Masteng

Masteng
151. Cinta Ibu


__ADS_3

BP4R adalah singkatan dari Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk. Sidang BP4R memiliki dua pedoman pelaksanaan yang terdapat materi penting seperti kode etik profesi Polri dan kiat mewujudkan keluarga bahagia sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Sidang BP4R tidak hanya dilakukan oleh calon pengantin dari anggota Polri saja, melainkan bagi anggota yang akan melakukan perceraian dan juga yang ingin rujuk. Sidang ini bertujuan untuk menasihati masalah ataupun permasalahan yang akan dihadapi kala berumah tangga nanti dengan sang putra Negara.


Sidang ini juga diwajibkan hadirnya kedua orangtua calon mempelai. Yaitu, Erna dan Berta. Hanya mereka berdua lah yang hadir disana, mengingat pasangan mereka tidak berada di samping mereka. Pongki dipenjara dan Amoroso sudah berpulang. Bagaimanapun, semua orang tahu bila Topan adalah anak Amoroso. Karena seperti itulah yang tercatat dalam semua dokumen yang dimiliki oleh Topan. Karena Topan lahir saat Erna menjadi istri dari Amoroso. Walaupun sesungguhnya, Topan tidak ada hak memakai nama Amoroso, harusnya Topan hanya memakai nama ibunya saja. Tetapi, itu hanya tertulis di dokumen saja. Yang terpenting bagi mereka, mereka sadar dan tahu siapa ayah kandung dari Topan sendiri.


Berta sudah berada di ruangan sidang bersama Bella. Mereka sampai terlebih dahulu. Sedangkan Topan baru saja datang tanpa Erna bersama dengan nya, dan langsung mengambil tempat duduk tepat di samping Bella.


"Kemana ibu?" Tanya Bella yang mulai merasa kecil hati saat melihat Topan datang sendirian ke ruangan sidang.


"Ibu ada, beliau sedang ke toilet." Terang Topan.


"Oh..." Bella dapat bernafas lega. Lalu ia mengangguk paham.


"Tenang saja, ibu tidak mungkin tidak datang. Dia sendiri yang mengatakan bila ia akan mengupayakan kita untuk menikah."


Bella tercengang, ia tidak percaya apa yang telah di katakan oleh Topan.


"Hah?"


"Iya... ibu ingin cerita kita menjadi cerita yang indah."


Bella masih terperangah tak percaya. Apa yang membuat calon mertuanya itu berubah pikiran? Batin nya.


Hampir setengah jam lamanya, beberapa pasang calon pengantin dan juga keluarga kedua mempelai menunggu di ruang sidang. Tetapi, yang memimpin persidangan dan juga anggotanya tidak kunjung memasuki ruangan sidang. Hal itu tentu saja membuat Bella dan Berta terlihat gelisah.


"Ibumu kok gak datang-datang sih? Anggota sidang juga gak datang?" Tanya Bella.


"Sabar ya, mungkin sebentar lagi." Bisik Topan.


"Mungkin nenek lampir itu menemui anggota sidang kali," Bisik Berta yang duduk di samping Bella.

__ADS_1


"Ah mami," Bella membulatkan kedua matanya dan menatap Berta dengan tatapan sebal.


"Ya kali... dia berulah lagi. Lihat saja kalau berulah, mami jambak konde nya!" Bisik Berta lagi.


"Mami... jangan begitu dong," Bella balas berbisik.


"Gemeeeessss... hhhhhh..! Awas saja, kalau berani macam-macam, mami bawa kabur si Topan!"


"Kok mami yang membawa kabur Topan?" Tanya Bella dengan raut wajah yang terlihat bingung.


"Topan kan anak mami!"


"Astaga mami..." Bella menepuk dahinya.


"Ada apa?" Tanya Topan..


"Ti-tidak ada apa-apa kok," Jawab Bella dengan gugup.


Tak lama kemudian, Wakapolres dan anggotanya memasuki ruangan sidang. Disusul oleh Erna yang baru saja memasuki ruangan sidang. Erna tersenyum dan mengangguk kepada Berta dan Bella. Tentu saja hal itu membuat Berta dan Bella saling berpandangan, karena merasa aneh dengan sikap Erna yang mulai terlihat ramah kepada mereka.


"Ssssttt... mami... ini mau mulai loh..!" Lagi-lagi Bella mengingatkan Berta yang terlihat begitu gemas dengan Erna.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, selamat pagi untuk calon pengantin dan para orangtua yang mengikuti sidang BP4R pagi ini. Saya Wakapolres Untung Setyabudi, memimpin jalan nya sidang BP4R ini." Wakapolres mulai membuka persidangan tersebut.


Wakapolres yang memimpin pun mulai membahas satu persatu tentang apa yang dimaksud dengan pernikahan. Serta berbagai masalah dan solusi yang harus dihadapi oleh kedua calon mempelai. Wakapolres juga memberikan kesempatan bagi siapa saja yang akan bertanya tentang penjelasan yang telah ia jabarkan. Sayangnya, seperti biasa, para calon mempelai sudah tidak berminat untuk bertanya-tanya. Satu hal yang ada di otak mereka, yaitu kapan sidang berakhir dan mereka segera mendapatkan izin menikah agar mereka bisa melaksanakan akad nikah pada bulan depan.


