
"Satu... dua.. tiiii... ga..!" Seru seorang fotografer di sebuah studio foto.
Pertama, Bella mengambil foto dirinya sendiri. Disusul dengan Topan yang juga mengabadikan fotonya. Dan kemudian, foto mereka berdua yang sedang berdiri berdampingan.
"Sudah," Ucap sang fotografer.
"Seperti saya bilang tadi ya mas, ukuran nya," Ucap Topan.
"Siap pak," Fotografer itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kapan siap nya mas?" Tanya Bella.
"Langsung jadi kok mbak, tinggal tunggu tiga puluh menit saja."
"Oh begitu, baik,"
"Jadi, mau menunggu atau kita makan dulu?" Tanya Topan yang terus tersenyum saat menatap Bella.
"Menunggu boleh, makan juga boleh," Sahut Bella.
"Hmmm, disekitar sini ada tempat mie ayam yang enak. Kita bisa berjalan kaki kesana. Bagaimana?" Tanya Topan.
"Hmmm, ayo.." Bella tersenyum dan menggandeng tangan Topan.
"Ini nya bagaimana?" Tanya Bella seraya menunjuk kerudung yang masih melekat menutupi rambutnya.
"Biar saja, kamu cantik seperti itu."
"Hmmm... ya sudah."
"Kalau bisa selamanya pakai itu sih. Kalau aku tidak memaksakan kehendak. Namun, semua menjadi pilihan kamu."
Bella terdiam, lalu ia mengangguk paham.
"Ya sudah, ayo.." Topan dan Bella kembali melangkah menuju warung mie ayam yang berada hanya sekitar 1 blok dari studio tersebut.
Mereka berjalan kaki menyusuri trotoar yang berada di tepi jalan yang terlihat ramai lancar tersebut.
Semua mata memandang Topan dan Bella yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka tersenyum, kala melihat Topan yang memakai seragam lengkap dan Bella yang masih menggunakan kemeja putih dan kerudung yang berwarna senada. Sudah bisa di pastikan bila mereka adalah sepasang kekasih yang baru saja melakukan pas foto untuk keperluan mengurus izin pernikahan mereka.
"Disini," Topan menghentikan langkahnya tepat di depan warung sederhana yang berada di pinggir jalan.
"Ah iya. Yakin enak?" Tanya Bella.
"Yakin, aku kadang suka mampir kesini bersama dengan Antok dan bang Suprapto." terang Topan.
"Oh begitu.." Bella mengangguk paham.
Lalu mereka berdua pun memasuki warung tersebut yang terlihat sangat ramai.
"Penuh ya pak?" Tanya Topan kepada pedagang mie ayam yang sedang sibuk mengaduk mie, agar tercampur dengan bumbu racikan yang sudah terlebih dahulu ia tuang kedalam mangkuk. Pedagang mie ayam tersebut menoleh dan menatap Topan dengan seksama.
"Eh pak Topan, lama tidak ke warung saya pak? Ada kok pak di belakang sana. Cukup untuk dua orang," Ucap Pedagang tersebut sambil menunjuk meja dan kursi yang berada dekat dengan pintu belakang warung tersebut.
"Iya pak, ini saya. Iya, saya kemarin-kemarin sibuk. Baik pak, saya pesan dua mangkuk mie ayam spesial ya."
__ADS_1
"Baik pak. Oh iya, itu ada pak Antok juga. Saya kira sudah janjian," Pedagang mie tersebut pun menunjuk ke arah meja tengah.
"Masa?" Tanya Topan. Topan pun langsung mencari sosok Antok diantara ramainya pengunjung yang sedang makan siang di warung mie tersebut.
Mata Topan tertuju kepada Antok yang sedang asik berbincang dengan seorang wanita yang duduk di depan nya. Wanita itu membelakangi Topan dan Bella.
"Ya sudah pak, saya kesana dulu. Minum nya es teh manis ya pak."
"Baik pak, silahkan tunggu di meja ya," Ucap Pedagang mie tersebut dengan ramah.
Topan mengangguk kepada pedagang tersebut dan mulai menatap Bella yang masih terlihat bingung dengan situasi warung sederhana, yang terlihat sangat padat tersebut. Bella belum pernah mampir ke warung yang seperti itu. Maka, inilah pengalaman pertama bagi Bella. Bukan berlebihan, tetapi memang Bella tidak sekalipun di ajak orangtuanya untuk makan di pinggir jalan.
"Kalau kamu apa?" Tanya Topan kepada Bella.
"Ah..? Hmmm.. strawberry milkshake," Sahut Bella.
Topan dan pedang mie tersebut terdiam dan menatap Bella dengan tatapan yang bingung.
Topan tersenyum canggung kepada pedagang mie ayam, lalu ia menatap Bella sambil tersenyum geli.
"Sayang, disini tidak ada strawberry milkshake." Terang Topan.
"Oh begitu, ya sudah.. kalau begitu aku mau Lemon Mujito."
