
Tepat pukul 12 siang waktu setempat, Topan dan Bella pun tiba di Kintamani. Mereka bermain di tepi Danau Batur. Danau Batur adalah danau kawah di Kintamani, Kabupaten Bangli di Bali, terletak sekitar 30 km di timur laut Ubud di Bali. Udara yang sejuk, namun cerah, serta pemandangan yang begitu indah, cukup memanjakan mata.
Terdapat banyak spot wisata di daerah Kintamani. Namun, berhubung mereka sampai disana saat memasuki jam makan siang, mereka pun memutuskan untuk singgah di sebuah warung makan, tepat di tepi Danau tersebut.
Mereka berdua, memesan ikan bakar dan beberapa menu lain nya. Ikan di sana, ikan yang langsung di pancing atau di jala dari danau batur itu sendiri. Jadi, rasa ikan nya pun berbeda. Terasa manis dan begitu nikmat dagingnya.
Topan dan Bella yang sudah sejak tadi menahan lapar pun, langsung menyantap menu yang telah dihidangkan oleh pramusaji. Mereka makan bersama, tanpa berbincang sekalipun. Tetapi, mereka selalu saling tersenyum, saat mata mereka bertemu pandang.
Entah mengapa, Bella mulai merasakan getaran-getaran yang aneh dihatinya. Sama saat pertama kali ia mulai jatuh cinta dengan pacar pertama nya, yaitu Frans. Saat itu, Bella masih semester 4 di universitas tempat nya mengambil S1 nya. Disana lah, pertemuan pertamanya dengan Frans. Sebenarnya, bukan benar-benar pertemuan pertama. Hanya saja, selama ini, Frans tidak sedikitpun memperhatikan dirinya.
Saat Bella kuliah, Bella adalah mahasiswi yang kutu buku. Saat tidak ada jam pelajaran, Bella kerap pergi ke perpustakaan. Hanya Noel lah yang setia menemani Bella. Bella juga anak yang polos, penampilan nya pun terlihat cuek dan tidak seperti mahasiswi pada umumnya. Bella belum mengenal make-up dan dapat memantaskan pakaian. Walaupun dirinya anak dari seorang miliarder. Mungkin karena Bella anak satu-satunya, dia kerap selalu di atur oleh Berta dan selalu di anggap sebagai anak kecil. Dari situlah, sikap manja Bella terbentuk.
Suatu hari, Bella melihat Frans di lorong kampus. Lelaki itu sedang mendekati seorang wanita bernama Fanni. Fanni adalah termasuk mahasiswi yang gaul dan cantik di kampus itu. Bella yang sudah sejak lama diam-diam mengagumi Frans, berjalan tepat di depan Frans. Tetapi, lelaki itu tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Fanni. Padahal, kalau bisa di bandingkan, kecantikan Bella, lebih dari pada Fanni.
Dari sanalah, Bella mulai berfikir bila penampilan dirinya itu buruk. Lalu, Bella bertekad mencontoh Fanni yang ia anggap keren dan begitu hits di kampus. Bella mulai ke salon, belanja ke butik, dan membeli barang-barang bermerek dengan model yang sangat berbeda dari biasanya yang ia pakai.
Bella benar-benar mengganti penampilan dirinya menjadi Bella yang terlihat seperti saat ini. Saat itu juga, seorang Bella mulai menjadi salah satu bidadari di kampus nya. Hal itu membuat Bella merasa puas dan ia terus mengikuti perkembangan fashion dan barang-barang bermerek lain nya.
Tentu saja perubahan Bella juga menarik perhatian Frans. Frans yang kerap datang ke kelas nya untuk Fanni, kini Frans datang untuk dirinya. Karena sebenarnya Bella adalah anak yang polos, dan juga sudah menaruh hati sejak lama dengan Frans, akhirnya dia sangat gampang untuk Frans dapatkan.
Frans yang awalnya hanya taruhan dengan teman-teman nya untuk mendapatkan Bella, akhirnya menyadari bila Bella adalah anak seorang pengusaha sukses, pikiran Frans pun berubah haluan. Ia mulai memikirkan bagaimana memanfaatkan Bella dengan baik, tanpa Bella sadari itu.
Awalnya, Frans mencoba meminjam uang kepada Bella. Tetapi, karena Bella yang sedang mabuk asmara dengan Frans pun, memberikan begitu saja, tanpa ada embel-embel hutang. Dari situ, Frans ketagihan. Lelaki brengsek itu pun mulai memperalat Bella. Hingga mereka berpacaran 5 tahun lamanya.
Sebenarnya, Frans juga ingin memperalat Bella dengan menidurinya. Tetapi beruntung, untuk yang satu itu, Bella tidak mau. Ia masih berpikir untuk melakukan nya bersama dengan Frans. Hati kecilnya tidak mampu untuk berdusta, bila ia merasa sangat berdosa bila melakukan itu di luar pernikahan. Itulah yang membuat Frans menyalurkan hasrat nya dengan banyak gadis diluar sana.