Hampir satu jam empat puluh lima menit, akhirnya Wakapolres mengakhiri sidang itu. Kini, mulailah satu persatu dipanggil untuk mendapatkan surat izin melaksanakan pernikahan dan tibalah nama Topan di sebutkan.


"Topan Alexander."


"Siap!" Topan beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Wakapolres.

__ADS_1


"Selamat, semoga bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik dan tetap menjadi anggota yang berprestasi."


Rona wajah Topan terlihat begitu semringah.


"Siap pak!" Topan memberikan hormat nya kepada atasannya itu.


Wakapolres tersenyum dan membalas hormat dari Topan. Lalu, ia menepuk pundak Topan dengan lembut.


"Bapak percaya pilihan kamu sudah yang paling terbaik dari yang baik," Ucap Wakapolres tersebut.


Sebenarnya Wakapolres tersebut adalah mantan anak buah dari Amoroso, yang sudah dianggap sebagai adik sendiri oleh Amoroso. Bagaimanapun, dirinya memberikan izin kepada Topan, karena dirinya tahu, bila Topan tidak pernah memiliki kekasih. Hanya saja, baru kali ini lah Topan dekat dengan seorang wanita dan langsung serius untuk melaksanakan pernikahan.


Tidak hanya dengan Amoroso, Wakapolres yang akrab di panggil dengan bapak Untung tersebut pun memiliki hubungan baik dengan Erna. Tadi, dirinya sempat berbincang dengan Erna, sebelum memasuki ruangan sidang. Bapak Untung baru menyadari bila Erna akan menikahkan Topan dengan putri dari terpidana mati bernama Pongki Susilo. Awalnya bapak Untung terkejut, namun Erna menjelaskan kepada dirinya, tidak semua orang tidak berhasil mendidik anak mereka. Salahsatunya Pongki sendiri. Pongki berhasil mendidik Bella dengan sangat baik. Semua itu dapat dilihat dari lembar wawancara dan juga hasil tes kesehatan Bella.


Sebenarnya, dihari wawancara dan tes kesehatan, Erna hadir disana. Ia ingin tahu apa saja tentang Bella. Karena selama ini ia tidak begitu mengenal Bella. Tentu saja Erna kesana tanpa sepengetahuan Topan.


Erna yang seorang mantan istri Jenderal Amoroso, begitu mudah keluar dan masuk kedalam lingkungan tersebut. Ia berada di ruangan khusus menunggu laporan dari seseorang yang membawakan hasil wawancara Bella dan juga tes kesehatan Bella.


Pertama, Erna melihat hasil tes psikotes Bella. Jiwa Bella begitu stabil dan baik. Bella juga pintar dan terlihat cermat. Sungguh menjadi salah satu nilai plus dimata Erna yang sangat menginginkan calon menantu yang pintar dan cermat.


Kedua, Erna melihat hasil wawancara tertulis Bella dan Topan. Mereka terlihat sangat cocok dan saling memperjuangkan. Bella juga jujur dan terlihat apa adanya. Terutama jawaban Bella tentang bagaimana dirinya dapat mengenal Topan. Tulisan Bella membuat Erna merasa terharu. Bahkan, untuk ukuran orang yang ayah kandungnya di penjarakan oleh Topan, Bella masih bisa mencintai dan memaafkan Topan dengan tulus. Saat itu juga, Erna mulai terlihat tertarik dengan Bella.


Yang ketiga, adalah test kesehatan. Hal itu membuat Erna ikut tegang. Karena ia hanya tahu bila Bella bukan lah dari keluarga yang baik-baik selama ini. Ia takut bila Bella mengikuti jejak hitam dari keluarganya dan juga, Erna takut bila anaknya, Topan, mencintai orang yang salah dan sudah tidak perawan lagi.


Namun, hasil tes tersebut sungguh diluar dugaan nya. Bella adalah seorang perawan. Dimana sudah dapat dipastikan bila pergaulan Bella sangat terjaga dengan baik. Saat itu juga Erna merasa bersalah. Ia tidak menyangka pikiran nya lah yang salah dan kotor menilai sesuatu dari luarnya saja. Nyatanya, calon menantunya ini benar-benar adalah calon menantu idaman. Pintar, berpendidikan, pergaulan nya sangat sehat dan juga cantik.


Saat itu juga Erna memutuskan untuk memberikan restu. Ia bertekad tidak akan adalagi kisah cinta yang terpisah seperti dirinya dan Galang.


Tentu saja, apa yang dilakukan Erna tidak ada yang tahu. Sebenarnya dirinya pun berjuang, untuk memuluskan segala perijinan pernikahan antara Topan dan Bella. Karena ia ingin melihat Topan bahagia.


..

__ADS_1


Ibu... adalah seorang yang berjuang untuk kebahagiaan anak-anak nya. Bagaimana usahanya, terkadang kita sebagai anak TIDAK MENYADARI nya. Yang kita kenal, ibu adalah sosok yang keras kepala. Tukang ngomel, ngeyel, suka menyalahkan, dan lain sebagainya.


Tetapi percayalah, semua itu ibu lakukan karena cinta nya yang tak terbatas untuk sang buah hati. Berapapun umur mu, kamu tetap seorang anak kecil dimata seorang ibu. -De'rini-


__ADS_2