
"Ok, pertemuan kita sampai disini. Sampai jumpa senin depan," Ucap Bella, mengakhiri jam mengajarnya hari ini.
Bella membereskan buku-buku dan tas nya, lalu beranjak keluar dari ruangan kelas tersebut. Hari ini, Bella sudah mengajar 3 kelas. Rasa kantuk karena baru tidur selama 1 jam tadi malam, membuat Bella merasa sedikit pusing. Ia memasuki ruangan nya dan langsung duduk di kursinya dan menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi.
"Huffff..." Bella memijat pelipisnya dan memejamkan kedua matanya.
Dreeettt...!
Bella yang nyaris saja tertidur, tersentak karena getaran dari ponselnya yang berada di dalam laci meja kerjanya. Bella membuka laci mejanya dan meraih ponselnya dari dalam sana.
"Ya ampun, sampai lupa ponsel ku tertinggal di laci," Gumam nya seraya membuka kunci layar ponselnya.
Terlihat disana ada sepuluh panggilan tak terjawab dan puluhan pesan dari siapa saja yang menghubungi dirinya.
Mata Bella tertuju pada pesan yang paling atas, yaitu pesan dari suaminya, Topan.
"Mas Topan. Astaga, dari pagi dia menghubungi aku!" Gumam Bella.
Bella langsung membaca pesan-pesan dari Topan yang baru hendak ia baca.
Halo sayang, selamat pagi.
Halo sayang, kamu lagi apa?
Halo sayang, selamat siang...I love you istriku.
Halo sayang, kamu sudah makan siang?
Hai sayang, kok tidak di balas?
Sayang kangen...
Sayang kamu kok tidak baca-baca pesan ku?
Dan banyak lagi pesan yang lain nya.
Selamat sore istriku.. kamu dimana? Di kampus atau dirumah? Kalau di kampus mau aku jemput? Sebentar lagi jam dinas ku selesai.
Bunyi pesan dari Topan yang baru saja di terima oleh Bella.
"Ya Allah... kasihan..." Batin Bella.
Lalu, dengan segera ia membalas pesan dari Topan.
Maaf mas, aku baru saja selesai mengajar. Ponselnya aku taruh di laci meja kerja ku. Jadi aku baru saja membaca semua pesan mu. Sebentar lagi aku akan pulang..Tidak usah di jemput. Aku membawa mobil sendiri.
Balas Bella.
Tidak menunggu lama, Bella langsung mendapatkan balasan dari Topan.
__ADS_1
Oh, aku pikir kamu kenapa-kenapa, sampai aku hubungi mami. Ya sudah, sampai jumpa di rumah.
Degggggg!
"Rumah? Jadi mas Topan jadi tidur di rumah hari ini?" Gumam Bella.
Bella langsung beranjak dari duduknya dan berjalan mondar-mandir di ruangan nya. Rasa kantuk yang ia rasakan langsung hilang entah kemana.
"Bagaimana ini... Ya ampun...!" Bella terlihat sangat cemas sekali. Lalu Bella kembali meraih ponselnya dan membaca pesan dari Berta.
Halo sayang mami, hari ini Topan akan mulai tinggal di rumah kita. Jadi, mami memasak makanan yang lumayan banyak untuk makan malam. Sampai jumpa nanti malam.
Bunyi pesan dari Berta.
"Duh... gimana sih ini..." Bella menepuk dahinya dan terlihat begitu cemas. Lalu ia menatap jam dinding yang tergantung di ruangan nya.
"Pukul empat! Sampai rumah pukul lima. Mandi, sholat selesai pukul enam. Dan pukul tujuh makan malam! Masih terkejar lah!" Batin nya. Lalu ia menyambar kunci mobilnya dan tas tangan miliknya dan bergegas meninggalkan ruangan kerjanya.
"Bu Bell..!" Panggil seorang mahasiswa yang ingin menemui Bella, saat Bella baru saja keluar dari ruangan kerjanya.
"Ya?" Tanya Bella.
"Bu, saya mau berdiskusi masalah..."
"Bisa besok saja?" Potong Bella.
"Tapi besok kan..."
Mahasiswa itu mengangguk perlahan dengan tatapan yang terlihat terheran-heran melihat ekspresi Bella. Baru kali ini Bella bersikap sangat aneh seperti itu.
"I-i-iya bu.."
"Ya sudah, sampai jumpa besok." Bella langsung beranjak meninggalkan lorong tersebut dan langsung menuju ke parkiran mobilnya. Setelah berada di parkiran, Bella langsung memasuki mobilnya dan tanpa pikir panjang, Bella bergegas meninggalkan lahan parkir itu menuju pulang.