Topan menelan salivanya dan terlihat semakin canggung saat melihat pedagang mie ayam tersebut kembali terperangah saat mendengar permintaan dari Bella.
"Hmmm, es teh manis saja dua ya pak," Pinta Topan kepada pedagang tersebut.
"Ba-baik pak," Pedagang itu mengangguk dan sambil terus menatap Bella yang terlihat mengerutkan keningnya sambil menatap Topan yang mulai menuntun tangan Bella untuk masuk kedalam ruangan yang disediakan untuk para pelanggan yang ingin makan di tempat.
"Sayang, disini tidak ada minuman seperti itu. Adanya es teh manis atau es jeruk," Terang Topan sambil berbisik di telinga Bella.
"Higienis. Jangan samakan semua pedagang kecil. Mereka juga menjaga kebersihan kok," Ucap Topan.
"Oh..." Bella mengangguk paham.
"Sebentar ya, kita kejutkan si Antok."
Topan berjalan mendahului Bella dan menyapa Antok dengan suara yang sedikit keras.
"Antok Kurniawan! Apa yang kamu lakukan disini saat jam kerja!"
Antok terperanjat dan menatap Topan dengan ekspresi wajah yang terkejut.
"Ah... ku kira kau siapa!" Ucap Antok seraya mengusap dadanya, untuk menenangkan dirinya dari keterkejutan nya saat di pergoki oleh Topan.
"Pacaran kau ya," Ucap Topan seraya tersenyum dan melirik gadis yang duduk di depan Antok dengan sikap yang menundukkan kepalanya.
"Hmmm... begini... hmmm..." Antok terlihat malu-malu dan canggung.
"Kenalkan lah," Pinta Topan.
Antok menatap Topan dan Bella, lalu ia menghela nafas panjang.
"Dokter Lestari?" Panggil Bella.
__ADS_1
Gadis itu menoleh dan menatap Bella dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut.
"Ha.. hai, mbak Bella, apa kabar?" Tanya Lestari. Seraya beranjak dari duduknya dan menjabat tangan Bella.
"Alhamdulillah baik." Sahut Bella.
Topan tak kalah terkejutnya dari Lestari, kala dirinya mengetahui bila gadis yang sedang berduaan dengan Antok adalah Lestari. Gadis yang dulu akan dijodohkan dengan dirinya.
"Hai mas Topan, apa kabar?" Tanya Lestari yang sudah terlanjur malu dengan pertemuan yang tidak di sengaja tersebut.
"Alhamdulillah baik," Sahut Topan seraya tersenyum kepada Lestari.
"Ya sudah, kami tidak mau mengganggu. Kami ke meja kami ya," Topan pun pamit dan menarik tangan Bella untuk segera meninggalkan meja Antok dan Lestari.
"Tunggu, kalian habis foto buat nikah ya?" Tanya Antok seraya menunjukkan senyuman khasnya.
"Iya, doakan semoga segera di ACC," Ucap Topan.
"Siap...i'm happy for you both," Ucap Antok dengan bahasa Inggris nya yang kaku.
"Thanks," Sahut Topan.
"Mereka akan menikah?" Tanya Lestari.
"Iya, ini sedang melengkapi pemberkasan," Sahut Antok.
"Oh.." Lestari tersenyum kecut. Lalu ia meraih es teh manis miliknya dan meneguk nya hingga setengah.
"Kenapa? Kaku juga ingin aku segera melamar mu?" Tanya Antok.
Lestari terdiam, ia menatap lelaki yang sudah dekat dengan dirinya selama beberapa bulan terakhir.
"Kalau iya, aku berniat untuk segera melamar. Semua tinggal keseriusan kamu. Aku akan melamar kamu, apa bila kamu memang menyetujui dan menginginkan nya," Ucap Antok lagi.
"Hmmm, mas... hmmm..."
"Tidak perlu menjawab sekarang. Cukup kenali aku dulu dengan sebaik-baiknya. Yakinkan diri kamu dengan seyakin-yakinnya. Biar tidak ada penyesalan dikemudian hari."
Lestari menatap Antok dengan seksama.
"Aku memang hanya Polisi biasa, tetapi cinta ku luar biasa," Ucap Antok.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Lestari terbatuk saat mendengar ucapan Antok.
"Minum dulu dik Lestari," Antok meraih gelas es teh manis milik Lestari dan membantu Lestari untuk meminum es tersebut.
..
Di meja Topan.
Topan dan Bella menatap Lestari yang sedang terbatuk-batuk. Topan mengulum senyumnya dan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sih?" Tanya Bella.
"Tidak, lucu saja," Sahut Topan.
__ADS_1
Topan tidak pernah bercerita kepada Bella, bila dirinya sempat akan di jodohkan dengan Lestari. Maka dari itu, Bella tidak pernah tahu menahu tentang keadaan canggung di warung mie ayam tersebut.
"Antokkkk... Antokkk.. bisa saja kau!" Batin Topan yang terus menerus tersenyum menahan rasa geli di hatinya.