Masteng

Masteng
46. Awkward momen


__ADS_3

"Bell... Bell..." Berta mengguncang tubuh Bella yang masih tertidur dengan lelap. Perlahan gadis cantik itu membuka kedua matanya dan menatap Berta dengan tatapan yang nanar.


"Hmmmmm mamiiiiii..." Keluh Bella.


"Kemana kamu semalam? Kenapa kamu tidak mengganti baju mu?" Tanya Berta.


"Hmmmm..." Bella menggeliat dan kembali memejamkan kedua matanya.


"Bella!" Berta mencoba mengendus anak gadisnya itu.


"Jangan bilang kamu mabuk ya..!"


"Enggak...." Bella mencoba berbohong.


"Bohong kamu! Ngapain sih begitu Bell? Kamu tidak takut apa? Diluar sana banyak predator. Kalau kamu patah hati, ya patah hati saja. Jangan seperti ini! Mami tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini!"


Bella membuka kedua matanya, saat ia mendengar kata 'Predator'. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.


"Sama siapa kamu semalam?" Tanya Berta.


Bella beranjak duduk dan terus mengingat kejadian semalam.


"Melihat ekspresi kamu, kamu itu pasti tidak ingat! Ya ampun Bella..... beruntung kamu bisa sampai di hotel lagi! Kalau tidak, hancur lah kamu!" Berta mendengus kesal.


Bella yang masih duduk diatas ranjang, terus berpikir dan mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. Bella mengingat, ada seorang lelaki yang menghampiri dirinya saat ia duduk di depan meja bartender. Lalu, mereka berdua minum bersama dan berdansa di lantai dansa.


Setelah itu, Bella mengingat ada keributan antara dua lelaki. Yang melibatkan lelaki yang bersamanya dan seorang lelaki lagi. Mendadak, Bella terhenyak dan membulatkan kedua matanya.


"Masteng!" Pekik nya.


Berta yang sedang berdandan, menoleh dan menatap Bella yang teringat akan sesuatu.


"Masteng?" Tanya Berta.


Bella menutup mulutnya yang terbuka lebar.


"Masteng, Paijo? Kamu minum sama Paijo, supir kita?" Tanya Berta.


"Bu-bukan, tidak mungkin kan dia ada disini. Dia kan di Jakarta," Ucap Bella.


Berta tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Dia ada di sini kok, dia datang kesini bersama daddy mu. Mereka menyusul,"


Bella kembali terkejut saat mendengar ucapan Berta.


"Apa!" Pekik nya.


"Iya, dia disebelah kamar kita ini kok,"


Bella menelan salivanya. Samar, ia mengingat semua adegan saat dirinya di diskotik, hingga sampai di kamar hotel.

__ADS_1


"Astaga!" Bella beranjak dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi.


"Ada apa?" Tanya Berta. Namun, pertanyaan dari Berta, diabaikan begitu saja oleh Bella.


Di kamar mandi, Bella duduk di atas closet. Ia termenung dan kembali mengingat kejadian semalam.


"Masteng?" Gumam nya.


Terlintas adegan dimana dirinya dan Paijo hanya berdua saja didalam kamar. Bella juga mengingat ia menarik tangan Paijo dan mengecup bibir lelaki itu.


"Astagaaaaaa! Tidakkkkkkkkkk!" Pekik nya.


"Bella!" Terdengar suara panik Berta dari luar, ia mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi itu.


"Ada apa Bella? Apa yang terjadi?" Tanya Berta.


Bella mengabaikan Berta, ia terlihat panik. Hingga ia berjalan mondar-mandir di dalam kamar mandi yang luas tersebut.


"Semoga ini mimpi... semoga ini mimpi.." Ucap nya berulang kali dengan wajah yang sangat panik.


Kembali terlintas bayangan saat Bella mengajak Topan untuk tidur bersama dengan nya.


"Mampusssss gue!" Pekik Bella lagi.


"Bella!" Berta kembali mengetuk pintu kamar mandi itu dari luar.


Bella membuka pintu kamar mandi itu dan menatap Berta dengan wajah yang memerah.


"Sebentar mami," Ucap Bella yang kembali menutup pintu kamar mandi tersebut. Lalu, ia mencoba mengecek pakaian dalamnya. Saat itu juga, Bella terlihat lega. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari pakaian dan tubuhnya. Lalu, ia termenung mengingat sosok Paijo semalam. Seingat Bella, lelaki itu tampak begitu menarik dan gagah, semalam. Bella juga mengingat Paijo yang sempat bertarung melawan lelaki yang sedang bersama dengan nya. Paijo terlihat begitu gagah dan luar biasa, hingga otak nya tidak mampu untuk mengabaikan lelaki itu.


"Jadi? Gue yang kegatelan sama Paijo?" Gumam Bella saat ia sudah mengingat semuanya.


