Masteng

Masteng
125. Pasar malam


__ADS_3

Bella menatap Topan dengan sorot mata yang tak percaya, saat topan menghentikan laju mobilnya di sebuah pasar malam rakyat. Pasar malam dengan lampu-lampu yang berwarna warni, bianglala dan komidi putar. Ada banyak sekali pedagang kaki lima dadakan yang menjajakan dagangan mereka. Mulai dari pakaian serba murah, makanan-makanan kecil hingga permainan dalam bentuk lotre atau keberuntungan disana.


"Kesini?" Tanya Bella.


"Kamu pasti belum pernah sekalipun kesini kan?" Topan tersenyum dan menatap Bella dengan seksama.


"Be-belum sih.."


Topan tertawa dan membuka safety belt yang mengikat dirinya di balik kemudi.


"Te-tetapi, pakaian ku begini. Tidak cocok dengan pasar malam," Ucap Bella.


Bella memang memiliki angan yang berlebihan saat Topan mengajak dirinya keluar malam ini. Ia mengira Topan akan mengajak dirinya makan malam di restoran mewah atau di suatu tempat yang cocok untuk gaun yang ia pakai.


Bella sudah berdandan layaknya seorang bidadari. Ia memakai gaun putih dengan model sabrina, yang bagian pundaknya terbuka. Tas dan sepatu mahal tidak lupa mempercantik penampilan nya saat ini. Sungguh diluar dugaan nya bila Topan mengajak dirinya ke pasar malam yang yang sangat ramai sekali oleh pengunjung.


"Tidak ada yang melarang kamu pakai pakaian apa saja saat ke pasar malam," Ucap Topan.


"Te-tetapi..."


"Ayo turun... seru loh," Topan melangkah keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil Bella.


Dengan sedikit enggan, Bella terpaksa keluar dari mobil itu dan menatap ke arah keramaian pasar malam tersebut.


"Ready untuk melihat sisi lain dari indah nya merakyat?" Tanya Topan.


Bella mengerutkan keningnya, sebenarnya ia sangat malas sekali untuk pergi ke keramaian seperti itu.


"Ayo.." Topan menggandeng tangan Bella, dan mau tidak mau, Bella terpaksa menuruti kekasihnya itu.


Hiruk pikuk musik yang bersahut-sahutan, mulai dari lagu dangdut dengan speaker yang nyaris tidak enak di dengar dari pengamen keliling, lagu anak-anak yang berasal dari permainan anak-anak, teriakan bocah-bocah kecil, teriakan para pedagang yang menghimbau para pengunjung untuk datang ke lapak dagangan nya, terus bersahut-sahutan memekakkan telinga Bella.


"Topan..." Bella menahan tangan Topan dan memasang wajah enggan.


"Ssstt.. kamu belum menikmatinya. Setelah ini, kamu akan ketagihan kesini," Ucap Topan.


Bella menelan salivanya, ia terpaksa tersenyum. Ia tidak mengerti mengapa Topan mengajak dirinya ke pasar malam rakyat.


"Mau gulali?" Tanya Topan sambil menunjuk ke arah pedagang gulali.


Bella dengan tegas menggelengkan kepalanya.


"Tidak akan membuatmu sakit perut kok. Tidak semua pedagang kecil itu, membuat dagangan mereka dengan asal-asalan." Jelas Topan.


Bella hanya terdiam dan terus memperhatikan sekitarnya. Sesekali Bella di tabrak oleh bocah-bocah yang sedang berlarian, sehingga membuat gaun nya kotor karena tangan bocah-bocah itu.


"Ish..!" Bella mengeluh saat ia melihat gaun nya yang putih itu terdapat bercak noda dari tangan seorang bocah.


"Nanti kita laundry ya.." Topan tersenyum mencoba menenangkan Bella, saat ia melihat gaun Bella yang kotor.


Dengan terpaksa, Bella mengangguk dan terus berjalan mengikuti Topan.


"Kesana yuk.." Ucap Topan saat melihat permainan berhadiah dengan cara melempar bola.


Bella hanya mengangguk dan terus mengikuti Topan.


