
Suasana semakin panas, Bella semakin mabuk dan menggila. Sedangkan tangan lelaki yang sedang berdansa dengan Bella, mulai melingkar erat di pinggang Bella yang ramping. Lelaki itu juga menyandarkan dagunya di bahu Bella. Terlihat jelas niat jahat dari lelaki itu yang sama mabuk nya dengan Bella.
Topan melihat pemandangan tersebut pun terlihat risih. Ia tidak bisa tinggal diam. Sebagai satu-satunya orang yang mengenal Bella disana, Topan merasa memiliki tanggung jawab untuk melindungi gadis itu. Topan beranjak mendekati Bella dan lelaki itu, dan menarik lelaki itu dengan kasar.
"Minggir lu! Ini cewek gue!" Bentak Topan dengan ekspresi wajah yang emosi tak tertahankan.
Lelaki itu terhenyak dan menatap Topan dengan tatapan yang tak kalah sangar. Sedangkan Bella, menatap Topan dengan tatapan yang nanar.
"Jo..." Ucap Bella yang langsung mengenali Topan dari samar lampu di diskotik tersebut.
Topan langsung merangkul Bella, lelaki yang baru saja Bella kenal merasa tidak terima, ia mendorong Topan dengan sekuat tenaga. Topan yang kerap melatih fisiknya, pun bergeming, dengan sekali tendangan, lelaki itu pun terjungkal di lantai dansa.
"Aaaaaaaaa!" Pekik orang-orang yang berada di lantai dansa tersebut.
Lelaki mabuk itu mencoba berdiri dan menghampiri Topan. Namun, sebelum lelaki itu berdiri, Topan sudah menghampiri nya dan menginjak tangan lelaki itu dengan tapak sepatunya. Lalu, Topan membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke wajah lelaki itu.
"Dia hanya milik gue, jangan sekali-kali menyentuh dia!" Topan mencoba memberikan ultimatum kepada lelaki itu.
Lelaki itu pun meringis menahan sakit. Tak lama kemudian, terlihat dua orang bodyguard yang bekerja di club malam tersebut menghampiri mereka berdua.
"Ada apa boss?" Tanya seorang diantara dua bodyguard tersebut.
"Dia menyentuh kekasih saya," Ucap Topan.
"Jo.." Panggil Bella yang terlihat sempoyongan. Gadis itu memeluk Topan dari belakang.
Melihat Bella yang mengenali Topan, bodyguard tersebut pun menyeret lelaki mabuk itu ke luar dari club malam itu.
"Maaf telah mengusik kenyamanan nya boss," Ucap bodyguard tersebut.
Topan hanya tersenyum dan mengangguk dengan ramah.
Situasi seperti itu sudah sangat umum di dalam club malam. Maka, setelah kejadian itu, semua akan kembali normal, seperti tidak ada kejadian apa pun sebelumnya. Topan menatap Bella yang tampak sangat sexy dan menarik malam ini. Dengan tubuhnya yang indah, gadis itu terus berjoget mengikuti hentakan irama yang bising.
Topan terpaku, di remang cahaya lampu disko yang warna warni, dan berkelap-kelip secara bergantian, membuat Bella tampak seperti bintang yang membuat siapa saja tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosok Bella. Gadis itu tampak sangat bersemangat dan menggila.
Bella menabrak tubuh Topan dan memeluknya dengan erat.
"Lu kok ganteng sih Jo... Gue gak nyangka lu seganteng ini..." Ucap Bella.
Topan terdiam, ia terus menatap wajah gadis cantik itu.
Bella yang mabuk, meliukkan tubuhnya sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Topan.
"Jo... lu jangan kayak Frans si sialan itu ya..... Dia bajingan tengik yang menghabiskan hampir semua tabungan gue. Gue benci sama dia! Awas kalau lu kayak dia!" Bella mengepalkan tangannya dan berbicara dengan lidah yang terseret berat.
__ADS_1
Kini Topan paham, Bella sedang patah hati. Pantas saja gadis ini terlihat sangat hilang kendali.
"Jo... gue capek pacaran, kita nikah saja yuk..."
Degggg...!
Jantung Topan berdegup kencang. Gadis yang ia kagumi mengajak dirinya menikah. Walaupun Topan tahu, itu hanya ucapan orang yang mabuk, tetapi entah mengapa, perasaan nya begitu bahagia.
Bella memeluk tubuh Topan dengan erat dan mengecup leher Topan dengan liar. Yang membuat Topan merasakan darahnya berdesir, hingga ada sesuatu yang tidak bisa ia bendung mencoba memberontak dari balik pakaiannya.
"I love you Jo..." Bisik Bella dengan wajah yang terlihat sangat menggoda.
"Hmmm, Bella, kita pulang saja," Ucap Topan, seraya melepaskan tangan Bella dari lehernya.
"Kok pulang sih, lu mau begituan ya sama gue." Bisik Bella.
Nafas Topan mulai sesak, ia mencoba terus mengendalikan dirinya.
