
Tring!
Ponsel Bella berbunyi. Bella yang sedang terkantuk di samping ranjang Berta, membuka kedua matanya. Dengan kerut di keningnya, Bella meraih ponselnya yang terletak di atas meja. Lalu, ia membuka isi pesan yang baru saja di kirim oleh Topan.
Sayang, gimana keadaan mami mu? Apakah semua baik-baik saja? Aku harap, kamu tidak marah lagi denganku. Aku mencintaimu, walau di manapun raga ku berada. Aku merindukan kamu, walaupun kamu sedang marah padaku. :)
Senyum perlahan terbingkai di bibir Bella. Rona merah di pipinya, tidak mampu berdusta bila dirinya sangat menyukai pesan yang Topan kirim kepadanya.
Bella baru menyadari bila dirinya belum menyimpan nomor Topan di ponselnya. Saat itu juga ia berniat menyimpan nomor Topan, tetapi ia bingung akan menyimpan nomor Topan dengan nama apa di ponselnya. Sampai detik ini, ia belum tahu nama asli Topan. Walaupun mungkin saja Topan pernah menyebut namanya. Tetapi, Bella benar-benar tidak mengingat nama Topan. Yang berada di otaknya hanya nama Paijo saja.
Bella terdiam beberapa saat, hingga akhirnya ia menuliskan 'My love' untuk nomor ponsel Topan. Tetapi, ia kembali menghapus nya. Lalu, ia kembali menuliskan 'Jojo', dan ia kembali menghapus nya lagi. Beberapa nama ia tulis di ponselnya untuk menyimpan nomor Topan disana. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menulis 'My Pol Jo', yang berarti, Polisi ku Paijo.
Lucu memang, tetapi itulah yang dirasakan oleh insan yang sedang jatuh cinta. Lalu, Bella tersenyum sendiri dan kembali membaca pesan yang Topan kirimkan kepadanya.
Hai, kabar mami baik. Dia makan banyak. Aku harap, kamu menepati janjimu.
Balas Bella.
Lalu, Bella menatap Berta yang tertidur pulas, dan beranjak membetulkan letak selimut Berta. Bella mengecup kening Berta dan mengusap rambut maminya itu.
"Mi, semua akan baik-baik saja." Bisik nya.
Tring!
Bella buru-buru membuka pesan dari Topan dan membacanya.
Syukurlah, aku pasti akan menepati janjiku. Besok pukul sepuluh pagi aku sudah disana. I love you.
Senyum kembali terukir di bibirnya. Lalu, ia merengkuh ponsel itu kedalam pelukannya.
"walaupun aku marah dan kecewa. Tetapi, membenci dan berhenti mencintai kamu sangat sulit aku lakukan. Ayolah, terus yakinkan aku untuk tetap disamping kamu. Perjuangkan aku Jo," Gumam Bella. Lalu, ia kembali memejamkan kedua matanya.
..
"Mbak Bella ya?"
Topan mengangkat wajahnya dan menatap Lestari dengan tatapan yang datar. Lalu, ia tersenyum kecil dan mengangguk dengan cepat.
"Sudah lama berpacaran dengan mbak Bella?" Tanya Lestari lagi.
Topan meletakkan ponselnya dan menatap Lestari.
"Baru," Jawab Topan singkat.
"Oh.."
"Tapi aku serius dengan nya," Sambung Topan.
Lestari terdiam, ia membalas tatapan Topan dengan salah tingkah.
"Oh ya, besok aku akan membawa bu Berta ke kantor polisi. Aku harap, besok dia sudah bisa keluar rumah sakit," Ucap Topan.
"Kalau keadaan nya baik-baik saja, tidak apa-apa. Aku akan membicarakan nya dengan dokter lain nya yang bertanggung jawab."
__ADS_1
"Terima kasih," Sahut Topan dengan sikapnya yang dingin.
Lestari tersenyum kecut. Lalu ia membuang pandangannya ke arah para orangtua yang sedang asik bercengkrama dan tertawa membahas arisan dan kelakuan anak mereka yang beranjak remaja, dewasa atau yang akan mengakhiri masa lajang.
Lestari kembali tersenyum saat melihat ibunya duduk di dekat Erna, ibu Topan. Mereka berdua terlihat sangat akrab.
"Selama ini kok gak pernah mengantar ibu ke arisan?" Tanya Lestari, sambil menatap Topan kembali.
Topan membalas tatapan Lestari dan tersenyum kecil.
"Aku sibuk dengan duniaku,"
"Dunia apa? Pekerjaan?" Tanya Lestari yang benar-benar merasa penasaran dengan sosok Topan.
"Begitulah," Sahut Topan dengan nada suara yang terdengar sangat dingin.
