Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Kecewa


__ADS_3

Teng..


Jam pulang kantor sudah tiba.


Silvi membereskan file-file di mejanya, sesudah membereskan meja Roi yang sedikit berantakan dia meninggalkan ruangan Roi.


Roi dan Adnan sedang meninjau lokasi pembangunan hotel milik kekuarga Michel, ntah dimana tempatnya, Silvi tidak tahu pasti. Setelah makan siang mereka langsung pergi, dan aku lagi-lagi kerja sendiri di ruangan itu.


Silvi bergegas menaiki lift sebentar- sebentar ia melirik ponselnya, ada beberapa notifikasi yang masuk, tapi diabaikan olehnya.


" Kak David." Silvi meneriaki nama itu setelah melihat David melambaikan tangannya kepada Solvidi depan mobilnya.


Silvi berlari mendapatkan David dan memeluknya.


" Uhh..sudah mau married masih saja manja." ucap David sambil menarik ujung hidung Silvi.


" Sudah ijin sama Roi ? " tanya David kemudian


" Iya " ucap Silvi sambil menganggukkan kepalanya.


" Hayu.." David membawa Silvi masuk ke mobilnya.


Setelah satu jam David dan Silvi sudah sampai di depan rumahnya.


" Opung.." Silvi berlari mendekat dan memeluk Robert dan Mary bergantian.


" Kau sama saja seperti ibumu, manja." Mary mengusap- usap kepala Silvi.


" Silvi mana Roi ? Kalian tidak bersama? " Robert bertanya kepada cucunya itu.


" Dia selalu sibuk dengan wa..." Silvi langsung menutup mulutnya dengan tangannya hampir saja ia keceplosan.


Robert, Mary dan David saling memandang, mereka tidak mengerti apa yang ingin diucapkan Silvi.

__ADS_1


" Apa maksudnya sayang ? " Robert bertanya dengan sedikit penasaran.


" Hmm. maksudku waktunya hanya untuk pekerjaannya, aku nga suka dengan si dingin, kaku dan cuek itu.


" Hahaha..." David tertawa lepas " Kenapa banyak sekali gelar yang kau berikan padanya ?" masih terkekeh melihat raut wajah Silvi yang sedikit manyun


" Kak David..."


" Itu tandanya kau ingin diperhatikan, dan tak lama lagi pasti kau sudah jatuh cinta padanya."


" Kak David..jahat. ngegodain aku terus."


" Sudah..sudah..ayo kita makan dulu. Opung sudah masakkan makanan kesukaanmu." Mary mengajak semuanya ke meja makan.


" Kapan Michell dan Nita pulang dari Hongkong ? " tanya Robert sambil menikmati masakan istrinya.


" Belum tahu opung, tapi sepertinya dalam waktu yang lama, mereka mengurus perusahaan yang di sana."


" Trus kenapa kau mau nginap disini ? Bagaimana dengan Roi ? " David kembali menggoda Silvi.


Semua memandang ke arah suara yang barusan mereka dengar.


" Roi ! Kapan kau datang ? kenapa nga ngasih kabar ? " David mempersilahkan Roi duduk di dekat Silvi.


" Roi ! Kau mengejutkan kami." Mary menyiapkan makanan untuk Roi, Robert tersenyum melihat wajah Silvi yang cemberut.


" Surprise opung." jawab Roi cuek.


Ia melirik Silvi yang cuek kepadanya.


Mary dan Robert saling menatap, mereka akan memberikan ruang untuk Roi dan Silvi untuk berbicara, mereka akan meninggalkan mereka berdua.


" Roi, Silvi.Opung mau ke kamar. Kalian bicaralah dulu."

__ADS_1


" Saya juga mau ke ruang kerja dulu, besok ada penerbangan siang hari."


Akhirnya Roi dan Silvi tinggal duduk berdua.


" Kenapa kau pergi nga bilang-bilang dulu sih."


" Lha..tadikan sudah dikasih tahu."


" Aku pikir kamu nga jadi pergi."


Silvi hanya diam tidak menanggapi perkataan Roi.


Roi mengambil tangan Silvi dan menggenggamnya sambil menatap Silvi.


" Apa ?"


" Kau membuatku cemas, syukurlah kau tidak apa-apa, aku jadi tenang, aku nga mau diomelin papih dan mamih karena tidak menjagamu."


" Tak perlu kawatir tentang aku."


" Siapa yang berani membiarkanmu seperti ini, sikapmu masih saja seperti dulu manja dan semaunya."


" Cukup. Jangan membuat keributan di sini. Pulanglah ! kau bisa menghabiskan waktumu dengan pacarmu." Silvi bergegas meninggalkan Roi, ibaru saja ia akan melangkah Roi sudah menarik tangannya.


" Silvi."


Silvi menatap Roi dengan wajah kesal.


" Aku...aku minta maaf. Aku tak bisa menjaga perasaanmu."


" Untuk apa ? Bukankah kita tidak saling cinta ?"


Roi menatap Silvi, kemudian ia duduk di sofa dengan lemas, berulang kali ia memijit pelipisnya. Ia sangat kecewa dengan ucapan Silvi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2