
Lagu khas Batak melantun di sebuah gedung serba guna di Kota Jakarta. Terlihat kumpulan orang-orang menari Tor Tor dengan tawa dan bahagia di wajah masing-masing. Sedangkan di tangan mereka terselip uang pecahan seratus ribu yang akan mereka berikan kepada sang empunya acara. Terlihat juga di antaranya Topan dan Bella yang ikut menari dan tertawa bahagia. Ya, hari ini adalah hari pernikahan Antok dan Lestari. Topan dan Bella turut menghadiri hari bahagia mereka dengan suka cita.
Topan menari dan mendekati Antok yang terlihat semringah saat giliran Topan menghampiri dirinya. Di tangan Topan tidak terselip selembar uang pun, Antok sempat mengerutkan kening nya dan menatap Topan dengan tatapan yang bingung.
"Gak nyawer aku kau?" Tanya Antok saat Topan baru saja mendekati dirinya.
"Gak!" Ucap Topan.
"Ish.. pelit kali kau ya.." Antok menggelengkan kepalanya dan menatap Topan dengan tatapan malas.
"Kau mau duit seratus ribu atau paket honeymoon ke Labuan Bajo?" Tanya Topan.
Antok tercengang, mendadak sorot matanya pun berbinar saat menatap Topan.
"Ah, bercanda aja kau.." Ucap Antok sambil tersipu malu.
"Serius aku...Tok,"
"Sayang sini.." Ucap Topan kepada Bella.
Bella tersenyum dan berjalan menghampiri Topan.
"Mana tiket nya?" Tanya Topan.
Bella membuka tas nya dan menyerahkan sebuah amplop ke tangan Topan.
"Nah, bersenang-senang lah kalian," Topan tersenyum dan memberikan amplop itu kepada Antok.
"Serius?" Tanya Antok lagi.
"Ya.. itu untuk empat hari tiga malam. Selamat berbulan madu," Topan memeluk Antok dengan erat.
Antok terdiam, lalu ia menatap Topan dengan genangan air mata di pelupuk matanya, saat Topan melepaskan pelukan nya dari tubuh Antok.
"Aku gak minta kau membalas apa yang pernah aku kasih sama mu Pan. Tapi, memang lah kau sahabat yang baik sekali," Ucap Antok.
"Aku sayang sama kau saudara ku. Kau ada sejak kita sama-sama di masa pendidikan, hingga saat ini kau bertahan setia menjadi kawan ku. Kau lebih dari sekedar kawan, melainkan saudara ku." Tegas Topan.
Antok menangis bahagia, ia kembali memeluk Topan dengan erat.
"Aku doakan kau banyak rezeki, rumah tangga mu bahagia, dan kita bisa bersaudara sampai mati," Ucap Antok.
"Doa yang sama untuk mu Tok!"
Lestari yang berada di samping Antok ikut tersenyum bahagia, melihat berapa hebatnya persahabatan antara suami nya dan Topan.
"Mas, mbak, terima kasih," Ucap Lestari.
"Sama-sama Lestari." Sahut Topan dan Bella.
.
__ADS_1
Setelah acara pernikahan itu selesai, Antok, Topan dan Suprapto merokok di luar gedung. Mereka bertiga bercengkrama sambil menikmati masing-masing segelas kopi yang mereka pesan melalui sebuah aplikasi. Sedangkan yang lain nya, termasuk Lestari dan Bella, bercengkrama di dalam gedung, setelah para tamu undangan sudah membubarkan diri.
"Kau baik-baik sama istrimu Tok!" Suprapto dengan gaya bijak nya mulai mengeluarkan petuah sakti nya. Mendengar itu, Topan mulai menahan tawanya.
"Kenapa bang?" Tanya Antok.
"Wanita itu susah di tebak. Waktu pacaran, imut kayak anak Kucing. Setelah menikah, garang kayak mamak nya Singa."
Topan tidak sanggup lagi menahan tawanya. Ia benar-benar merasa Suprapto kerap curhat, saat mengingatkan para sahabat nya yang menikah.
"Gak usah ketawa kau Topan!" Bentak Suprapto.
"Gak bang..." Topan menutup mulut nya dengan telapak tangannya.
"Wanita itu lebih rumit dari rumus Fisika."
"Aku jago bang Fisika. Gampang sama aku!" Ucap Antok.