"Getaran ini," Batin Bella. Ia memegang dadanya. Lalu, ia menatap Topan yang sedang asik dengan ponselnya.
__ADS_1
"Apa gue jatuh cinta sama makhluk ini?" Batin nya lagi.
Mata Bella tertuju kepada ponsel Topan dan wajah Topan yang terlihat serius saat membalas pesan yang ia terima di ponselnya.
"Pesan dari siapa sih?" Tanya Bella dengan wajah yang tampak tidak suka.
"Teman non," Sahut Topan sambil melirik Bella sekilas, dan kembali fokus dengan ponselnya.
"Teman apa perempuan yang ketemu di Tanah Lot?"
Topan mengerutkan keningnya dan menatap Bella dengan seksama. Lalu, ia tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Beneran non, dari teman,"
"Oh..." Bella memasang wajah masam nya.
"Non cemburu ya?"
"Canda non," Ucap Topan, sambil tersenyum kecil. Lalu, ia kembali membalas pesan dari Antok yang dari tadi terus menerus mengirimkan dirinya pesan penting tentang lanjutan operasi mereka tentang Pongki, yang akan mereka jalankan dalam minggu ini.
Bro, bang Suprapto sudah uring-uringan. Kalau bisa, kita cokok langsung. Ini kan sudah ada buktinya. Kita cokok, dan langsung jangan lepaskan lagi. Kita harus bekerja cepat. Karena kalau tidak, dia bisa melarikan diri lagi. Ingat, dia itu belut!
Topan terdiam saat membaca pesan dari Antok. Ya, waktu nya di Bali tinggal 2 hari lagi saja. Dan minggu ini, sudah bisa dipastikan bila Pongki akan di cokok dan dirinya akan segera bebas dari tugas nya.
Bebas dari tugas, tandanya Pongki dan keluarganya akan tahu indentitas Topan yang sebenarnya. Dan juga, Topan harus mempersiapkan dirinya untuk tidak ada hubungan lagi dengan keluarga Pongki. Termasuk Bella dan Berta, demi keprofesionalan dirinya sebagai abdi negara.
"Ya Tuhan.." Gumam nya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Bella dengan ekspresi wajah yang serius.
"Tidak, tidak ada apa-apa," Topan meraih gelas miliknya yang berisi es teh manis, lalu ia meneguknya hingga habis tak bersisa. Lalu, Topan kembali menatap Bella dengan seksama.
"Maafkan aku," Batin nya.
Bella yang saat itu sedang mengusap bibirnya dengan selembar tisu, membalas tatapan Topan yang tampak aneh menurut nya.
"Kok lihat gue begitu sih? Ada apa?" Tanya Bella penasaran.
Topan tersenyum, namun hatinya terasa sangat perih.
"Non, saya suka sama non Bella."
Bella tertegun, matanya membulat dan bibirnya pun gemetar.
"Apa? Lu ngomong apa sih? Gue gak salah dengar?" Tanya Bella dengan ekspresi wajah yang panik.
"Gak non, saya suka sama non Bella. Baru kali ini saya jatuh cinta. Bukan karena ciuman itu. Tetapi... saya suka non Bella dari pertama saya melihat non Bella."
Bella terdiam membisu, ia tidak tahu harus bersikap bagaimana. Ia baru mengenal Topan beberapa hari saja, dan Topan hanya seorang supir yang bekerja di rumahnya.
"Tidak apa-apa non tidak membalas cinta saya. Setidaknya, saya sudah mengatakan nya."
Bella masih terdiam membisu. Ia terus menatap Topan dengan tatapan yang tidak bisa Topan artikan.
"Non, bila suatu saat terjadi apa-apa. Ingat non, ada saya untuk non Bella. Tetapi, saya mohon, jangan membenci saya, apa pun yang terjadi. Saya hanya bekerja non. Tetapi, bila ditanya dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya tidak hanya mencintai non Bella. Saya juga mencintai kedua orangtua non Bella. Pak boss dan kanjeng mami. Percayalah non, saya tulus dan saya mohon, jangan membenci saya, apapun yang terjadi kedepannya."
__ADS_1
Bella mencoba mencerna ucapan Topan. Tetapi, ia tidak akan menyangka, bila Topan sedang mengatakan bila dirinya hanya melaksanakan tugas. Bila sampai sesuatu terjadi, seperti Pongki tertangkap, itu semua tidak maunya Topan, melainkan dirinya hanya bekerja dan mengabdi pada negara.
"Sudah, lupakan. Jangan di jawab non. Setidaknya, saya sudah lega. Saya ke toilet dulu non," Topan beranjak dari duduknya dan meninggalkan Bella yang terus terdiam karena ucapan Topan yang mengatakan, bila Topan mencintai dirinya.