
Pesawat yang di tumpangi Bella dan Berta, mendarat di bandara internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kedua nya bergegas turun dan menuju ke terminal kedatangan, untuk mengambil koper mereka. Sambil menunggu, Bella terus bertukar pesan dengan Noel, yang terus memberikan dirinya informasi tentang Frans.
Setelah mereka mengambil koper mereka, Berta dan Bella pun memesan sebuah taksi yang akan mengantarkan mereka ke hotel bintang 5 yang sudah mereka pesan sebelumnya melalui sebuah aplikasi penginapan.
Hanya butuh 30 menit saja, mereka sudah sampai di hotel mereka. Kedatangan mereka di sambut oleh Noel yang sudah terlebih dahulu di beritahukan oleh Bella, bila dirinya akan menginap di hotel tersebut.
"Noel.." Sapa Bella, ia memeluk dan mengecup pipi kiri dan kanan Noel.
"Hai Bell, how are you?" Sapa Noel.
"Good, you?"
"Very well." Sahut Noel, seraya melepaskan pelukannya dari Bella.
"Hai tante," Sapa Noel kepada Berta yang baru saja membayar ongkos taksi yang baru ia tumpangi tersebut.
"Hai Noel, apa kabar mu?"
"Baik tante," Sahut Noel, seraya mengecup punggung tangan Berta.
"Dimana kamu menginap Noel?"
"Dekat sini kok tan,"
Berta hanya mengangguk dan beranjak ke dalam hotel tersebut untuk chek inn. Sedangkan Bella dan Noel, langsung membahas Frans di lobby hotel itu.
"Bagaimana?" Tanya Bella.
"Malam ini kayak nya dia mau party di Villa seorang teman. Gue dapat informasi juga sih, dari Vivi, teman gue yang kebetulan kenal dengan teman si Frans yang punya Villa itu," Ucap Noel.
Bella meremas rok nya dan merapatkan giginya.
"Lu tahu siapa perempuan itu?" Tanya Bella dengan mata yang memerah.
"Gue gak tahu sih, soal nya dia kan bawa perempuan itu dari Jakarta."
Kali ini, Bella mengigit bibirnya, ia merasa gemas dengan Frans yang diam-diam bepergian dengan wanita lain.
"Lu yakin di dan wanita itu bermesraan?" Bella mencoba untuk memastikan.
"Yaelah Bell... Nih, lu lihat sendiri deh Video nya," Ucap Noel, seraya menyerahkan ponselnya yang sudah menampilkan video Frans dan wanita lain yang sedang bermesraan di kolam renang sebuah hotel.
__ADS_1
Dada Bella terasa sesak, saat ia melihat bukti video Frans yang sedang terlihat bahagia, tanpa memikirkan dirinya.
"Hotel nya dimana sih?"
"Dia menginap di daerah Kuta. Dekat kok, ini juga gue dapat video dari teman kita si Burhan. Dia juga tahu kok, kebetulan dia juga sedang di Bali, mau menghadiri seminar dari kantor nya. Nah, kebetulan, gue juga mau menghadiri seminar itu, makanya gue ke Bali. Nah, Burhan sempat bertanya sama gue, apa lu sudah putus sama Frans, kok si Frans liburan sama perempuan lain, gitu loh..." Terang Noel.
Bella menghela nafas panjang dan menundukkan wajahnya.
"Bell, lu baik-baik saja kan?" Tanya Noel dengan raut wajah yang khawatir.
"Yah... gue harus baik-baik saja. Walaupun hubungan gue sama Frans sudah hampir lima tahun. Tetapi, begini jadinya, gue bisa apa? Selain mencoba untuk baik-baik saja."
Noel menggenggam tangan Bella. Ia mencoba memberikan perhatian lebih kepada Bella. Karena, ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk bisa masuk ke hati Bella. Karena diam-diam, Noel masih mencintai Bella, walaupun waktu sudah berlalu begitu lama. Ia sangat menantikan momen dimana Bella dan Frans mengakhiri hubungan mereka.
"Gue akan bantu elu untuk mengungkap siapa Frans," Janji Noel.
