Jatuh Cinta Dengan Paribanku

Jatuh Cinta Dengan Paribanku
Diam


__ADS_3

Merasakan udara yang begitu sejuk, hamparan air danau yang diiringan dengan riak-riak ombak kecil, dan sinar matahari yang masih malu-malu membuat orang yang sedang lari pagi mau berlama-lama berada disekitar pantai Danau Toba.


Leo dan istrinya, Karissa, Togar dan Indah sedang menikmati pagi indah di sekitar danau. Leo dan Karissa sekedar berjalan santai, tubuh mereka sudah tidak memungkinkan untuk melakukan olah raga yang terlalu berat. Berjalan santai saja layaknya joging sambil menikmati pemandangan ysng begitu indah.


Hal inilah yang membuat Leo dan Karissa memilih untuk menikmati hari


Indah berjalan mengikuti kedua opngnya itu, Ia masih enggan dekat dengan Togar, sejak mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka, Indah memilih untuk membatasi diri dengan Togar, walaupun hanya sekedar berbicara.


" Lihat ! Kios-kios itu menjual pernak-pernik khas disini." Karissa mengajak Indah melihat-lihat aneka suvenir yang dijajakan di beberapa kios.


" Ambil yang kau suka." ucap Leo kepada Indah.


Leo menunjukkan beberapa barang seperti tas, baju, topi, dan masih banyak lagi kepada Indah, semua barang dijual mencirikan ke khasan suku batak. Motif Ulos mendominasi setiap barang.


" Aku mau itu opung." Indah menunjuk seorang anak yang berjalan sambil meneriaki dagangannya kepada pengunjung.


" Dolung-dolung " Ucap Karissa dan mengajak cucunya itu mendekat kepada anak yang meneriaki dagangannya.


" Berikan kami 20.000." ucap Karissa sambil menyerahkan uang kertas yang nominalnya 20.000 kepada anak itu.


Anak itu memberikan beberapa makanan yang terbungkus daun kepada Karissa.


" Terima kasih." Indah tersenyum menanggapi ucapan anak itu.

__ADS_1


Karissa dan Indah meninggalkan anak yang menjual dolung-dolung itu, mereka berjalan menemui Leo yang duduk di sebuah kursi dipinggiran pantai.


Togar sudah duduk bersama Leo, ia baru saja duduk setelah menyelesaiakan lari beberapa kali putaran di sekitar pantai.


" Aku pulang duluan, tubuhku berkeringat dan lengket." ucap Togar kepada Leo dan Karissa.


" Bawa indah bersamamu, kami masih ingin disini sebentar lagi." ucap Leo


" Opung, aku juga masih ingin disini." ucap Indah


" Sarapan saja dulu di rumah, nanti dolung-dolungnya tidak enak kalau dingin."


Indah tidak bisa lagi menolak permintaan Leo dan Karissa, lagi pula Indah tidak mau kalau kedua opungnya itu mengetahui hubungan mereka yang sedang tidak baik, bisa jadi panjang masalahnya nanti.


" Baiklah opung, kalau begitu aku pulang duluan." ucap Indah mengalah.


" Kenapa sih jalan seperti orang di kejar maling saja." umpat Indah


Togar tahu kalau ucapan itu ditujukan padanya, ia memperlambat jalannya, sebenarnya ia ingin berjalan disamping perempuan yang dicintainya itu.


" Hmm...Sikapmu seperti anak-anak saja." entah keberanian darimana Indah sengaja mengucapkan kalimat itu.


Togar membalikkan tubuhnya, matanya menatap Indah dengan tajam.

__ADS_1


" Siapa yang kau sebut anak-anak ha ?" ucap Togar mendekati Indah.


Indah membalas tatapan Togar seperti menantang


" Kamu."


" What ? Aku.. , apa alasannya kau menuduhku seperti anak-anak." Togar semakin mendekatkan wajahnya , ia menurunkan sedikit tubuhnya mengingat tubuh Indah tidak setinggi tubuhnya, agar ia bisa melihat mata Indah yang menantangnya.


Togar mendekatkan wajahnya dan meminta Indah mengeluarkan suaranya


" Katakan apa alasannya." Togar menunggu jawaban dari Indah dengan posisi yang membuat Indah gugup, bagaimana tidak Togar menatapnya dengan jarak yang begitu dekat.


" Jauhkan wajahmu." pinta Indah sambil mendorong tubuh Togar.


" Tidak. Sebelum aku mendengar jawabanmu." Togar tetap pada posisinya.


Setelah beberapa detik saling menatap, Togar benar-benar tidak bisa menahan gejolak cinta dan rindu di dadanya. Sudah beberapa hari ini mereka saling diam dan saling mengabaikan, meskipun sebenarnya baik Indah begitupun Togar ingin segera menyelesaikan kesalahpahaman diantara mereka.


Indah mendekatkan wajahnya dan CUP...ia mengecup bibir Togar pelan, yang sontak membuat Togar melebarkan matanya menatap Indah, ia tak percaya Indah melakukannya.


" Kau...Kau...menc..."


" Satu sama." ucap Indah cuek.

__ADS_1


🤗🤗🤗


( hahahaha...kecolongan Togar )


__ADS_2