Masteng

Masteng
49. Kesal


__ADS_3

Taksi yang ditumpangi oleh Bella dan Topan, berhenti di tempat wisata Tanah Lot, yang terletak di Desa Baraban, Tabanan. Setelah membayar ongkos taksi, Bella dan Topan beranjak keluar dari taksi tersebut. Dengan acuh, Bella berjalan terlebih dahulu. Sedangkan Topan berjalan pelan mengikuti kemanapun Bella berjalan.


Sebelum memasuki lokasi, para pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar 20.000 rupiah perorang. Bella ikut mengantri di jejeran antrian orang yang ingin membeli tiket masuk. Sedangkan Topan, ia buru-buru ikut mengantri di belakang Bella, sebelum ada orang yang berdiri di belakang gadis itu.


"Berapa orang?" Tanya penjaga loket tiket masuk, saat tiba giliran Bella untuk membeli tiket nya.


Bella menoleh kebelakang, bermaksud mencari sosok Topan. Tetapi, ia langsung terkejut saat melihat Topan yang sedari tadi berdiri di belakang nya.


"Astaga!"


Topan tersenyum dan menatap gadis itu dengan tatapan yang jahil.


"Satu orang saja," Ucap Bella.


"Dua pak," Sambung Topan.


"Satu, dia siapa, gak kenal kok," Ucap Bella dengan ekspresi yang kesal.


"Beneran gak kenal? Kalau mabuk, saya gak mau...."


"Ah... brisik! Dua pak!" Potong Bella.


Topan tertawa melihat ekspresi Bella yang lucu menurut nya. Sedangkan Bella, wajahnya memerah saat Topan membahas masalah dirinya mabuk.


"Empat puluh ribu," Ucap petugas di loket itu.


Bella mengeluarkan dua lembar uang pecahan 20.000 rupiah, dan lalu menyerahkan nya kepada petugas tersebut.


Petugas itu menyerahkan dua lembar tiket kepada Topan, dan langsung di sambar oleh Bella. Mereka berdua pun meninggalkan garis antrian dan bergegas menuju ke gapura yang sebagai akses masuk untuk para wisatawan.


Di sekitar gapura tersebut, banyak sekali pedagang kaki lima yang menjajakan beraneka ragam makanan dan pernak-pernik yang unik. Bella berhenti di salah satu pedagang jagung rebus, lalu ia membeli satu jagung rebus untuk dirinya sendiri. Sedangkan Topan tidak ia belikan. Karena, ia tidak menganggap kehadiran Topan yang saat ini sedang bersama dengan nya.


Setelah mendapatkan jagung rebus nya, Bella beranjak mendekati gapura dan menyerahkan satu tiket untuk dirinya. Saat itu juga, Bella dibiarkan masuk oleh penjaga pintu masuk. Sekarang giliran Topan. Saat Topan hendak masuk, dirinya di cegat oleh petugas jaga.


"Mana tiket nya?" Tanya petugas itu.


"Loh, tadi bukan nya sudah dikasih, bli?" Tanya Topan.


"Sama siapa?"


"Mbak itu.." Topan menunjuk Bella yang berjalan menjauhi pintu masuk dengan santai.


"Tidak, mbak itu hanya menyerahkan satu tiket saja," Terang petugas itu.


"Astagaaaa... Bella... tega banget sih.." Gumam Topan.


"Non..! Non! Non Bella!" Panggil Topan..


Bella menoleh dan tersenyum licik. Lalu, ia mengigit jagung rebus yang sedang ia pegang, dengan gaya nya yang menyebalkan.


"Ya Allah, tega banget sih non! Tunggu disitu ya... saya beli tiket lagi," Ucap Topan.


Tetapi, ucapan Topan tidak di indahkan oleh Bella. Gadis itu terus beranjak masuk kedalam area wisata tersebut.


Kini, Topan kembali mengantri dengan antrian yang luar biasa panjang.


.


