Masteng

Masteng
91. Rahasia kisah usang


__ADS_3

Di kediaman Bapak Agus.


Mela yang baru saja membuatkan kopi untuk suaminya, Agus, meletakkan gelas kopi itu di hadapan Agus yang sedang menikmati sebatang rokok di teras rumah nya. Agus yang sedang berdiam diri, tersenyum kepada Mela yang beranjak duduk di samping nya.


"Menurut mu, apakah Topan itu cocok untuk Lestari?" Tanya Mela.


Agus mematikan rokoknya dan menatap Mela dengan seksama.


"Apakah kamu ragu?"


"Bukan ragu, hanya saja, sepertinya Topan tidak menyukai anak kita," Ucap Mela.


"Kau tahu,"


"Apa?" Tanya Mela yang mulai memasang wajah serius dan menatap Agus dengan seksama.


"Bila kita berbesan dengan keluarga Amoroso, derajat kita akan naik. Aku akan diberikan kemudahan dalam masa depan. Tidak ada yang berani mengganggu kita. Walaupun, sebenarnya aku tidak begitu respect dengan Topan. Anak itu berani sekali tidak hadir dan mengabaikan anak gadis ku," Terang Agus.


"Yah, aku pun merasa begitu. Topan sangat jual mahal sekali. Seolah-olah anak kita tidak ada nilainya. Aku merasa tersinggung karena sikapnya yang tidak mau hadir."


Agus mengangguk dan tersenyum tipis.


"Yah, mau bagaimana lagi. Kalau saja Amoroso itu bawahan ku, aku tidak akan mau menjodohkan Lestari dengan Topan. Dan lagi pula... aku lihat Lestari begitu antusias dengan perjodohan ini. Apakah Lestari sudah bertemu dengan Topan sebelumnya?" Tanya Agus.


"Sudah, di restoran yang sama, saat aku dan Bu Erna arisan," Sahut Mela.


"Oh... pantas saja. Aku akui, anak itu memang tampan sekali. Aku pernah bertemu dia beberapa kali di saat apel di Istana Negara. Memang aura nya sangat berbeda dibandingkan anak muda lain nya. Dia itu sangat menarik dan aku pikir dia tidak mirip dengan Amoroso."

__ADS_1


Mela tercengang, ia menatap Agus dengan mata yang mendelik.


"Maksudmu?" Tanya Erna dengan gaya Ibu-ibu yang mendapatkan bahan gosip terbaru.


"Kau mengerti maksudku Mela, Topan itu sangat berbeda dengan Amoroso. Dia tidak ada kemiripan. Aku tidak yakin dia anak kandung Amoroso." Ucap Agus sambil tertawa sinis.


"Jangan ngawur kamu. Masa sih?"


"Apa kamu melihat persamaan fisik antara Topan dan Amoroso? Kamu tahu, berapa lama Erna di tinggal tugas oleh Amoroso beberapa puluh tahun yang lalu, saat mereka baru saja menikah? Saat itu Amoroso belum siapa-siapa. Dia hanya polisi biasa saja, dengan pangkat rendahan. Aku yakin, Amoroso pun tahu bila Topan bukan anak kandungnya. Tidak mungkin dia tidak tahu. Hanya saja, Amoroso takut kepada ayah nya Erna. Saat itu, Ayah Erna adalah seorang Jendral. Bisa hilang nyawanya bila ia mempertanyakan anak yang sedang di kandung oleh Erna."


"Tetapi, Erna bukan nya wanita baik-baik yang sangat menjunjung tinggi budayanya? Dia juga berdarah biru bukan?" Tanya Mela.


Agus tersenyum kecil dan menatap istrinya, Mela.


"Kamu pikir, orang terhormat tidak bisa melakukan kesalahan? Justru aku mencurigai ayah kandung Topan adalah ajudan dari bapak nya Erna sendiri. Maka dari itu lah, Amoroso tidak pernah menyukai Topan, dibandingkan dua anak lain nya."


Mela terdiam, ia merasa memiliki aib yang siap pecah dan di sebarkan di kalangan ibu-ibu yang lain nya. Lalu, ia tersenyum sinis. Rasa sakit di hatinya belum hilang kepada keluarga Topan. Karena ia dan keluarganya sudah menunggu hingga dua jam di restoran. Tetapi, dengan gampangnya Topan memungkiri semuanya. Topan tidak datang dan terkesan tidak menganggap dirinya dan keluarganya adalah orang yang penting.


"Desas desus ini, sudah lama dan banyak yang tahu. Hanya saja, tidak ada yang berani berbicara sejak dulu. Aku pun tahu dari kalangan ajudan bapak nya Erna dulu. Mereka sering membicarakan kedekatan Erna dengan salah satu ajudan."


"Siapa ajudan itu?" Tanya Mela lagi.


"Namanya Galang Artana, dia adalah salah satu pasukan terbaik dimasa itu. Maka dia diminta untuk melindungi Jendral."


"Dimana dia sekarang?" Mela semakin penasaran.


"Kalau tidak salah, bapak nya Erna mencampakkan dirinya dan menugaskan dia di pedalaman. Tetapi, aku tidak tahu itu dimana. Itu menjadi rahasia, karena skandal itu. Galang tidak di berikan izin untuk kembali ke Ibukota."

__ADS_1


Mela mengangguk paham, ia terlihat sangat puas dengan berita yang bisa ia jadikan gosip terhangat abad ini.


.