"Yuk," Ucap Topan seraya menuntun Bella ke arah meja bartender. Ia tahu Bella belum membayar tagihan minuman yang telah Bella nikmati.
Topan membayar tagihan itu dan lalu membawa Bella keluar dari club malam tersebut. Dengan terhuyung huyung, Bella berjalan, mencoba mengimbangi langkah kaki Topan yang membawanya keluar untuk mencari taksi.
"Jo... nikah yuk..." Bisik Bella lagi.
"Ayo.. siapa takut?" Sahut Bella.
Topan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu, membawa Bella masuk kedalam taksi yang baru saja berhenti di depan mereka.
Taksi mulai bergerak meninggalkan club malam tersebut dan membawa mereka kembali ke hotel, setelah Topan meminta supir taksi tersebut mengantarkan mereka ke hotel dimana mereka menginap.
Sepanjang perjalanan ke hotel, Bella terus menggoda iman Topan. Hingga membuat dirinya kaku tak berdaya. Keringat dingin mengalir deras dari dahi dan tubuhnya. Memang, bukan kali ini ia sedekat ini dengan seorang wanita. Sebelumnya, dirinya pernah sedekat ini dengan wanita malam saat ia sedang bertugas. Tetapi, dengan wanita baik-baik seperti Bella, ia belum pernah. Ditambah dengan perasaan yang ganjil di hatinya tentang Bella.
"Pelukkk..." Ucap Bella.
Topan tidak ada pilihan selain memeluk gadis itu dengan erat. Lalu, Bella pun menjatuhkan kepalanya di dada Topan yang berkeringat.
"Harum tubuh lu sexy.." Celetuk Bella.
Topan terdiam, jantungnya terus berdetak dengan kencang.
"Kamu kenapa sih? Kenapa harus seperti ini? Memangnya tidak ada cara lain untuk menyalurkan stress?" Tanya Topan dengan wajah yang datar.
Bella mengangkat wajahnya dan menatap Topan di dalam pelukan lelaki itu. Lalu, Bella tersenyum manis dan kembali menenggelamkan wajahnya di dada Topan.
"Gue benci sama Frans..! Harapan gue terlalu tinggi dengan dia! Gue kecewa!" Ucap nya seraya menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Topan terdiam, dengan ragu, ia mencoba mengusap rambut panjang Bella dengan lembut.
"Ya, tetapi tidak harus seperti ini. Ada aku untuk kamu. Kapan pun kamu merasa kecewa, cari aku," Ucap Topan.
"Tapi lu kan tadi gak ada. Lu jahat..! Jahat!" Bella memukul-mukul dada Topan.
Topan hanya diam dan terus mengusap rambut Bella dengan penuh kasih sayang.
Taksi yang ditumpangi mereka pun sampai di hotel, setelah 15 menit perjalanan dari club malam. Topan membayar tagihan taksi dan membawa Bella masuk kedalam hotel tersebut.
Sesampainya mereka di lantai kamar mereka, Topan terlihat bingung, mau ke kamar siapa Bella akan ia bawa.
Topan mencoba melihat saku di dress Bella. Tetapi, ia tidak menemukan satupun saku disana.
"Kunci kamar mu mana?" Tanya Topan.
"Ada di tas," Sahut Bella seraya tertawa tidak jelas.
Topan menepuk dahinya. Ia tidak membawa serta tas milik Bella yang tertinggal di club malam. Tidak ada pilihan lain, selain Topan membawa Bella masuk ke kamar milik nya. Topan membuka pintu kamarnya dengan jantung yang berdebar, ia takut sekali khilaf saat berdua saja dengan Bella yang terlihat diluar kontrolnya.
Klikkk...!
Pintu kamar Topan terbuka, ia membawa masuk Bella yang kini terlihat sulit membuka kedua matanya. Sedangkan Bella, terus memeluk Topan dengan erat.
"Kamu tidur saja ya, Aku akan kembali ke club untuk mengambil tas mu," Ucap Topan, seraya merebahkan Bella di atas ranjang.
Bella langsung menarik tangan Topan, saat lelaki itu hendak beranjak meninggalkan dirinya.
"Temani aku," Pinta Bella.
"Ta-ta-tapi,"
"Stttttt...." Bella meraih kepala Topan dan mengecup lembut bibir Topan.
"Hmmmpppp!" Bibir Topan terbungkam. Jantungnya terasa akan meledak. Ingin sekali ia melepaskan hangat bibir milik Bella. Tetapi, ia merasa tidak kuasa untuk melepaskan nya, hingga Bella melepaskan nya dengan sukarela.
Bella menatap Topan dengan tatapan liar, membuat nafas topan menderu tak terkendali.
"Jo... kita..."
"Tidak." Tegas Topan.
"Sekarang kamu tidur," Ucap nya, seraya melepaskan pelukan Bella, dan berlari keluar dari kamar tersebut.
Dengan berat hati, Topan meninggalkan Bella dan kembali ke club malam itu.
__ADS_1