Topan membeli beberapa bola dan mencoba keberuntungan nya dalam melemparkan bola. Sebuah bola ia berikan kepada Bella. Dengan ragu, Bella mengambil bola tersebut dan melemparkan nya ke arah susunan kaleng yang berbentuk piramid.


Satu bola telah di lempar oleh bella. Namun, tidak mengenai kaleng yang tersusun tersebut. Bella pun terlihat kesal. Lalu, ia menatap Topan yang tertawa geli menatap dirinya.


"Sini aku ajarkan," Ucap Topan.


Topan melemparkan bola tersebut dan tepat mengenai susunan piramid kaleng tersebut.


Brakkkk!


Susunan kaleng piramid itu pun hancur berantakan. Penjaga stan permainan itu pun mengambil sebuah boneka kecil dan diserahkan kepada Topan.

__ADS_1


"Dapat boneka?" Tanya Bella, masih dengan wajah yang terlihat bingung.


"Hmmm," Sahut Topan sambil mengangguk dan menerima hadiah boneka dari penjaga stan.


"Boleh juga!" Seru Bella.


Bella meraih satu bola dari keranjang kecil yang tengah Topan pegang. Lalu, ia melemparkan bola tersebut ke arah kaleng-kaleng yang tersusun beberapa meter di depan nya. Namun, tak sekalipun ia mampu meruntuhkan susunan kaleng tersebut. Hingga membuat Bella begitu emosi.


"Gimana sih..., mas, minta bola lagi!" Seru Bella.


Penjaga stan tersenyum dan memberikan Bella satu keranjang bola yang berisi lima buah bola di dalam nya. Sedangkan Topan mulai tersenyum dan membayar bola yang telah Bella beli kepada penjaga stan tersebut.


Empat bola pun sudah Bella lemparkan. Di keranjang tersisa satu buah bola yang harus bisa menghancurkan susunan kaleng. Saat Bella meraih bola itu, Topan menahan tangan Bella.


"Anggap di depan sana adalah masalah mu. Fokus dan lempar tepat di bagian bawah. Bagian bawah adalah kaki bagi kaleng-kaleng tersebut. Bila kaki nya kamu lempar, maka susunan itu pun akan runtuh," Bisik Topan.


Bella menatap Topan dengan seksama. Lalu, ia mengangguk dengan keyakinan. Bella mulai mengambil ancang-ancang untuk melemparkan dan Brakkkkkk! Bella berhasil!


Bella melompat kegirangan. Saking girang nya, ia memeluk Topan dan mencium pipi lelaki itu.


"Aku berhasil!" Serunya.


Topan tertawa dan mengusap puncak kepala Bella.


Dengan wajah yang terlihat bangga, Bella menerima hadiah nya, dalam bentuk beberapa snack yang di susun dalam plastik bening. Meskipun begitu, Bella terlihat sangat bangga menerima hadiah tersebut.


"Sekarang ayo pindah ke stan lain," Ajak Topan.


Bella mengangguk dengan wajah yang cerah. Ia mulai menikmati suasana di pasar malam tersebut.


Mereka berdua kini berada di stan menembak. Disana, Bella dan Topan berdiri bersebelahan dengan masing-masing senjata mainan di tangan mereka.


"Siap?" Tanya Topan.


"Hmmm," Bella mengangguk dan mulai mendengarkan aba-aba dari Topan. Layaknya seorang tentara di medan perang, mereka pun mulai menembakkan peluru karet ke arah target yang berbentuk boneka-boneka plastik yang tersusun beberapa meter dari mereka.


Bella mulai menembak layaknya seorang amatir yang begitu bersemangat. Sedangkan Topan, sudah dipastikan sasarannya tidak pernah meleset sedikitpun. Saking begitu tepat sasaran, hingga membuat wajah penjaga stan mulai cemas, karena hadiah malam itu akan di borong oleh Topan semua.


Lima peluru pun habis, tidak satupun Bella menembak dengan tepat sasaran. Bella mengerutkan dagunya dan menatap Topan dengan wajah yang kesal. Topan terpingkal-pingkal melihat ekspresi kekasihnya itu. Bahkan, ia sempat meledek Bella saat menerima hadiah beberapa buah minuman kaleng.


"Ih..! Kamu curang!" Ucap Bella.


