Masteng

Masteng
135. Surat terakhir


__ADS_3

Erna termenung di kamarnya. Di depan nya, tepatnya di dinding kamarnya, tergantung seragam lengkap milik Amoroso. Ia berdiri dan menyentuh seragam tersebut, lalu merengkuhnya kedalam pelukannya. Kini, lelaki itu telah pergi setelah puluhan tahun ia dampingi dalam suka dan duka. Yang tertinggal hanya kenangan-kenangan manis saat dirinya dan Amoroso berumah tangga selama ini.


Erna menatap ke jaket milik nya yang tergantung di samping seragam tersebut. Erna pun baru menyadari bila ada surat yang sempat di tuliskan oleh Amoroso yang belum sempat ia baca, karena dirinya panik saat menyadari Amoroso telah meninggal dunia. Erna kembali menggantung seragam Amoroso, dan meraih jaket miliknya. Erna merogoh kedalam kantung jaketnya dan mendapatkan surat yang belum sempat ia baca.


Erna membawa surat itu bersama dirinya, dan membacanya di tepi ranjang kamar itu. Erna membuka lipatan surat tersebut dan mulai membacanya.


Untuk yang tercinta, Erna, istriku.


Istriku, terima kasih telah mendampingi aku selama ini. Terima kasih sudah berkorban untuk menerima ku menjadi suami mu.


Istriku, aku tahu kamu tidak pernah mencintai aku. Tetapi, kamu tetap menjalani rumah tangga kita dengan sebaik-baiknya, seindah-indahnya. Kamu rela berkorban untuk memberikan aku kenangan-kenangan yang terindah yang pernah aku rasakan selama berumahtangga denganmu.


Erna, istriku yang tersayang. Maaf, bila aku terlalu egois dalam mencintai kamu dan memiliki kamu. Karena aku sadar diriku egois, maka aku memaafkan segala kesalahan kamu. Lillahitaala aku ridho memaafkan nya. Saat aku menyadari aku adalah orang yang merebut mu dari hati yang lain, saat itu juga aku tahu aku salah, karena telah memaksa kamu untuk menjadi istri ku. Setelah aku berumah tangga dengan mu, saat itu juga aku berjanji untuk berjuang mempertahankan dan membahagiakan kamu.


Erna istriku, bila aku sudah tidak ada di dunia ini nanti, bila mungkin, temui lah dia yang kamu cintai selama ini. Bila mungkin dan terbukti dia masih menunggumu, kembalilah bersama dengan nya. Tebus segala waktu yang telah aku rebut dari kalian. Aku meridhoi nya. Tidak ada kata terlambat dalam menemui cinta sejati. Lakukan lah, karena memang ini adalah wasiat dari ku untuk dirimu.


Akhir kata, aku minta maaf kepadamu. Bila aku tidak bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan anak-anak. Tetapi, aku tetap mengatakan sejujurnya, kamu adalah istri dan ibu yang terbaik bagi ku dan anak-anak.


Erna, aku mencintaimu, walaupun aku tahu, kamu tidak pernah mencintai aku.


Terima kasih istriku, setidaknya di kehidupan ini, aku bisa merasakan kau menjadi milik ku. Bisa merasakan sentuhan lembut mu, menatap wajahmu saat akan tidur dan bangun tidur. Itu adalah hal paling terindah di dalam hidupku.


Erna, aku mencintaimu.


Erna terisak saat baru saja selesai membaca surat terakhir dari Amoroso.


"Bapak.." Gumam nya di sela tangisan nya.


Lalu, Erna membalikan lembar surat tersebut. Disana masih ada tulisan lain yang di tuliskan oleh Amoroso.


Untuk anak-anak ku yang tercinta. Topan, Guntur dan Pinky.


Pertama, untuk anak perempuan ku satu-satunya, Pinky.


Nak, rajin-rajinlah belajar, hingga kamu bisa segera mendapatkan gelar profesi mu. Setelah itu, menikahlah dengan orang yang benar-benar kamu cintai. Turuti kata hatimu, jangan pernah mengorbankan cinta kamu hanya demi orang yang baru. Aku tidak ingin apa yang dirasakan ibumu, akan terulang kembali padamu.


