
Topan melangkah mendekati Erna dan Amoroso, dengan wajah yang Terlihat sangat terpukul. Amoroso mengalihkan pandangannya ke sudut ruangan itu. Sedangkan Erna berusaha mendekati Topan dengan perlahan.
"Topan, ibu bisa jelaskan," Erna mencoba meraih tangan Topan, tetapi dengan cepat Topan berusaha menghindarinya.
Topan duduk diatas sofa dan menatap ibunya dengan sorot mata yang tidak bisa di artikan oleh Erna.
"Jadi, benar apa kata gosip yang beredar?" Tanya Topan.
"Bu-bu-bukan... begitu."
"Siapa ayah kandungku? Galang? Siapa dia?" Tanya Topan.
Erna menghela nafas panjang. Ia mulai menangis sesenggukan.
"Siapa Galang!" Dengan emosi, Topan bertanya dengan nada suara yang tinggi kepada ibunya.
Erna terdiam membisu.
"Satu lagi, kini aku paham, mengapa sikap bapak seperti itu padaku."
Amoroso menatap Topan dengan tatapan yang datar.
"Ternyata aku bukan anak kandung bapak... Wajar saja bapak membenciku."
"Saya tidak pernah membenci kamu," Sahut Amoroso.
"Lalu? Apa?" Tanya Topan dengan ekspresi wajah yang tampak geram kepada kedua orangtuanya.
"Jauh di lubuk hatiku, aku menyayangimu. Hanya saja..."
"Saya bukan anak anda pak Amoroso?" Tanya Topan.
Amoroso kembali terdiam.
__ADS_1
"Apakah yang ibu bilang itu benar?" Tanya Topan lagi kepada Erna.
Erna masih diam membisu. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan.
"Jawab bu.." Desak Topan.
"Apa yang ibu lakukan dimasa lalu? Mengapa ibu selalu bungkam?"
Erna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Erna... apakah benar yang kamu katakan?" Tanya Amoroso.
"Aku tidak tahu! Aku tidak tahu!" Erna beranjak dari duduknya dan berlari masuk kedalam kamarnya. Erna mengunci kamar nya dan menyenderkan punggungnya di daun pintu kamar itu.
"Bu!" Topan mengetuk pintu kamar Erna. Erna hanya mampu menangis pilu dibalik daun pintu tersebut.
Bahkan, Erna sendiri pun tidak tahu, Topan anak kandung siapa. Itulah yang membuat dirinya menjawab pertanyaan Amoroso dengan jawaban yang plin-plan.
"Bila kamu merasa Topan anak kandung mu, dia adalah anak kandungmu." Hanya itu yang selama ini mampu Erna katakan kepada Amoroso.
35 tahun yang lalu. Erna memiliki hubungan khusus dengan Galang, ajudan ayahnya. Meskipun begitu, Erna mampu mempertahankan kegadisan nya, walaupun dirinya begitu dekat dengan Galang. Erna dan Galang menjalin kasih dengan cara yang sehat. Mereka hanya bertemu diluar dan berjalan-jalan dikala senja, bila Galang sedang bebas bertugas.
Dan 34 tahun yang lalu, Erna terpaksa meninggalkan Galang, karena ia dijodohkan dengan Amoroso. Amoroso adalah orang yang paling beruntung, karena mendapatkan dirinya secara utuh. Dokter pun sudah memastikan bahwa Erna adalah seorang gadis yang tak ternoda, sebelum pernikahan dilaksanakan.
Seiring berjalannya waktu dalam ikatan pernikahan, di rumah dinas yang disediakan untuk dirinya dan Amoroso, Erna mulai merasa tertekan karena perasaan rindunya kepada Galang. Bagaimana pun, Erna tidak dapat melupakannya lelaki tampan dengan pembawaan yang tenang tersebut.
Tiba saatnya Amoroso di pindah tugaskan, akhirnya Erna nekat mencari alasan untuk dapat tinggal di rumah orangtuanya. Semua itu ia lakukan hanya untuk dapat melihat Galang, walaupun tidak bisa mendekati lelaki itu. Erna sadar betul status yang sedang ia emban. Dia adalah seorang istri dari putra Negara.
Pertemuan demi pertemuan, hari demi hari, perasaan ingin memeluk, mendekati, rindu dan lain sebagainya semakin memuncak. Hingga akhirnya, Erna dan Galang pun nekat untuk bertemu kembali di luar. Seperti saat mereka merajut asmara.
Awalnya semua biasa saja, hingga akhirnya mereka nekat untuk melampiaskan rasa di suatu tempat yang hanya mereka berdua yang tahu. Hal itu kerap mereka lakukan hingga beberapa kali.