Amoroso terdiam di ruang keluarga. Ia baru saja melaksanakan sholat tahajud dan memilih untuk menenangkan diri di ruang keluarga. Sedangkan seluruh anggota keluarganya tengah tertidur lelap dalam mimpinya masing-masing. Ia berdiam diri di dalam gelap, merenungkan segala yang Topan ucapkan kepada dirinya tadi, saat ia terlibat adu mulut dengan anak pertamanya itu.


Rasa benci mulai menyelimuti hatinya, ia sangat membenci Topan. Semua berawal dari saat ia mendengar beberapa gosip yang mengatakan Topan bukanlah anak kandungnya, 32 tahun lalu.


Desas desus itu semakin santer, saat ia kembali dalam tugas dan bertemu Topan untuk yang pertama kalinya. Saat itu usia Topan sudah satu tahun, saat ia baru kembali dari tugasnya.


Amoroso dan Erna menikah 34 tahun yang lalu. Saat itu, Erna sudah memiliki kekasih, bernama Galang Artana. Tetapi, karena Amoroso sangat di sukai oleh orang tua Erna, akhirnya mereka di jodohkan. Saat itu, Erna tidak menyukai Amoroso. Sedangkan bapak Erna, tidak mengetahui hubungan Erna dengan ajudannya.


Perjodohan itu pun berjalan lancar, walaupun Erna tidak menyukai Amoroso. Tetapi, Amoroso sangat menyukai wanita anggun itu. Lagipula, siapa yang tidak minat dengan Erna? Dia anak Jendral dan memiliki paras yang luar biasa cantiknya.


Karena Erna dan Galang tidak mendapatkan restu, maka kisah cinta mereka pun berakhir begitu saja. Setelah berhasil menikahi Erna, barulah Amoroso tahu, bila Erna dan Galang memiliki hubungan khusus sebelumnya.


Amoroso sempat merasa bersalah dengan galang. Tetapi, ia mencoba untuk tidak mengambil pusing masalah tentang Galang. Ia sudah merasa menang mendapatkan Erna seutuhnya menjadi istrinya. Lagipula, ia tahu betul, bila ia mendapatkan Erna yang masih suci saat mereka melakukan malam pertama.


Tahun pertama pernikahan nya dengan Erna berjalan dengan baik, walaupun ia sempat di tugaskan ke daerah. Tetapi, Amoroso tetap menyempatkan waktu liburnya untuk pulang 3 bulan sekali. Saat itu, Erna kembali ke rumah orangtuanya dan tinggal disana. Karena Erna merasa dirinya cukup berbahaya bila tinggal sendirian di rumah dinas Amoroso.


Mau tidak mau, Erna kerap bertemu dengan Galang. Ada perasaan cemburu di hati Amoroso, karena ia tahu Galang dan Erna pernah memiliki hubungan khusus. Dirinya tidak pernah membahas tentang Galang, hanya saja, prihal domisili lah yang kerap menjadi perdebatan antara dirinya dan Erna.


Hingga bulan ke 15 pernikahan mereka, Erna dinyatakan hamil anak pertama mereka berdua. Dan saat itu juga, Amoroso harus di tugaskan ke perbatasan. Jangan kan pulang untuk menemui dan menemani Erna, mengetahui kabar Erna pun ia tidak bisa, karena disana tidak memiliki akses untuk berkomunikasi sama sekali.


Hingga saat tugas nya berakhir, Amoroso kembali ke Ibukota dan ke keluarganya. Saat ia pulang ke rumah mertuanya, ia mendapati anak nya, yaitu Topan sedang bermain dengan Galang. Hatinya mulai merasa cemburu. Terlebih, saat itu Topan memanggil Galang dengan sebutan Baba (bapak).


Amoroso mencoba berpikiran positif, hanya saja, setelah ia menetap di Ibukota. Gosip miring mulai sampai di telinga nya. Hampir semua orang mengatakan bila Topan adalah anak dari Galang. Walaupun ia sudah mencoba menghitung waktu pernikahan dan kapan terakhir kali berhubungan dengan Erna, hingga hadirnya Topan dalam rumah tangga mereka, tetapi tetap gosip itu membuat dirinya terpengaruh. Ia menaruh curiga kepada Erna dan Galang.

__ADS_1


Amoroso dan Erna sempat bertengkar hebat. Saat Amoroso membahas Topan dan Galang. Hanya saja, Erna tetap bersikukuh bila Topan adalah anak kandung dari dirinya. Hingga pertengkaran itu terdengar oleh Bapak dari Erna, yaitu mertua Amoroso. Dan pada akhirnya, Bapak Erna menyingkirkan Galang dari kehidupan mereka.


Walaupun Galang sudah di singkirkan, rasa cemburu dan pertanyaan di hati Amoroso tidak pernah mati, walaupun ia berusaha menguburnya dalam-dalam. Ia juga sempat terpikir untuk melakukan test DNA. Namun, saat itu juga keberanian dirinya runtuh. Ia tidak siap mengetahui kebenaran nya, bila memang ternyata Topan bukan lah anak kandungnya. Sedangkan di satu sisi, ia sangat mencintai Erna dan tidak ingin melepaskan istrinya itu. Lalu, Amoroso memilih untuk terus mengubur rasa penasaran nya itu, hingga muncul rasa benci di hati Amoroso kepada Topan. Anak lelaki tampan yang kini sudah berusia 32 tahun itu.


__ADS_2