Masteng

Masteng
55. Sepeda motor


__ADS_3

Topan melajukan sepeda motor yang ia sewa bersama Bella, dengan kecepatan sedang. Sedangkan Bella, gadis itu terlihat canggung duduk di boncengan sepeda motor itu. Tangan nya pun enggan untuk memegang Topan, walaupun itu hanya sekedar memegang baju lelaki itu. Jarak duduk Bella dan Topan pun, berjarak sejengkal. Tampaknya Bella tidak ingin berdekatan dengan Topan.


"Non, pegangan non," Pinta Topan sesaat setelah ia membuka kaca helm nya.


"Ini pegangan," Sahut Bella.


Topan melirik spion motor itu dan mendapatkan Bella berpegangan ke belakang motor. Topan tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Tetapi, ia enggan mengomentari Bella.


Mereka berkendara cukup lama. Karena jarak antara Denpasar ke Kintamani cukup jauh. Sekitar 73 kilometer. Atau membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Bella pun mulai kelelahan. Padahal, mereka baru saja jalan selama satu jam. Apalagi, tangan nya merasa pegal, saat di tekuk kebelakang, karena memegang kebelakang.


"Hhhhhhhhh.." Keluh Bella.


"Kenapa non?"


"Gak, gak apa-apa," Sahut Bella.


"Non capek?"


"Dikit,"


Topan menepikan sepeda motor nya dan lalu ia menoleh kebelakang. Terlihat peluh mengalir di leher Bella.


"Non kepanasan?" Tanya Topan lagi.


Bella beranjak turun dengan pinggang yang encok dan bokong yang terasa kesemutan dan pegal. Lalu ia berjalan tampak tidak normal di mata Topan. Topan nyaris saja tertawa terbahak-bahak. Ia sudah memperingatkan Bella, bila ke Kintamani itu sangatlah dari hotel mereka.


Bella menggerak-gerakkan kakinya dan memijat bokong dan pinggang nya. Lalu, ia membuka helm nya. Saat itu juga Topan melihat, wajah dan rambut Bella terlihat basah karena berpeluh.


"Masih jauh gak sih?" Tanya Bella dengan kerut di keningnya.


"Menurut peta sih, masih non. Kita butuh satu setengah jam lagi perjalanan."


"Ya Allah...." Bella berjongkok di tepi jalan, sambil mengeringkan peluhnya dengan tisu.


"Kan tadi saya sudah bilang non, pak boss juga sudah memperingati non Bella," Ucap Topan.


Bella menatap Topan dengan tatapan yang terlihat kesal.


"Iya, maaf... saya yang salah non."


Bella mengerutkan keningnya saat Topan meminta maaf kepada dirinya. Dia sadar betul, dirinyalah yang salah, karena tidak mau mendengar omongan Pongki dan Topan.


"Huffffft..!" Bella kembali mengeluh dan kembali memasang helm nya.


"Cari tempat duduk yuk..., yang ada jual minuman dingin nya tapi," Pinta Bella.


"Siap non." Sahut Topan. Lalu, mereka kembali melanjutkan perjalanan, sambil melihat-lihat cafe yang cocok untuk mereka dapat beristirahat.


Akhirnya, Topan menepikan sepeda motor nya di sebuah cafe sederhana. Bella melepaskan helm nya dan mengipas tangan nya ke arah wajah nya yang berpeluh.

__ADS_1


"Huffff... benar-benar panas sekali cuaca nya," Keluh Bella.


"Yuk," Ucap Topan, saat ia baru saja melepaskan helm nya dan menggantungkan nya di sepeda motor itu.


Bella mengangguk dan mengikuti Topan masuk kedalam cafe itu. Mereka pun memesan dua buah es teh manis, dan memilih duduk di pojok cafe itu.


Topan meraih selembar tisu dari kotak tisu yang terdapat di atas meja, lalu memberikan nya kepada Bella.


"Buat lap keringat," Ucap Topan.


Bella menatap tisu yang di dalam genggaman Topan, lalu ia menatap Topan dengan seksama.


"Terima kasih," Ucap nya. Lalu, Bella meraih tisu itu dan mengusapkan ke dahinya yang berpeluh.


Tak lama kemudian, es teh manis pesanan mereka pun datang. Seorang pramusaji meletakkan pesanan mereka di atas meja.


"Terima kasih," Ucap Topan kepada pramusaji itu.


"Sama-sama bli," Sahut pramusaji yang masih terlihat sangat muda itu.