Lalu lintas yang macet, menjadi pemandangan sehari-hari di Ibukota Jakarta. Tetapi, sialnya hari ini sangat-sangat macet dan mobil Bella tidak dapat bergerak sama sekali di sebuah jalan utama Kota itu.
"Ada apa sih!" Batin nya sambil terus berusaha melihat kedepan.
Bella langsung menyalakan radio untuk mendapatkan informasi lalu lintas. Beberapa kali dirinya menukar siaran sampai bertemu siaran yang menyiarkan khusus lalu lintas seputar Jabodetabek.
Tak lama kemudian, terdengar berita tentang kecelakaan dari arah depan jalan yang sedang Bella lintasi. Bella terlihat menggerutu karena bisa jadi ia sampai di rumah pukul 7 malam. Karena bantuan baru datang dan lalu linta mulai berjalan, walaupun sangat lambat. Karena kendaraan-kendaraan yang menumpuk harus di gilir satu persatu agar bisa melewati lokasi kecelakaan beruntun antara sebuah bus, mobil pribadi, truk dan sepeda motor.
Bella menghela nafas panjang. Kepalanya semakin terasa berat dan badan nya mulai merasa dingin terkena hembusan angin dari air conditioner di mobil tersebut.
"Kok jadi meriang sih," Gumam nya.
Pukul 7 lewat 15 menit, akhirnya mobil yang Bella kendarai sampai di halaman rumah nya. Dengan wajah yang terlihat letih, ia keluar dari mobilnya dan beranjak masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum," Sapa Bella kepada Berta dan Topan yang sedang berbincang di ruang keluarga.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," Sahut Berta dan Topan.
"Kok baru sampai rumah?" Tanya Berta.
"Ada kecelakaan di jalan utama dari arah kampus ku mam." Sahut Bella.
Lalu ia beranjak mendekati Topan dan Berta. Bella mengecup punggung tangan Topan dan Berta, lalu duduk di samping Berta dengan wajah letih nya.
"Kamu capek sekali ya? Mandi dulu sana, terus sholat dan makan malam. Kita menunggu kamu dari tadi loh."
"Iya mam," Sahut Bella.
"Mandi air hangat ya.."
"Iya mam," Sahut Bella lagi. Lalu, ia beranjak menuju ke kamarnya.
"Maafkan Bella ya nak," Ucap Berta kepada Topan yang terus menatap istrinya yang terlihat sangat lelah.
"Tidak apa-apa mam," Sahut Topan.
Bella yang baru saja memasuki kamarnya menaruh tas dan buku-buku yang berada di tangan nya ke atas meja. Tidak sengaja, ia melihat sebuah koper kecil yang asing baginya. Lalu ia beranjak mendekati koper tersebut, sambil mengerutkan keningnya.
"Koper siapa?" Batin nya.
Lalu ia bergegas keluar dan menghampiri Berta dan Topan.
"Mam, itu koper siapa yang ada di kamar ku?" Tanya Bella dengan ekspresi wajah yang terlihat polos.
"Koper suami mu lah, Topan!"
Bella tercengang, lalu matanya menatap Topan yang terlihat duduk dan membalas tatapan nya dengan tatapan yang canggung.
"Ah... iya... oh... punya mas Topan."
"Iya, punya siapa lagi. Mulai malam ini kan suami mu tidur disini."
"Ah... iya..." Bella tersenyum canggung.
"I-i-iya sudah.." Bella berbalik badan dan kembali ke kamarnya.
"Aduhhhhhh...! Gimana nih..! Dia sudah memasukkan kopernya ke dalam kamar ku. Berarti nanti malam dia bebas tidur di ranjang ku. Gimana ini..!" Bella terlihat panik sekali.
Bukan tanpa alasan, pernikahan mereka hanya pernikahan siri. Tanpa surat dan lain sebagainya. Walaupun sah dimata Agama, tetapi perasaan baru saja menikah, itu seperti tidak ada di pikiran Bella. Bagaimana tidak, hanya gara-gara Pongki menjabat tangan Topan, dan mengucapkan Ijab Kabul, lalu mereka sudah sah saling bersentuhan. Tanpa ada bukti surat dan lain sebagainya. Hal itu sedikit banyak nya membuat Bella masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
Sedangkan pernikahan resmi mereka akan digelar tiga minggu lagi.
"Seperti menyolong start gak sih?" Batin Bella.
Tetapi dirinya sangat sadar sepenuhnya, bila tidak ada hak nya melarang Topan tidur di kamarnya atau menyentuh dirinya. Maka dari itu, Bella langsung bergegas mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah seharian dirinya bekerja.
__ADS_1
"Bodo amat lah, apa pun yang terjadi, terjadilah!" Batin nya seraya menggosok tubuhnya dengan sabun yang beraroma blossom.