Menanti Cinta Suami

Menanti Cinta Suami
Novel baru Sinar Tak Diinginkan


__ADS_3

Para pembaca Novel Menanti Cinta Suami. Sebagai penulis. Saya mengucapkan terima kasih karena membaca Novel ini sampai di ekstra part. Saya mengajak para pembaca sekalian untuk mengikuti Novel baru Saya. Yang berjudul Sinar Tak Diinginkan. Disini, saya sertakan cuplikan dari bab Novel tersebut.


Sinar tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini. Kata demi kata yang terdengar dari mulut Danish membuat Sinar terkejut luar biasa. Kata kata yang membuat hati Sinar hancur berkeping keping. Seperti orang yang sedang di atas ketinggian dan sedang memandangi panorama yang indah dan akhirnya terjatuh ke jurang yang paling dalam. Begitulah yang dialami oleh Sinar saat ini. Dan untuk yang kedua kalinya.


Sinar meredam rasa terkejut itu dan berusaha bersikap tenang. Sinar memilih diam. Dia berharap Danish menceritakan tentang wanita calon tunangannya.


"Kami adalah teman masa kecil. Setelah remaja, kami mulai merasakan saling jatuh cinta. Dan kami harus menahan diri untuk tidak berpacaran karena orang tua kami masing masing melarang berpacaran di masa sekolah."


Danish akhirnya bercerita meskipun tidak diminta. Dari kata kata kita sangat jelas jika Danish sangat mencintai calon tunangannya.


"Meskipun kami saling mencintai. Tidak mudah bagiku menjadikan dia menjadi kekasihku. Banyak tantangan yang harus aku hadapi."


Mendengar calon suaminya mencintai wanita lain. Sinar merasakan hatinya perih dan sakit. Sakit bukan karena merasa dikhianati karena kenyataan wanita si calon tunangan Danish itulah yang pertama masuk ke dalam hati dan kehidupan Danish. Sinar merasa sakit hati karena dirinya ternyata menjadi orang ketiga bagi dua insan yang saling mencintai.


Sinar tidak mengucapkan sepatah katapun karena sejujurnya, Sinar tidak tahu harus berkata apa. Sinar hanya menunggu Danish kembali bercerita.


"Kedua orang tua kami sangat menginginkan kami secepatnya menikah. Seharusnya pertunangan hanya berjarak tiga bulan ke hari pernikahan. Aku tidak dapat membayangkan kesedihannya karena kejadian yang menimpa aku ini."


Sinar melihat kedua mata Danish berkaca kaca. Sedalam itu cinta Danish kepada calon tunangannya itu?. Sekarang Sinar sudah paham. Selama hampir satu bulan tinggal bersama. Danish sering terlihat melamun ternyata karena memikirkan calon tunangannya.

__ADS_1


Sinar menjadi ragu. Keinginan terbesar untuk cepat sembuh supaya bisa menjaga calon istri. Perkataan itu bukan ditujukan kepada dirinya melainkan kepada calon tunangannya. Melihat betapa dalamnya cinta Danish kepada calon tunangannya. Rasanya Sinar tidak sanggup untuk bersaing mendapatkan cinta Danish.


"Aku akan membantu dan berusaha keras supaya kamu cepat sembuh dan bisa kembali ke kota bertemu dan bahkan mengadakan pertunangan dengan kekasihmu," kata Sinar tenang tapi dengan hati yang tersayat perih.


Sinar sebenarnya ingin menangis. Tapi dia berusaha tegar dan tidak akan menunjukkan rasa sedih itu di hadapan Danish. Sinar sadar dirinya menjadi calon istri dari Danny bukan karena rayuaan gombal tapi demi menghindarkan dirinya dari hukuman adat di perkampungan itu.


"Ada kah cara lain supaya aku cepat sembuh?" tanya Danish antusias. Melihat sorot mata Danish yang berbinar. Sinar sangat yakin jika Danish ingin cepat cepat pergi dari rumah itu. Menyadari hal itu membuat Sinar semakin terluka.


"Ada. Ada tumbuhan yang sangat ampuh yang bisa mempercepat penyembuhan tulang yang patah. Hanya saja, tumbuhan tersebut sangat langka. Tapi kamu tenang saja. Aku akan meminta salah satu dari penduduk sini mencari untuk kamu."


"Terima kasih Sinar. Tolong usahakan ya. Setelah sembuh. Aku berjanji akan kembali ke kampung ini dan memberikan imbalan bagi siapa saja yang membantu aku selama ini."


Sinar benar benar dirinya merasa bodoh. Rasa cintanya kepada Danish membuat Sinar berusaha memberikan yang terbaik bagi pria itu termasuk membantu supaya cepat sembuh dan bisa secepatnya bertemu dengan calon tunangannya.


Sinar merasakan matanya memanas. Sekali saja matanya mengerjab bisa dipastikan air mata itu akan tidak tertahan.


Sinar masih bertahan duduk di tempat itu. Dia berharap Danish membicarakan tentang hubungan mereka setelah kejujuran pria itu tentang calon tunangannya. Tapi sampai beberapa menit menunggu. Danish tidak membahas hubungan mereka.


"Kalau kamu sudah mempunyai calon tunangan. Mengapa masih bersedia menjadikan aku calon istri. Bukankah lebih baik jika seandainya kamu jujur sudah mempunyai kekasih ketika ada permintaan untuk menikahi aku?"

__ADS_1


Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Sinar. Meskipun dirinya sudah mencintai Danish. Dia akan melepaskan meskipun janji sudah terucap dari mulut Danish akan menikahi dirinya. Sinar juga menghargai kejujuran Danish. Bukankah kejujuran itu lebih baik daripada ditutupi tapi akhirnya ketahuan. Setidaknya dengan kejujuran itu. Sinar akan bisa mengambil sikap.


Danish memang bukan pria beristri. Menjadikan Sinar sebagai calon istri tidak bertentangan dengan agama karena Danish belum terikat pernikahan siapapun.


"Kamu sudah tahu alasannya. Mengapa harus ditanyakan lagi?" kata Danish.


Sinar merasa kecewa dengan jawaban itu. Tadinya dia berharap ada jawaban dari Danish yang membuat dirinya tetap bertahan menjadi calon istri dari pria itu.


"Duduk dulu," kata Danish sambil menahan tangan Sinar yang hendak beranjak dari duduknya. Sebenarnya Sinar tidak tahan lagi berlama lama duduk bersama Danish. Dia ingin masuk ke kamar menumpahkan air matanya yang terdesak hendak keluar.


"Apa lagi?" tanya Sinar ketus. Suasana hatinya yang hancur tidak bisa disembunyikan dengan intonasi yang lembut.


"Yang ini belum di kasih betadine."


Sinar baru tersadar. Ternyata kedua telapak tangannya terluka. Danish menarik tangan kiri Sinar dan meneteskan betadine ke luka itu. Sikap Danish yang kembali penuh perhatian dengan tatapan teduh mampu menggoyahkan hati Sinar. Rasa kesal yang tadinya menyusup di hati Sinar lenyap dengan tiupan Danish di kedua telapak tangannya.


Sinar memalingkan wajahnya ketika Danish menatap wajahnya. Dia membiarkan Danish memegang kedua tangannya. Sinar dapat merasakan hembusan nafas Danish bergantian di kedua telapak tangannya.


"Jangan sampai cinta membutakan mata dan hatiku," kata Sinar dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2