
Mobil yang Topan kendarai baru saja tiba di halaman rumah Bella. Dengan nafas tersengal, Topan beranjak turun dari mobil tersebut, sambil menyeka peluh yang membasahi dahinya.
"Gawat! Gawat! Nyonya besar ngamuk. Aku tidak mau dia berubah seperti istrinya bang Suprapto!" Ucap Topan seraya bergidik ngeri.
"Semoga Bella belum tidur!" Gumam nya lagi, seraya membuka pintu belakang mobilnya dan menyambar buket bunga dan sebuah kotak hadiah dari kursi belakang mobil tersebut.
.
Cklekkkkkk...!
Dengan hati-hati, Topan memasuki kamar nya dan menatap Bella yang masih terbaring di atas ranjang, berselimut kan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Dengan perlahan dan jantung yang berdebar, Topan menghampiri istrinya itu dan beranjak duduk di tepi ranjang.
"Sayang..." Topan mencoba menarik baju Bella dengan perlahan.
Bella terbangun dan menatap Topan dengan tatapan sengit, layak nya sedang menatap musuh bebuyutan nya.
"Happy anniversary!" Ucap Topan, seraya mengeluarkan buket bunga dari balik punggung nya dan sebuah kotak kado berwarna merah tua.
Bella menatap hambar buket bunga dan kotak kado tersebut. Lalu ia kembali memunggungi Topan.
"Sayang, aku minta maaf ya... bila aku tidak peka. Kalau aku peka sudah dipastikan kalau aku bukan lelaki."
Bella menahan senyum nya saat mendengar ucapan Topan.
"Sayang, sudah dong marah nya. Yuk, buka kadonya." Topan kembali menyentuh baju Bella.
Bella kembali menatap nya, kali ini tatapan nya mulai bersahabat kepada Topan, namun kerut di dagunya masih terlihat dengan jelas.
"Aku benar-benar minta maaf ya sayang. Akhir-akhir ini pekerjaan ku sangat padat. Aku minta maaf.. Maaf aku yang salah..." Ucap Topan dengan wajah yang tampak seperti orang dungu.
Bella beranjak duduk dan menghela nafas panjang.
"Ya sudah, aku maafkan," Ucap nya. Tetapi masih dengan kerut di dagunya.
"Senyum dong sayang ku. Aku berjanji, tidak akan aku ulangi lagi. Suerrrrrrr...!"
"Sssstttt... jangan berisik! Nanti Jagat bangun!" Dengan setengah berbisik, Bella menempelkan jari telunjuk di bibirnya. Mengisyaratkan Topan harus memelankan suaranya.
"Upssss...!" Topan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Kita pindah ke kamar tamu yuk.." Topan menarik tangan Bella sambil tersenyum penuh arti.
"Yuk..." Bella mengikuti Topan, dengan langkah yang pelan.
Mereka berdua pergi ke kamar atas, dimana kamar tamu berada. Mereka bertingkat agar tidak ada yang mengetahui bila mereka akan menyelinap ke kamar tamu. Sesampainya di kamar tamu, Topan dan Bella duduk di atas ranjang. Topan menyerahkan buket bunga nya dan langsung di terima dengan wajah Bella yang semringah.
"Terima kasih.. suami ku..." Ucap Bella.
__ADS_1
Topan mengangguk dan menyerahkan kotak kado yang ada di tangan nya. Bella menerima kotak kado itu dan menatap Topan dengan penuh cinta.
"Apa ini mas?"
"Buka saja," Ucap Topan seraya tersenyum manis kepada istrinya itu.
Dengan penuh semangat, Bella membuka kotak tersebut. Seketika mata Bella berbinar.
"Mas..."
"Buat wanita yang paling aku cintai. Pakai ya.."
Bella mengangguk dan memeluk Topan dengan erat.
"Terima kasih mas.." Bella mengecup bibir Topan dengan mesra.
"Coba pakai,"
Bella mengangguk dan meraih sepasang anting cantik yang diberikan oleh Topan untuk hadiah anniversary pernikahan pertama mereka, dan memasangnya di masing-masing telinga nya.
"Cantik," Puji Topan.
Bella tersipu malu dan merasa cantik memakai anting tersebut.
"So.." Tangan Topan mulai menyentuh bahu Bella dengan lembut. Lalu mengecup bahu istrinya itu dengan mesra.
