Masteng

Masteng
95. Bella, I love you


__ADS_3

"I love you," Ucap Topan sambil memberikan Bella sebuah cokelat, saat Bella baru saja masuk kedalam mobil Topan.


Bella mengerutkan keningnya dan menatap cokelat yang Topan berikan kepadanya.


"Cokelat?" Tanya Bella.


Topan mengangguk dan menyodorkan cokelat itu kepada Bella. Sederhana memang, tetapi kata cinta yang di iringi memberikan sesuatu walaupun itu sangat murah, mampu membuat Bella merasa melayang ke langit ketujuh. Bagaimana tidak, selama ia memiliki hubungan dengan Frans, tidak sekalipun Frans melakukan itu kepada dirinya.


Dengan ragu, Bella meraih cokelat tersebut dan tersenyum manis kepada Topan.


"Terima kasih," Ucap Bella.


"Sama-sama," Topan membalas senyuman Bella dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Mobil berjenis sedan mewah itu pun mulai beranjak meninggalkan halaman rumah Bella.


Di perjalanan, Bella terus menatap cokelat pemberian Topan. Lalu, ia melirik Topan yang terlihat sangat tampan malam ini. Topan membubuhi pomade di rambutnya, hingga membuat rambut Topan tampak sangat rapi malam ini. Pakaian yang dikenakan oleh Topan pun sangat menunjang penampilan nya. Topan memakai celana jeans berwarna hitam, serta memakai kaos polos berwarna putih, di luar kaos tersebut, Topan memakai jaket kulit berwarna hitam. Sedangkan untuk sepatunya, Topan terlihat santai dengan sneaker berwarna putih bersih.


Penampilan Topan sangat matching dengan Bella yang malam ini memakai rok hitam berbahan satin dengan kombinasi tile dan blus sabrina berwarna putih. Sedangkan rambut Bella, ia biarkan tergerai begitu saja dan di tambahkan bando berwarna hitam yang terselip diantara rambutnya yang lembut. Tidak lupa Bella membawa tas tangan berwarna hitam dan sepatu hak tinggi berwarna senada dengan tas dan rok nya. Riasan wajah Bella juga terlihat segar, kombinasi antara pink di bibir dan warna salem di sekitar matanya membuat wajahnya terlihat semakin cantik.


"Kita mau kemana?" Tanya Bella.


"Ada, suatu tempat yang sangat menarik. Pokok nya, kamu akan menyukainya."


Bella tersenyum saat mendengar ucapan Topan. Berbeda dengan Frans yang selalu bertanya, "mau kemana". Bukan kah perempuan tidak suka ditanya "mau kemana?" Atau "Terserah kamu, aku ikut saja atau aku antar kan". Bukan kah sebagai lelaki, kala membawa pasangan nya keluar untuk jalan-jalan, seharusnya dia sudah tahu akan mengajak kemana atau sudah tahu tujuan nya mau kemana?


Itulah yang berbeda dari Topan. Lelaki itu selalu mempunyai rencana dan tujuan. Dari sikapnya yang seperti itu, Topan mempunyai nilai plus dimata gadis yang sedang dekat dengan nya. Bukankah lelaki memang penentu arah?


"Baiklah," Ucap Bella. Lalu, ia kembali melirik Topan yang tampak serius saat mengemudi.


"Ya Allah, tubuh nya, wajahnya, sifatnya, sikapnya, begitu sempurna. Pokoknya tidak ada yang kurang darinya. Betapa beruntungnya aku," Batin Bella.


Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di sebuah cafe. Di halaman cafe itu terlihat beberapa mobil saja yang terparkir disana. Terlihat sangat ekslusif.


"Pernah kesini?" Tanya Topan, sebelum ia mematikan mesin mobilnya.


Bella menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada Topan.


"Kalau begitu, sangat pas sekali," Ucap Topan sambil membalas senyuman Bella. Lalu, ia membuka safety belt nya dan beranjak keluar dari mobil tersebut. Setelah itu, Topan membukakan pintu mobil itu untuk Bella.


Walaupun Topan seringkali membukakan pintu mobil untuk Bella, saat Topan menyamar menjadi Paijo, tetapi kali ini terasa sungguh berbeda. Bella dibukakan pintu oleh seorang lelaki tampan dengan attitude yang baik, serta memperlakukan dirinya layaknya seorang princess.


"Terima kasih," Ucap Bella saat ia sudah berada di luar mobil itu.

__ADS_1


"Sama-sama my Queen," Sahut Topan. Lagi-lagi, Bella mengulum senyumnya. Semua terasa sangat indah. Semua terasa begitu perfect bila Topan melakukan hal yang begitu memanjakan dirinya.


Topan menggandeng tangan Bella saat mereka berdua beranjak masuk kedalam cafe itu. Mereka disambut oleh pegawai cafe dengan ramah. Ternyata, Topan sudah mereservasi sebuah meja yang terletak di Outdoor. Tepat di depan sebuah panggung kecil, dimana sebuah band sedang menunjukkan performanya dengan lagu-lagu romantis yang terdengar sangat indah di telinga.


Bella duduk tepat di hadapan Topan. Lelaki itu melepaskan tas yang ia sandang dan melepaskan jaket kulitnya, lalu ia menaruhnya di sandaran kursi miliknya. Lalu, Topan memberikan Bella buku menu yang baru saja diberikan oleh pegawai cafe tersebut.