Sikap Topan yang acuh dan nada suaranya yang dingin, membuat Lestari semakin penasaran dengan sosok lelaki yang duduk di depannya itu.
"Umur mu berapa?" Tanya Lestari.
"Kan sudah lihat KTP ku," Sahut Topan.
"Oh... iya.. hmmmm... tahun segitu... ya.. tiga puluh dua ya?"
Topan hanya mengangguk saat Lestari menyebutkan umurnya.
"Kita beda hampir dua tahun. Aku bulan depan tiga puluh satu." Lestari mencoba untuk selalu membuka percakapan dengan Topan.
Topan kembali mengangguk dan tampak tidak tertarik dengan pembahasan umur tersebut.
Topan menatap Lestari dengan tatapan yang datar.
"Ah, maaf, saya terlalu mau tahu urusan kamu," Ucap Lestari yang tahu bila Topan tidak ingin menjawab pertanyaan.
"Ayooo... sudah akrab ya.." Tiba-tiba saja Mela dan Erna datang dan mengomentari Topan dan Lestari yang sedang tampak berbincang.
"Tante.." Lestari menyapa Erna dan terlihat salah tingkah.
"Kalian cocok loh," Celetuk Erna.
Pipi Lestari pun berseri, sikap nya terlihat malu-malu. Tetapi, Topan hanya diam dengan ekspresi yang datar.
"Nak Topan, rajin-rajin kerumah tante, biar kalian akrab," Ucap Mela.
"Ah, iya tante," Sahut Topan.
"Iya to le, Lestari ini, dia Dokter. Cantik, single, dari keluarga baik-baik. Dia putri dari bapak Agus. Teman akrab bapak mu," Ucap Erna.
Topan kembali tersenyum kecut saat menanggapi ucapan Erna. Sedangkan Lestari terus tersenyum dan menjaga sikapnya, agar terlihat seperti calon menantu idaman pada umumnya.
"Tapi di parkiran..."
"Ah... anu.. itu... maaf," Lestari memotong ucapan Topan. Ia terlihat takut sekali Topan buka suara tentang sikap nya tadi pagi.
__ADS_1
"Di parkiran kenapa le?" Tanya Erna.
Topan menatap Lestari, lalu ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Lestari tertunduk malu, lalu membalas tatapan Topan dengan tatapan yang memohon. Topan pun langsung paham dengan arti tatapan dari Lestari.
"Ohhh... jadi kalian sudah berkenalan sebelumnya?" Tanya Mela.
"I-i-iya ma.. Di parkiran rumah sakit." Sahut Lestari.
"Wahhh.. kalau jodoh gak akan kemana-mana ya bu Erna," Ucap Mela dengan wajah yang semringah.
"Iya loh bu Mela. Ya ampunnn.... Kalian so sweet sekali. Baru akan dijodohkan, eh sudah bertemu duluan."
"Bu.." Topan terlihat tidak suka dengan ucapan Erna.
"Kenapa toh le? Lestari kurang apa? Dia kriteria menantu idaman ibu loh.."
Topan terlihat muak dengan pembahasan itu.
"Sudah arisan nya?" Tanya Topan.
"Sudah."
"Ayo pulang yuk," Ajak Topan.
"Eleh... eleh... si kasep mah suka malu ya bu Erna, sampai mengajak pulang," Ucap Mela.
"Iya, makanya dia harus di jodohkan dengan Lestari."
Terlihat senyum tersungging di bibir Lestari, saat Erna mengatakan akan menjodohkan dirinya dengan Topan.
"Bu, aku ada pekerjaan besok. Kita pulang yuk," Topan beranjak dari duduknya dan berkemas untuk meninggalkan meja tersebut.
"Hmmm, Topan," Panggil Lestari.
Topan menatap Lestari dan menunggu gadis itu untuk berbicara kepadanya.
"Sampai jumpa lagi," Ucap Lestari.
"Aduhhh.... gemesin banget sih kaliannnn.." Ucap Erna dan Mela.
Topan hanya mengangguk dan langsung mengajak Erna untuk meninggalkan restoran itu.
Lestari menatap punggung Topan yang sedang menggandeng Erna menuju pintu restoran.
"Dijodohkan dengan kamu? Aku tidak akan mampu menolak nya." Batin Lestari.
"Kamu suka sama dia?" Tanya Mela.
Lestari tersenyum malu dan menundukkan wajahnya.
"Kalau kamu suka dan yakin, mama akan membicarakan nya dengan keluarga Amoroso. Mama pastikan kalian akan berjodoh," Ucap Mela.
__ADS_1
Lestari tidak menanggapi ucapan Mela. Dia terus tersenyum semringah.
"Kamu tenang saja. Biar mama yang mengatur nya." Tutup Mela.