Bella meraih gelasnya dan meminumnya hingga menyisakan setengah gelas saja. Lalu, ia menghela nafas lega dan mengipas kan tangan nya kembali. Sedangkan Topan, menikmati es teh manis nya sambil terus menatap Bella.


"Ngapain lu liatin gue terus?" Tanya Bella dengan rona merah di pipinya.


Topan tersenyum kecil saat Bella bertanya seperti itu kepadanya.


Melihat sikap Topan yang hanya menanggapi pertanyaan nya dengan senyuman, membuat Bella merasa Topan tampak lebih menarik daripada biasanya.


Topan menatap Bella yang tampak sangat bersemangat saat akan bertanya kepadanya.


"Mau nanya apa?"


"Elu punya pacar gak?"


Topan yang baru saja meneguk kembali es teh manisnya pun hampir tersedak mendengar pertanyaan Bella. Lalu, Topan terdiam dan terus menatap Bella dengan seksama.


"Kenapa? Ada yang salah?" Tanya Bella lagi.


"Ngggg... nggak kok non," Sahut Topan.


"Hmmmmm, jangan bilang kalau elu belum pernah pacaran?"


Topan terdiam, ia merasa malu dengan Bella, bila dirinya mengaku belum pernah memiliki hubungan sebelumnya.


"Beneran?" Desak Bella.


"Ng... anu... anu non.. sudah kok,"


"Sudah?" Terlihat ekspresi wajah Bella sedikit berubah menjadi agak datar.

__ADS_1


"Ya, dulu, sudah lama."


"Siapa namanya? Cantik gak? Cantikan mana sama gue?"


Topan mengerutkan keningnya karena tuntutan pertanyaan yang di lemparkan kepadanya.


"Namanya Sri non, cantik sih... tapi gak secantik non Bella," Ucap Topan.


Perlahan, senyum mengembang di bibir Bella. Lalu, ia menundukkan wajahnya beberapa saat.


"Kalau saya boleh jujur, wanita yang paling cantik yang pernah saya lihat, ya non Bella."


Bella mengangkat wajahnya dan menatap Topan dengan rona merah di pipinya.


"Pernah ngapain saja sama si Sri?"


Lagi-lagi Topan merasa bingung dengan pertanyaan dari Bella.


"Maaf non, ngapain apa nya ya?" Topan memasang wajah polosnya, seakan ia tidak mengerti dengan arah pertanyaan Bella.


"Itu... maksud gue... hmmm.. gak, gak usah dibahas." Bella terlihat salah tingkah.


"Serius non, kenapa ya? Saya kok gak mengerti.."


"Itu, maksud ku... ah sudah lah.. ayo kita berangkat lagi." Bella beranjak dari duduknya dan bergegas meninggalkan meja itu.


"Non," Topan yang masih duduk, menahan tangan Bella. Bella tertegun sejenak karena Topan memegang tangan nya.


"Saya bukan lelaki yang mau merusak cewek non. Jadi, saya belum ngapa-ngapain sama siapa pun. Kecuali..."


"Kecuali apa?" Tanya Bella penasaran.


"Kecuali sama non Bella."


Mendadak Bella membulatkan kedua matanya dan langsung menyapukan pandangannya kepada seluruh pengunjung cafe tersebut.


"Apaan sih lu!" Bella mencoba melepaskan tangan Topan yang memegang pergelangan tangan nya.


"Jujur non, ciuman pertama saya itu, ya.... sama non Bella," Lagi-lagi Topan mengucapkan nya dengan wajah yang tampak polos.


"Ya Allah!" Pekik Bella di dalam hatinya.


"Eh Paijo! Lu membuat gue merasa jadi perempuan C*bul! Ya sudah ayo..!" Bella gantian menarik tangan Topan.


Topan diam-diam tersenyum, lalu ia beranjak dari duduknya.


"Saya saja yang bayar, anggap kita lagi ngedate ya non," Ucap Topan sambil tersenyum nakal.


"Najissss!" Bella menghentakkan kakinya dan berjalan keluar dari cafe itu.

__ADS_1


Sedangkan Topan, ia terkekeh melihat ekspresi wajah Bella yang terlihat malu-malu tapi sudah sedikit tertarik kepada dirinya.


Ingat, Topan adalah Polisi. Ia bisa membaca gelagat siapa saja. Termasuk lawan bicaranya di luar tugas nya. Topan di didik untuk mengetahui gestur tubuh, kejiwaan dan juga ekspresi wajah. Jadi, seberapa keras pun Bella menyembunyikan perasaan yang sedang ia rasakan, Topan pasti bisa membacanya.


__ADS_2