"Makan ya," Ucap Topan.


Bella mengangguk dan mulai membaca buku menu tersebut. Kurang dari lima menit, mereka pun sudah menemukan apa yang mau mereka pesan, dan pegawai cafe itu pun bergegas untuk menyampaikan pesanan mereka ke dapur cafe tersebut.


Kini, mereka pun saling berpandangan, tanpa di aba-aba, mereka pun masing-masing saling tersenyum. Entah apa yang mau dibicarakan. Yang jelas, masing-masing dari mereka, merasa salah tingkah. Ini adalah kencan pertama yang benar-benar terasa 'kencan' yang direncanakan. Karena sebelumnya, di Bali mereka terlihat mengalir begitu saja.


"Hmmm, hari senin aku ada wawancara kerja," Ucap Bella, membuka pembicaraan diantara mereka.


"Dimana?" Tanya Topan.


"Di perusahaan asing. Mereka membutuhkan seorang Psikolog. Selain itu, setelah urusan daddy selesai, aku akan membuka praktek Psikolog dan seminar di beberapa kampus." Terang Bella.


"Awal yang bagus," Ucap Topan seraya menatap Bella dengan sorot mata yang terkagum-kagum.


"Kalau kamu?"


"Aku?" Tanya Topan.


Terasa garing memang, tetapi mereka berdua benar-benar tidak tahu topik apa yang akan mereka bicarakan. Karena masing-masing dari mereka merasa bingung.


"Oh... Senin, aku ada apel di pusat."


"Apel?"


"Upacara," Topan meralat ucapan nya.


"Upacara apa? Bendera?" Tanya Bella dengan polos.


Topan menahan senyumnya dan menatap Bella dengan seksama.


"Apel pengangkat..." Topan baru sadar bila pengangkatan pangkat nya, karena dirinya berhasil menangkap gembong narkoba, yaitu Pongki, ayah kandung Bella. Saat itu juga ia menghentikan ucapan nya.


"Pengangkatan pangkat?"


Topan terdiam, ia merasa tidak enak hati dengan Bella.


"Selamat," Ucap Bella.

__ADS_1


Topan menatap Bella dengan seksama. Rasa bersalah, penyesalan dan kesedihan berbaur menjadi satu di wajah Topan.


"Aku minta maaf," Ucap Topan.


"Tidak masalah, bukan kah yang bersalah atau melakukan kesalahan, sudah sepatutnya di hukum? Kamu melakukan tugas mu dengan baik. Andaikan daddy tidak melakukan kesalahan, mana mungkin kamu akan menangkap nya,"


Topan kembali terdiam. Ia menundukkan wajahnya dalam-dalam.


"Topan, semua yang terjadi, aku ikhlas. Sudah menjadi jalan cerita di hidupku dan keluarga ku. Mungkin, bila semuanya ceritanya berbeda, bisa jadi kita tidak akan pernah bertemu."


Topan mengangkat wajahnya dan menatap wanita bijak di depan nya itu. Dengan wajah haru, Topan meraih tangan Bella yang berada di atas meja, lalu menggenggam nya dengan erat.


"Aku sungguh meminta maaf darimu."


"No need sayang. Aku bangga padamu. Aku juga bangga pada daddy, yang berani menghadapi konsekuensi dari apa yang telah ia lakukan. Walaupun pada akhirnya kami menjadi seperti ini. Ini hanya sebagai proses untuk hidup yang lebih baik lagi. Aku bisa bekerja untuk kedua orangtuaku. Aku yakin, kami semua bisa melewatinya bersama-sama."


Topan kembali menundukkan wajahnya dengan penuh penyesalan.


"Kamu tahu, mengapa aku dan mami bisa sekuat ini?"


Topan mengangkat wajahnya dan menatap Bella dengan seksama.


"Kenapa?" Tanya Topan.


"Karena hadirnya kamu dalam hidup kami."


Topan tersenyum getir.


"Aku serius, karena kamu lah kami kuat. Andaikan bukan daddy yang meyakinkan kami, bila kamu harus melindungi kami. Mungkin, kekuatan ini tidak akan pernah kami dapatkan."


"Topan, terima kasih," Ucap Bella dengan senyum yang terlihat sangat tulus.


Hampir saja Topan meneteskan air matanya. Bila saja menu pesanan mereka tidak segera datang, mungkin sisi melankolis yang Topan miliki tidak akan mampu ia bendung lagi.


"Pesanan nya kak.."


"Ah iya, silahkan..." Ucap Topan seraya melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Bella. Lalu, diam-diam ia mengusap matanya, agar air mata yang terbendung di pelupuk matanya segera enyah dari matanya yang indah.


"Selamat makan sayang," Ucap Topan, saat pramusaji baru saja meninggalkan meja mereka.


"Kamu juga," Sahut Bella seraya tersenyum manis kepada Topan.


"Wanita ini, luar biasa. Memiliki pikiran yang positif. Entah mengapa, sisi manja dan galak nya hilang begitu saja. Berganti dengan kedewasaan yang luar biasa. Aku semakin kagum, aku semakin cinta. Ini wanita luar biasa yang telah lama aku nantikan di dalam hidupku. Bella, i love you." Batin Topan.

__ADS_1


__ADS_2