Bella berjalan menuju ke arah pantai yang dipenuhi karang. Saat itu, pantai sedang surut. Maka, Bella dapat bermain di karang-karang yang berada di tepi pantai itu. Ia asik mengabadikan momen dirinya yang sedang berada di pantai itu, dengan kamera ponselnya. Berbagai gaya dan ekspresi wajah ia abadikan. Lalu, setelah itu ia kembali merasa sepi. Matanya memandang jauh ke lautan lepas. Ia masih belum percaya, cinta tulus nya untuk Frans di sia-siakan begitu saja. 5 tahun, bukan lah waktu yang singkat. Banyak kenangan bersama dengan lelaki yang belakangan ia tahu belangnya.


"Hhhh... apa ada yang benar-benar mencintai gue?" Gumam nya.


Angin kencang menerpa rambut dan wajahnya. Bella menyibak rambutnya yang panjang dan bergegas meninggalkan batu-batu kareng itu dengan langkah yang gontai. Lalu, Bella berjalan menuju ke pasar kaki lima yang terdapat didalam area tersebut. Bella asik dengan dunianya sendiri, tanpa memikirkan nasib Topan yang ia tinggalkan diluar gerbang.

__ADS_1


Bella melihat-lihat produk-produk lokal yang unik-unik. Ada tas, sandal, pakaian, asessoris, kain Bali dan lain sebagainya. Semua produk hasil karya warga setempat. Semua sangat menarik dan terjangkau. Beberapa kali ia menghentikan langkahnya di beberapa kios untuk membeli barang yang menarik baginya.


"Ssstt... ganteng banget ya," Seroang wanita di sebelah Bella, berbisik dengan teman nya.


"Mana?" Tanya teman dari wanita itu.


Bella melirik mereka dengan wajah yang malas.


"Tuh," Wanita itu menunjuk seorang lelaki yang berdiri di depan kios yang Bella singgahi.


Mata Bella mengikuti arah petunjuk dari wanita itu, saat itu juga ia terhenyak dan mendapati Topan yang sedang berdiri dengan menyilang kan kedua tangan nya di dada.


Topan tersenyum kepada Bella yang baru menyadari hadirnya. Padahal, sudah sejak tadi Topan mengikuti Bella dari belakang.


Bella pura-pura acuh, ia terus memilih asessoris yang ingin ia beli. Tetapi, ia terus merasa terganggu dengan kedua wanita yang terus berbisik, mengagumi ketampanan Topan.


"Ganteng banget, kenalan yuk," Ucap teman dari wanita yang pertama kali membicarakan Topan.


"Malu ah, bagaimana bila kita bukan tipenya?" Ucap wanita itu.


Bella kembali melirik Topan yang kini tampak asik memperhatikan orang yang lalu lalang di depan kios itu.


"Gak apa yuk, yang penting kita dapat nomor ponsel nya,"


Bella mengerutkan keningnya dan menatap wanita yang terlihat tidak sabar ingin berkenalan dengan Topan.


"Gak ah, maluu.. orang ganteng begitu, pasti tipe wanitanya tinggi,"


"Dia cuma supir, mau kenalan, kenalan saja!" Celetuk Bella.


Kedua wanita disebelahnya menatap Bella dengan seksama. Bella pun mencoba tersenyum, walaupun dirinya sangat malas memberikan senyuman kepada dua wanita itu.


"Maaf, mbaknya siapa mas itu ya?" Tanya salah satu dari dua wanita itu.


"Majikan nya, kalau mau kenalan, kenalan saja," Ucap Bella.


Bella merasa puas, telah merendahkan Topan. Ia merasa, dua wanita itu tidak akan mau berkenalan dengan Topan yang hanya bekerja sebagai supir di rumah nya.


"Walaupun supir, tapi ganteng banget gitu." Celetuk wanita itu.


"Iya.. Supir juga punya masa depan kok," Ucap seorang lagi.


"Dasar perempuan, giliran supir yang good looking saja di maklumi. Coba kalau wajah supir nya kayak tokek! Pasti pada males! Dasar perempuan-perempuan gatel!" Batin Bella.


Tanpa disadarinya, dia menatap kedua wanita itu dengan wajah yang terlihat kesal.


"Mbak, boleh ya saya dekati supirnya. Supirnya gimana gitu.." Ucap wanita itu.


"Ya sudah sana, emang gue pikirin!" Sahut Bella dengan ketus.


Dua wanita itu tampak girang, lalu mereka beranjak mendekati Topan.


"Hai mas," Sapa mereka.