"Apa yang susah sama kau?" Tanya Suprapto.
"Bahasa Indonesia bang," Jawab Antok.
"Ya sudah, wanita lebih kaku dari pada Bahasa Indonesia." Celetuk Suprapto.
Kali ini Topan kembali tertawa. Sedangkan Suprapto menggelengkan kepalanya dan menatap Topan dengan tatapan sadis nya.
"Ketawa kau lagi?"
"Memang kenapa sih?" Tanya Antok yang masih junior dalam berumah tangga.
"Hati-hati ada rantang, piring, baskom, panci terbang. Kalau di lihat sikap sama gaya kau, Lestari akan melakukan hal itu sama kau. Kau kan sebelas dua belas sama bang Suprapto," Ucap Topan.
"Buka kartu kau!" Suprapto bersiap untuk melemparkan bungkus rokok kearah Topan.
Topan beranjak dari duduk nya dan menjauhi Suprapto.
"Kenyataan itu Tok! Waktu aku telepon bang Prapto, Sedang ada peperangan dunia ke tiga!"
"Wuihhhh.. cemana ceritanya?" Tanya Antok dengan bersemangat.
"Jadi kan...."
"Diam kau!" Suprapto terlihat kesal pada Topan.
"Waktu aku bilang " Halo " Eh, terdengar suara panci mendarat di kepala bang Suprapto."
"Bukan di kepala ku Pan!"
"Jadi dimana bang?"
"Lantai." Tegas Suprapto.
__ADS_1
"Oh... jadi benar apa yang di bilang sama Topan bang?" Tanya Antok sambil tertawa geli.
"Eh... kok jujur aku..." Batin Suprapto.
Lalu mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak dan kemudian mereka asik membahas tentang sosok seorang wanita bila sudah diperistri.
.
Sedangkan di dalam gedung, Lestari, Bella dan Istri Suprapto pun asik menghibah. Menghibah kan suami mereka yang juga asik sedang membicarakan kelakuan para istri.
"Jadi ya.. aku kasih tahu sama kalian berdua, laki-laki itu otak nya kayak gak di kepalanya!" Ucap istri Suprapto.
"Masa sih?" Tanya Lestari. Sedangkan Bella hanya tersenyum menanggapi ucapan istri Suprapto.
"Iya! Kadang kita bilang A, dia jawab C. Kita suruh B, dia gak kerjakan. Tapi malah mainan hape! Kita marah, dia asik ngopi atau keluar sama kawan-kawan nya. Apa gak naik darah aku!"
"Tapi masa sih semua laki-laki begitu?" Tanya Lestari.
"Ya gak semua, tapi rata-rata begitu. Ada yang gak begitu parah, ada yang parah banget. Tapi ya memang sifat dasar nya begitu kok!" Ucap istri Suprapto.
"Semoga bang Antok gak begitu ya kak..." Ucap Lestari yang tampak khawatir dengan cerita istrinya Suprapto.
"Kalau kau bagaimana Bell?" Tanya istri Suprapto.
Bella menatap istri senior suaminya itu dan tersenyum tipis.
"Ya, kalau mas Topan sih gak parah-parah banget." Bella tertawa geli dan menggelengkan kepalanya.
"Bersyukur kau!"
"Iya kak," Ucap Bella, masih dengan tersenyum.
"Sudah, ayok kita ke hotellll..." Ucap Antok yang baru saja datang bersama dengan Topan dan Suprapto.
Mendengar ucapan Antok, Lestari pun tersipu malu.
"Habis menghibah ya ma?" Tanya Suprapto kepada istrinya.
"Iya, membicarakan kelakuan kau bang." Ucap istri Suprapto dengan berterus-terang.
"Bah! Ngeri memang kalau mamak-mamak berkumpul. Keburukan suami aja yang di bicarakan!"
"Jadi kau ngaku ya kalau kau banyak keburukan bang?"
"Eh.. bukan kek gitu..." Suprapto tampak tertunduk malu.
"Mak.... Macan jadi Kucing," Celetuk Antok.
"Diam kau!" Suprapto tampak kesal kepada Antok.
Hahahahahahahaha...!
__ADS_1
Suara Tawa menggelegar ke seluruh penjuru gedung serbaguna tersebut. Sebelum mereka membubarkan diri dari gedung tersebut.