"Ya Tuhaaaaannnnnn...!" Bella menangis dan menyesalinya. Walaupun tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Paijo. Namun, Bella ingat betul, saat dirinya memeluk dan mencium leher hingga bibir Paijo.


Bella menepuk dahinya berkali-kali, dan terus menghujat dirinya sendiri.


"Dasar bodoh! Bodoh! Bodohhhhh..!" Makinya kepada dirinya sendiri.


...


"Jo.."


Tok! Tok! Tok!


Topan bergegas membuka pintu kamarnya dan mendapati Pongki yang sudah rapi, berdiri didepan pintu kamarnya.


"Eh, pak boss," Ucap nya seraya tersenyum malu-malu.


"Sudah mandi?"


"Sudah pak,"

__ADS_1


"Yuk sarapan di bawah," Ajak Pongki.


"Ayo pak," Topan mengangguk dan bergegas memakai sepatunya. Sedangkan Pongki menunggu Topan sambil terus memperhatikan lelaki muda itu dengan senyum diwajahnya.


"Bagaimana tidur mu Jo?"


Topan mendongak dan menatap Pongki sambil tersenyum semringah.


"Nyaman pak, luar biasa. Saya tidak pernah tidur di kamar semewah ini, seumur hidup saya. Terima kasih ya pak, karena pak boss, saya bisa menikmati ini semua," Ucap nya dengan sandiwara yang begitu meyakinkan.


"Sama-sama," Ucap Pongki yang terus tersenyum menatap Topan.


"Yuk pak," Topan keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamar tersebut.


"Sebentar," Ucap Pongki. Lalu, lelaki itu beranjak ke kamar sebelah. Dimana Bella dan Berta berada. Lalu, ia mengetuk pintu kamar tersebut.


"Berta.." Panggilnya dengan suara yang begitu lembut.


Kali ini, Topan yang memperhatikan gerak-gerik dan sikap dari Pongki. Terlihat jelas dimata Topan, bila Pongki persis seperti remaja yang sedang jatuh cinta, yang menunggu gadis dambaan nya dari balik pintu kamar itu.


Cklekkk..!


Pintu itu terbuka, terlihat Berta yang tampak begitu cantik dengan dress katun berwarna putih, dan tataan rambut ikal sebahunya yang dibiarkan tergerai. Riasan tipis di wajahnya terlihat begitu fresh. Hingga membuat Berta tampak terlihat lebih muda 10 tahun dari pada usianya saat ini.


"Kamu cantik sekali," Ucap Pongki.


"Paijo...! Wah... kamu ya.. sampai disini juga... Saya sangat senang melihat kamu loh." Berta menggandeng tangan Topan dan mengabaikan Pongki.


Pongki terdiam dan melirik sikap Berta yang terlihat berlebih kepada Topan.


"Hehehe, kanjeng mami," Topan terlihat salah tingkah.


Saat itu juga, terlihat Bella muncul dengan wajah yang kuyu.


"Bella," Sapa Pongki. Lalu, lelaki itu memeluk hangat putri semata wayangnya itu.


"Dad," Sahut Bella seraya membalas pelukan Pongki.


Saat itu juga, pandangan Bella dan Topan bertemu. Suasana canggung pun tercipta. Topan mencoba biasa saja, sedangkan Bella tidak bisa bersikap biasa saja. Bagaimana tidak, ia merasa sangat malu dengan Topan. Mengingat, betapa murah nya sikap Bella tadi malam.


Bella melepaskan pelukannya dari tubuh Pongki, dan tidak menyapa Topan sama sekali.


"Yuk, kita sarapan bersama," Ucap Pongki.


Mereka pun beranjak ke restoran yang berada di lantai dasar hotel tersebut. Bella berjalan dengan Topan di depan Pongki dan Bella.


Pongki terus menatap Berta yang terlihat sangat senang berbincang dengan Topan. Sedangkan Bella terus menekuk wajahnya dan melirik Topan yang berjalan di depan nya.


Pagi ini, Topan terlihat sangat tampan. Lelaki itu memakai skinny jeans dan kaos berwarna putih. Setelan tersebut sangat cocok untuk tubuh Topan yang atletis dan sempurna. Bella terus menatap Topan dari belakang. Ribuan penyesalan dan rasa malu, terus menghampiri dirinya.


Mereka memasuki lift yang baru saja terbuka. Pongki mengambil posisi berdiri di samping Berta. Sedangkan Bella dan Topan, berada di belakang Pongki dan Berta. Bella mencoba acuh dan menatap kedepan. Sedangkan Topan, terlihat sama dengan Bella.

__ADS_1


"Uh... asli, awkward momen banget!" Batin Bella sambil terus mengigit bibirnya dan menekuk wajahnya dalam-dalam.


__ADS_2