"Terima kasih ya," Ucap Bella seraya menatap Noel dan tersenyum kepada lelaki itu.
"Sudah, ayo kita ke kamar dulu," Ucap Berta.
"Ya sudah Bell, tante... saya kembali ke hotel dulu. Nanti malam, saya akan kembali kesini dan mengantarkan Bella dan tante ke Villa."
"Ya tante, kan mau bertemu dengan Frans kan?" Tanya Noel.
Berta tersenyum tipis dan mengangguk dengan perlahan.
"Ya sudah, sampai jumpa nanti malam ya Noel,"
"Iya tante.. Selamat beristirahat ya tante, Bella."
"Terima kasih ya Noel," Ucap Bella seraya melambaikan tangan nya.
Noel pun mengangguk dan pergi meninggalkan hotel tersebut. Sedangkan Berta dan Bella beranjak ke kamar mereka. Setelah mereka sampai di kamar, Berta pun langsung menghubungi sahabatnya yang tinggal di Bali.
"Halo mas Satrio..." Sapa Berta.
"Hai Berta, apa kabar mu?" Sahut lelaki dari ujung sana.
"Alhamdulillah, baik mas. Mas apa kabar?" Ucap Berta berbasa basi.
"Baik, Alhamdulillah. Tumben nih Berta, ada apa?"
__ADS_1
"Hmmmm, begini mas, aku sedang di Bali. Apakah kita bisa bertemu?"
"Bisa, bisa banget. Nanti aku akan mengajak istri dan anak ku juga ya Berta. Sudah lama kita tidak berjumpa. Terakhir, satu tahun yang lalu ya.."
"Iya nih mas, pukul berapa kita bisa bertemu?" Tanya Berta.
"Hmmm, kamu bisa nya kapan? Aku kosong kok, tidak ada acara apa-apa."
"Mungkin dua jam lagi, bagaimana? Aku baru saja sampai hotel. Mau mandi dulu dan beristirahat sebentar."
"Oh ok, hotel mu dimana? Apa kita berjumpa diluar saja?"
"Di luar boleh mas, oh iya... Mas punya kenalan orang Polda?"
"Loh ada apa ini?" Tanya Satrio dengan nada suara yang terdengar serius.
"Begini mas, ada lelaki yang menipu anak saya. Bisa di bantu? Pokok nya kita bertemu dulu saja. Nanti Berta cerita kan semuanya. Berta datang bersama dengan anak Berta kok,"
"Oh, siap.. aman itu Berta."
"Thanks ya mas, see you,"
"Sama-sama Berta, see you..." Sahut Satrio.
Panggilan telepon tersebut pun berakhir.
Bella tercengang menatap Berta, saat Berta selesai menghubungi Satrio.
"Mami... mami mau mempolisikan Frans?" Tanya Bella.
"Tidak ada pilihan." Sahut Berta dengan ekspresi yang datar. Lalu, ia beranjak ke kamar mandi, untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket.
Bella terdiam di tepi ranjang. Jantung nya berdegup kencang. Ia tidak menyangka, bila Berta langsung mengambil keputusan untuk mempolisikan Frans.
"Duh, gimana ini?" Gumam Bella.
Sebenarnya, Bella masih mencintai Frans. Tetapi, ia juga merasa sakit hati dengan Frans yang menghianati dirinya. Sedangkan Bella, belum menyadari bila bisnis yang Frans janjikan hanya kedok Frans saja yang berniat untuk menghabiskan uang Bella. Bella masih berpikir, bila Frans hanya berselingkuh dan dirinya merasa rugi karena memberi modal dengan lelaki buaya seperti Frans.
Tetapi tidak dengan Berta, Berta sudah paham dengan permainan lelaki seperti Frans. Ia sudah curiga, sejak Bella menceritakan tabungan nya sudah hampir habis karena memberikan Frans modal untuk bisnis yang tidak terlihat wujud nya. Di tambah dengan Bella bercerita, bila Frans terus meminta uang kepada dirinya.
"Dasar kodok buduk, beraninya kamu mempermainkan anak ku. Akan ku buat kau menyesal," Gumam Berta saat ia sedang menikmati air hangat di dalam bathtub.
__ADS_1