Nak, baik-baik lah. Jaga kehormatan mu hanya untuk lelaki yang akan mengucapkan janji sucinya dengan menyebut nama Allah di depan para saksi. Bapak percaya, kamu adalah anak yang baik dan yang akan menjaga dirimu dari segala yang tidak baik.


Pinky, bapak menyayangimu lebih dari apa pun. Karena kamu putri kecil yang paling bapak cintai.

__ADS_1


Untuk anak ku Guntur.


Rajin-rajinlah kuliah, raih cita-citamu sebaik-baiknya. Bila kamu tidak ingin mengikuti jejak bapak dan kakak mu, Topan. Jadilah bagian dari orang-orang yang berguna untuk Negeri ini. Orang yang ikut memajukan Negeri dengan cara yang lain. Bapak berharap dan percaya, kamu akan sukses dengan caramu sendiri.


Pesan terakhir dari bapak, temui wanita yang baik. Jangan pernah rebut dia dari orang yang ia cintai. Dapatkan lah cinta mu sendiri. Temui cinta yang benar-benar untuk dirimu.


Untuk anak ku Topan.


Topan Alexander pertama kali aku berjumpa denganmu saat usiamu menginjak satu tahun. Saat aku pulang bertugas, aku menatap mu untuk yang pertama kalinya.


Saat kau kecil, aku sudah melihat jiwa kepemimpinan darimu. Kau adalah anak laki-laki yang tidak banyak tingkah dan tegas. Sudah jelas, kau sangat berbeda dari yang lain nya. Maka, aku mengarahkan mu untuk menjadi bagian dari putra Negara ini. Karena aku percaya, kamu memang anak yang hebat dan pintar. Orang seperti kamu lah yang sangat dibutuhkan oleh Negeri ini.


Topan anak ku, ya... aku memanggilmu anak ku. Karena kamu memang anak ku yang tertulis di selembar kertas yang bernama akte kelahiran. Disana, tertulis jelas namaku sebagai ayah kandung mu. Aku pernah mengatakan kepadamu, apa pun yang terjadi, kamu tetap anak ku.


Topan, aku sudah melewati masa muda ku dengan banyak hal. Aku juga belajar saat aku bergabung dengan POLRI, bagaimana membaca gerak gerik dan sikap seseorang saat dirinya jujur atau bersalah. Tetapi, aku juga bisa membaca betapa terpukul nya kamu saat kamu membaca surat hasil test DNA itu. Disitu aku yakin, kamu mencintai aku sebagai bapak mu.


Topan Alexander, putra dari Galang Artana. Temui lah ayah kandungmu bersama dengan Erna, ibumu. Mereka berhak bersatu kembali. Cinta mereka tidak pernah padam selama ini. Aku bisa membacanya, dan sudah pernah melihat bukti dari surat-surat dari Galang dan surat yang tidak pernah dikirimkan oleh ibumu. Cinta mereka berdua sangat luar biasa, dan aku tahu, hingga detik ini Galang masih menunggu ibumu. Ya... diam-diam aku selalu memonitor dirinya. Aku tahu dia ada dimana, kehidupannya serta apa saja yang ia lakukan selama ini.


Galang, dia kini ada di Riau, dan berdinas di Polda Riau. Temui dia sebelum semua terlambat. Sampaikan juga permohonan maaf ku untuk dirinya. Karena aku, cintanya kandas dan memiliki kisah yang pahit. Aku benar-benar minta maaf kepada dirinya. Dan terima kasih, karena sudah mengalah demi diriku dan cinta ku kepada Erna.


Aku juga mengucapkan terima kasih kepada engkau anak ku, Topan. Kau memang anak laki-laki yang terbaik. Setidaknya, walaupun kau berbohong, di sisa hidupku aku dapat merasakan cinta yang tulus darimu. Aku bisa merasakan bila kau memperjuangkan kebahagiaan ku dan keluarga ini. Membela kehormatan ibumu dan kehormatan aku di depan banyak mata.


Topan, lakukan apa permintaan terakhir ku. Satukan ibumu dan ayah kandungmu. Ukir lah kebahagiaan di wajah muram mereka. Setidaknya, di penghujung usia, mereka bisa saling menggenggam dan dapat saling membahagiakan. Aku minta tolong untuk yang terakhir kalinya.


Maafkan sikap bapak, selama ini anak ku. Sekarang, bapak titipkan ibumu dan adik-adik mu, untuk kamu bimbing dan jaga.