Bella menatap dua wanita itu dengan tatapan yang jijik.


"Ah, iya mbak, ada yang bisa saya bantu..?" Sahut Topan.


"Ada yang bisa saya bantu?" Gumam Bella dengan ekspresi mengejek saat menirukan ucapan Topan.


"Boleh kenalan? Nama saya Artha.."


"Dan saya, Sheila," Sambung seorang wanita lagi.

__ADS_1


Topan mengulum senyumnya, lalu ia melirik Bella yang tertangkap mata sedang memperhatikan dirinya. Lalu, Bella kembali pura-pura sibuk dengan aktivitas nya memilih pernak-pernik yang akan ia beli.


"Boleh mbak, saya To... eh.. Paijo," Hampir saja Topan menyebutkan nama aslinya.


"Hah? Paijo? Nama palsu ya mas? Masa ganteng-ganteng namanya Paijo?" Celetuk seorang dari dua gadis itu.


"Iya mbak, nama asli saya Paijo."


Bella menahan tawanya, ia sudah yakin bila dua wanita itu akan ilfill dengan nama supirnya itu.


"Gak ada yang mau sama elu, dengar nama lu saja, cewek-cewek sudah malas," Batin Bella dengan wajah yang merasa menang.


"Gak apa deh mas, aku panggil Jojo saja ya... Btw, boleh minta nomor ponselnya?"


Bella seperti tertampar dengan ucapannya, ia menatap kedua wanita itu dengan tatapan yang terlihat marah.


Topan melirik Bella yang sedang menatap dua wanita itu dan tersenyum puas.


"Boleh dong, catat ya..." Lalu, Topan menyebutkan nomor ponselnya dan langsung dicatat oleh kedua wanita tersebut.


"Sukurinnn... hina terus aku.. lihat nih, cewek-cewek pada minta kenalan!" Batin Topan.


Bella meletakkan pernak-pernik yang sedang ia pegang, dan beranjak menghampiri Topan.


"Ayo pergi!" Ucap Bella sambil menarik lengan Topan dengan kasar.


"Duh non, pelan-pelan dong," Ucap Topan.


"Ayo!" Seru Bella.


"Mas Jojo..... nanti aku telepon ya..." Ucap para wanita itu.


"Gak usah!" Sahut Bella dengan wajah yang bringas, yang membuat dua wanita itu terdiam.


"Non, kenapa sih?" Topan yang sedang diseret oleh Bella mencoba bertanya dengan wajah yang polos.


"Kegatelan lu! Gue pacat lu ntar!"


"Loh, kok saya yang gatell sih non, kan mereka yang minta kenalan. Lagian, non sendiri yang memperbolehkan mereka kenalan dengan saya. Saya dengar kok," Ucap Topan.


Bella menghentikan langkahnya dan menatap Topan dengan kesal.


"Boleh minta nomor ponselnya?" Ucap Bella, mencoba menirukan pada wanita yang tadi mengajak Topan berkenalan.


"Bahkan, sampai detik ini lu gak pernah ngasih nomor ponsel lu sama gue!" Sambung nya lagi.


"Lah, non Bella gak nanya..."


"Apa harus majikan yang nanya duluan? Lu harusnya tahu diri! Lu kasih nomor lu sama gue dulu, baru ke orang lain!" Ucap Bella.


Topan mengangkat kedua alisnya, sebenarnya ia sangat ingin tertawa. Tetapi, melihat wajah Bella yang kesal, ia pun memutuskan menahan tawanya yang sudah menggelitik.


"Iya, maaf.. saya yang salah..." Ucap Topan dengan wajah polosnya.


"Nah gitu dong! Ngaku kalau salah. Siniin ponsel lu,"


Topan menyerahkan ponselnya kepada Bella.


Bella menuliskan nomor ponsel nya dan menyimpan nya di dalam ponsel Topan.


"Nanti hubungi gue, biar gue simpan nomor elu!" Ucap Bella, lalu gadis itu berusaha untuk acuh kembali dan berjalan mendahului Topan.


Topan menatap layar ponselnya.

__ADS_1


Non Bella cantik jelita


Topan langsung tertawa geli, saat membaca nama yang tertulis di layar ponselnya.


__ADS_2