Suatu ketika, 33 tahun yang lalu, Amoroso mengunjungi Erna dan Erna pun kembali ke tugasnya sebagai istri. Hanya seminggu! Ya, Amoroso pulang untuk melepaskan rindu pada Erna hanya diberikan waktu satu minggu.
__ADS_1
Setelah itu, terjadilah pertengkaran antara Erna dan Amoroso yang merasa cemburu saat menangkap tatapan Erna kepada Galang yang terlihat begitu berbeda. Amoroso curiga, bila cinta diantara Erna dan Galang tidak pernah padam. Tetapi, Erna berhasil meyakinkan Amoroso, bila dirinya dan Galang tidak punya hubungan apapun selain sebagai mantan kekasih.
Saat itu juga Erna mulai menjaga jarak dengan Galang. Karena ia merasa dirinya sedang dalam pengawasan orangtuanya dan juga Amoroso. Namun, sebulan setelah Amoroso kembali ke daerah dimana dirinya bertugas. Erna mendapatkan dirinya mengandung anak pertamanya. Erna sempat merasa takut dengan kenyataan. Bukan dirinya tidak merasa bahagia karena sedang mengandung, hanya saja, dirinya pun bertanya, siapa bapak kandung dari anak yang sedang ia kandung.
Tetapi, Erna mencoba meyakinkan dirinya, bila Amoroso lah bapak kandung dari Topan. Karena terakhir kali ia menghabiskan waktu satu minggu bersama dengan Amoroso tanpa menemui Galang sekalipun. Tetapi, bisa saja anak yang sedang ia kandung itu adalah anak Galang. Karena sebelum Amoroso pulang, ia kerap menghabiskan waktu dengan Galang. Bahkan, sehari sebelum Amoroso pulang, Erna menghabiskan waktu berdua dengan Galang.
Bahkan, selama hamil pun, Erna kerap di temani oleh Galang. Hingga saat ia melahirkan pun, Galang bersama dengan kedua orangtua Erna lah yang menunggu nya dirumah sakit. Sedangkan Amoroso, lelaki itu tidak dapat hadir, karena ia sedang bertugas.
Amoroso pulang dan menemui anak pertamanya setelah satu tahun kemudian, yaitu 31 tahun yang lalu. Saat itu Erna masih tinggal dirumah orangtuanya. Sedangkan Topan, bocah itu mengira Galang lah ayahnya. Karena galang selalu ada untuknya. Tentu saja membuat Amoroso merasa sakit hati. Sedangkan ia tahu, Galang dan Topan begitu dekat tanpa di cegah oleh Erna.
Pertengkaran kembali berkobar, rasa cemburu hingga pertanyaan tentang siapa ayah kandung Topan yang mampir di telinganya dari gosip yang beredar, membuat dirinya menjadi ragu dengan Erna.
Pertengkaran itu pun terdengar oleh ayah Erna. Hingga akhirnya Galang di pindah tugaskan dan Amoroso dibiarkan untuk tetap di Jakarta. Semua itu dilakukan oleh ayahnya Erna demi keutuhan rumah tangga Erna dan Amoroso, menantu kebanggaan nya.
Tetapi meskipun begitu, pertanyaan, cemburu, emosi dan keraguan itu terus tumbuh di hati Amoroso. Walaupun harus ia pendam dan kubur di lubuk hatinya yang paling dalam. Semua itu Amoroso lakukan karena ia sangat mencintai Erna.
.
Erna masih menangis di kamarnya. Rasa berdosa dan kecewa pada diri sendiri membuat ia semakin terpuruk. Jangankan Amoroso, dirinya sendiripun bertanya-tanya siapa ayah kandung Topan. Sedangkan untuk mencari tahu lewat test DNA, ia sama pengecutnya dengan Amoroso.
Erna begitu takut, bila kisah masa lalunya kembali terkuak. Ia merasa malu kepada Amoroso dan Topan, bila saja kenyataan mengatakan Topan bukanlah anak kandung Amoroso. Lantas, apa yang harus ia lakukan? Akhirnya ia terus bersembunyi dibalik kata yang rancu.
"Topan anak kandungmu bila kamu merasa bila dia anak kandungmu. Sedangkan bila kamu ragu, anggap saja Topan bukan anak kandungmu," Hal itulah yang selalu Erna katakan kepada Amoroso yang juga sama pengecutnya dengan dirinya.
TIDAK BISA MENERIMA KENYATAAN BILA SEMUA TIDAK SESUAI DENGAN EKSPEKTASI MEREKA.
.
.
.
-Semua orang punya cerita, semua orang punya rahasia.- De'rini.
__ADS_1
Note: Cerita ini hanya fiksi semata. Bukan merujuk kepada pangkat, profesi atau apapun dari instansi tertentu.