"Aku kangen sama kamu. Buka dong daster nya. Masih pakai lingerie kan di dalam?" Ucap Topan dengan sorot mata yang terlihat nakal.
Bella menghela nafas panjang. Lalu ia menundukkan wajahnya.
"Maaf mas, aku tidak bisa."
"Loh... kenapa? Tadi ngajakin kok..!"
"Iya, sekarang tidak bisa. Itu kan tadi mas..."
"Maaf ya.. aku membuat hasrat mu menghilang. Aku minta maaf, tapi aku bisa kok membuat nya kembali," Ucap Topan seraya mencoba menyentuh dada Bella.
"Mas.. tidak bisa." Bella menahan tangan Topan.
Topan terdiam dan menatap Bella dengan tatapan yang bingung.
"Kamu masih marah?"
"Mas, tadi aku belum haid. Nah, tadi waktu kamu pergi, aku ke kamar mandi. Eh, tiba-tiba tamu yang tak di undang datang." Bella tersenyum licik dan mengedipkan sebelah mata nya.
"Ya Tuhaaaannn..." Topan mengusap wajahnya dengan kasar dan termenung di tepi ranjang.
__ADS_1
"Maaf ya mas..., lain kali peka ya sayang," Bella mengecup pipi Topan dan beranjak dari atas ranjang tersebut.
"Oh iya, terima kasih anting nya... aku suka sekali," Ucap Bella seraya berjalan keluar kamar tamu itu.
"Bell... bohong ah... duh... naik turun ini. Gak menentu.. Halahhh...!" Sesal Topan, seraya mengikuti Bella dari belakang.
"Iya, serius."
"Gak percaya, ayo ikut ke dalam lagi!" Topan menggendong tubuh Bella dan membawanya kembali ke kamar tamu.
Bella nyaris saja berteriak, namun ia mencoba menutup bibirnya rapat-rapat. Karena takut membangunkan orang seisi rumah itu.
"Mas, apaan sih!" Bella memukul lengan Topan. Saat Topan menaruh tubuhnya di atas ranjang.
"Diam, sini liat." Topan menyingkap daster Bella.
"Mas!"
"Gak peduli! Lihat...!" Topan menahan tangan Bella, layaknya sedang meringkus seorang penjahat.
"Mas!" Bella tertawa geli.
"Awas kalau bohong. Aku hukum beronde-ronde!"
"Apaan sih, lepas gak!"
Saat itu juga Topan melepaskan tangan Bella saat melihat pembalut. Dirinya pun terduduk lemas dan menggaruk Kepalanya yang tidak gatal.
"Ingat Topan! Kamu harus peka!" Ucap Topan yang menyesali karena sudah melewati kesempatan untuk bermesraan bersama dengan Bella.
"Dibilangin juga!" Bella merapikan daster nya.
"Dadahhhh..." Dengan genit, Bella melambaikan tangan nya kepada Topan yang termenung di pinggir ranjang.
"Tidak bisa! Ayo tanggung jawab! Manual!" Ucap Topan seraya menyeret Bella kembali ke dalam kamar.
"Mas!" Teriak Bella. Lalu di susul tawa dan canda mereka berdua yang begitu bahagia di hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama ini.
Tanpa mereka sadari, Ijah yang sedang penasaran dengan bunyi aktivitas di lantai atas, mendengar pembicaraan mereka.
"Huuuuuuuu... dasar... bikin ngiri Ijah saja. Kayak nya Ijah harus mencari pasangan juga!" Keluh Ijah.
..
Pernikahan yang bahagia adalah, pernikahan yang mau memahami. Bila satu hal itu terpenuhi, kebahagiaan pun akan mengalir begitu saja. Tanpa di cari dan tanpa di buat-buat.
Dengan satu kata "memahami", tandanya kita mau terus berusaha mengenali pasangan kita. Dengan satu kata "memahami", kita dapat menerima segala kekurangan nya. Jangan berbicara tentang kelebihan, karena memang semua orang sangat memuja kelebihan. Namun, sangat sedikit yang mau memahami kekurangan.
__ADS_1
Pahamilah, pelajari, terima, cintai, di rawat, di jalani, dan di syukuri. Maka tidak ada pasangan yang tidak bahagia. -De'rini-