"Lah, kok curang? Sini aku ajarkan," Ucap Topan seraya mendekati Bella.


Topan menerima senjata mainan baru yang berisi lima peluru lagi, lalu ia menyerahkan nya kepada Bella.


"Yuk, aku ajarkan," Ucapnya seraya melangkah ke belakang Bella. Topan menuntun tangan Bella dan mengangkat senjata tersebut.


"Fokus dengan target. Pejamkan mata mu sebelah. Pastikan tangan jangan Tremor. Kunci target dan tembakan pelurunya."


Karena Topan berada di belakanganya, dan seolah sedang memeluknya dari belakang, membuat Bella menjadi tidak konsentrasi.


Shutttt..!


Satu peluru nyaris saja mengenai target.


Topan menatap Bella yang pipinya terlihat memerah.


"Konsen dong," Pinta Topan.


"Gimana gue mau konsen, dia di belakang gue. Malah wangi parfum nya buat jantung gue copot!" Keluh Bella di dalam hatinya.


"Yuk mulai," Perintah Topan.


Shutttt...!


Satu peluru lagi meleset.

__ADS_1


Tangan Bella terlihat gemetar, ia tidak dapat konsentrasi sedikitpun karena Topan yang sedang membimbing nya.


"Coba lagi ya," Ucap Topan. Bella mengangguk dengan ragu.


Shutttt...!


Peluru ketiga pun meleset.


Bella mulai tidak percaya diri. Wangi parfum Topan pun semakin membuat dirinya gagal fokus.


"Sekali lagi," Ucap Topan.


Semua orang yang berada di sekitar mereka, menatap dua sejoli itu dengan tatapan malu-malu. Tetapi, Topan dan Bella tidak peduli. Mereka sangat menikmati permainan mereka saat ini.


"Satu, dua, tiiii... ga... tembak!" Seru Topan.


Shutttt!


Dan tetap tidak tepat sasaran.


Topan tertawa geli dan kembali menuntun Bella di kesempatan terakhir itu. Topan menopang senjata mainan yang sedang Bella pegang, agar tidak goyang dan meleset sasaran. Lalu, ia memberikan Bella aba-aba setelah nya.


Shuttt...!


Slapppp!


Sasaran pun roboh.


Bella menatap Topan dengan tatapan tak percaya.


"Berhasil!" Seru Bella.


Topan tertawa puas. Saat Bella menerima satu buah kaleng minuman sebagai hadiah nya.


"Asik asik!" Seru Bella, layaknya seorang bocah kecil yang memenangkan pertandingan lomba saat hari kemerdekaan.


"Mau jajan?" Tanya Topan.


"Boleh," Kali ini Bella terlihat begitu bersemangat.


Topan membawa Bella ke sebuah stan yang menjual sosis bakar dan beberapa jenis makanan lain nya yang di masak dengan cara di bakar. Mereka berdua, duduk di tikar yang di bentang oleh pedagang tersebut, untuk duduk para pelanggan nya.


Sambil menunggu pesanan mereka matang, Topan berbincang dengan Bella sambil menatap wahana permainan bianglala.


"Berani naik itu?" Tanya Topan seraya menunjuk bianglala yang terlihat dihiasi banyak lampu.


"Siapa takut!" Seru Bella.


"Good..!" Topan tertawa dan membukakan segel minuman kaleng yang mereka dapatkan dari permainan menembak.


"Topan,"


"Ya?"


"Terima kasih.." Ucap Bella.


"Untuk?" Tanya Topan, seraya menatap kekasihnya itu.


"Memperkenalkan aku dengan hal yang baru, yang tidak pernah aku kenal sebelumnya. Dan... kamu telah mengajarkan aku bagaimana caranya melempar dan menembak." Bella menatap Topan dengan seksama.


Topan tersenyum dan mengusap pipi Bella dengan lembut.


"Bukankah hal yang baru tidak selamanya tidak menyenangkan?" Tanya Topan.


"Agree.." Sahut Bella, seraya tersenyum manis kepada Topan.


Mereka kembali menatap keramaian dan menikmati kebisingan di sana. Sambil menikmati sosis bakar dan beberapa makanan yang telah mereka pesan.

__ADS_1


__ADS_2