Bapak.


Tangan Erna gemetar saat membaca isi surat Amoroso untuk Topan.


"Ja-jadi... dia sudah tahu? Tapi mengapa dia berpura-pura tidak tahu?" Gumam Erna.


.


.


.


Flashback di bab 'Berbohong demi kebaikan'

__ADS_1


Bagaimana?" Tanya Amoroso.


Topan tidak menjawab pertanyaan lelaki tua itu. Melainkan, dirinya berjalan mendekati Amoroso. Lalu, ia menyerahkan amplop hasil test DNA yang masih terlihat di segel.


Amoroso menatap amplop tersebut, dan lalu ia menatap Topan dengan seksama.


"Mengapa belum kau buka?" Tanya Amoroso.


"Bapak yang berhak untuk membukanya terlebih dahulu," Jawab Topan.


Amoroso menatap wajah topan sekali lagi. Lalu, ia meraih amplop tersebut dengan tangan yang gemetar.


"Buka lah pak, aku ingin tahu isinya," Ucap Topan.


Amoroso menatap Topan yang terus menatapnya dan Erna yang sedang menundukkan wajahnya dalam-dalam.


Srekkkk!


Amoroso merobek segel amplop tersebut. Lalu, ia mengambil isi dari amplop tersebut. Amoroso mulai membuka lipatan dari selembar kertas yang sedang ia pegang.


"Tolong kaca mata saya," Pinta Amoroso.


Topan bergegas mengambil kaca mata milik Amoroso yang terletak di meja tepat disamping ranjang tersebut, dan menyerahkan nya kepada Amoroso.


Amoroso menatap tangan Topan yang terlihat gemetar. Lalu, ia mengambil kaca mata itu dan memakainya.


Terlihat hasil test DNA yang mengatakan bila dirinya adalah ayah biologis dari Topan Alexander.


Amoroso kembali menatap topan dalam-dalam. Topan yang tidak berani menatap dirinya, membuat ia merasakan sesuatu yang salah dari anak muda itu.


Amoroso bukan lagi anak kecil yang dapat di tipu. Hatinya bersedih, buka. sedih karena di bohongi oleh Topan dan Erna. Melainkan, ia sedih melihat Topan yang berjuang untuk dapat di akui anak oleh dirinya. Padahal, Topan sendiri tahu, dan Amoroso juga pernah mengatakan kepada Topan, "Apa pun yang terjadi, Topan akan tetap menjadi anaknya."


Namun, Topan tetap memberikan semua yang terbaik untuk dirinya, walaupun itu pahit. Topan tidak ingin Amoroso anfal setelah membaca hasil test tersebut.


Tetapi, kebohongan tetaplah kebohongan. Amoroso dapat mencium nya dari gelagat Topan. Sorot mata yang tidak pernah di ajarkan untuk berdusta itu pun mengatakan, bila hasil surat itu telah di revisi. Tangan Topan yang gemetar, itu bukanlah gelagat yang mengatakan bila dirinya gemetar karena takut menerima kenyataan. Melainkan, gemetar nya Topan adalah, gemetar orang yang merasa berdosa dan bersalah.


Amoroso tahu, hasil test itu tanpa siapa pun memberitahukan kepadanya. Dia tahu hasil test tersebut, justru dari gelagat Topan, dan keyakinan nya akan tidak adanya kemiripan antara dirinya dan Topan.


Ya, hampir 33 tahun lamanya, dirinya sudah tahu. Hanya saja, selama ini ia hanya ingin mendengar kejujuran dari Erna, makanya ia terus membahasnya. Hanya kejujuran dan permintaan maaf, tidak lebih. Bukankah kita akan puas mendengarkan kejujuran langsung dari bibir orang yang telah membohongi kita?

__ADS_1


Kalau di tanya rasa sayang, kalau Amoroso tidak menyayangi Topan. Mana mungkin Amoroso akan terus menghidupi dan mengarahkan Topan ke jalan yang baik. Hanya saja, Amoroso tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya kepada Erna dan Galang. Maka dari itulah sikap Amoroso begitu dingin kepada Topan.


Hari ini, semua misteri terungkap. Amoroso, lelaki itu membawa cinta yang tidak pernah benar-benar ia dapatkan dari Erna bersama dengan jasadnya yang telah terkubur.


__ADS_2