Bukankah ruangan ini sudah ber- AC?"

__ADS_1


" Hmm. Aku nyaman seperti ini." Marissa mendekatkan dirinya kepada Bima, ia sengaja menggoda Bima dengan tubuhnya yang sedikit terbuka.


" Aku ingin melihat caramu memasak." ucap Marissa ketika Bima melototkan matanya.


Bima cepat-cepat menyelesaikan acara memasaknya, hati dan pikirannya sedang tidak baik-baik saja karena Marissa berdiri begitu dekat membuat konsentrasinya memasak berantakan.


" Bim...dagingnya sudah matang. Bisa aku cicipi ?" Marissa tergiur dengan daging yang baru saja diangkat Bima dari pan.


" Makanlah disana." Bima menyuruh Marissa memakannya di meja makan.


" Aku takut panas. Bisa kau yang suapin ?"


Bima melebarkan matanya. Marissa membalas tatapan Bima dengan nada memohon.


Bima sudah tidak tahan lagi melihat kemolekkan tubuh Marissa, ditambah lagi kulit Marissa yang putih dan mulus membuat pertahanan Bima hancur seketika.


Rupanya ia sedang menggodaku, guman Bima dalam hati.


Bima meraih pinggang Marissa, kemudian dengan perlahan diarahkannya bibirnya untuk mencium bibir merah dan kenyal milik Marissa.


Merasa usahanya berhasi, dalam hati Marissa bersorak ke girangan. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Marissa membalas setiap ciuman dan ******* yang diberikan Bima.


Tanpa mereka sadari mereka kini sedang terbawa suasana, saling ******* dan menyesap.


" Aku mencintaimu." ucap Marissa dalam hati.


Ia berharap cepat atau lambat Bima mencintai dirinya juga.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2