Menanti Cinta Suami

Menanti Cinta Suami
Andre Terpesona


__ADS_3

Andre menatap Sinta dari tempat duduknya. Benar apa yang dikatakan Radit. Sinta memang cantik. Bukan hanya cantik wajah dan body, wanita itu juga cantik hati. Dilihat dari semua tamu Radit. Hanya Sinta yang membawa bayi. Dia sama sekali tidak mengeluh walau kerepotan membawa Airia.


Andre masih terus mengawasi Sinta, jari jari Sinta yang mengetuk meja mengikuti irama lagu yang dinyanyikan penyanyi panggung tidak luput dari pandangannya. Sinta juga terkadang menggoyangkan kepalanya. Sedangkan baby Airia yang sudah tertidur di pangkuan Sinta tidak terusik dengan suara penyanyi, bahkan Terkadang Sinta membetulkan posisi Airia supaya lebih nyaman tidur.


Sinta berdiri dari duduknya ketika Tini memanggil Sinta dari panggung. Sinta memberikan baby Airia ke Bella dan berjalan mendekat ke panggung. Berpuluh pasang mata melihat Sinta yang dengan anggun berjalan ke panggung. Gaun pas badan di bawah lutut dan juga rambut yang di tata rapi membuat wanita itu menjadi bahan perhatian. Sebagain pria bersiul melihat Sinta. Gaun pas yang di tubuhnya menampilkan bentuk badannya yang memang sangat menarik.


"Tes tes tes. Kami berdua akan menyanyikan sebuah lagu ungkapan cinta seorang laki laki untuk wanita yang dicintainya. Kalau berkenan mendengar kami bernyanyi silahkan dengarkan!. Kalau tidak berkenan silahkan tutup kuping," kata Tini setelah Sinta sudah di atas panggung. Tini menyerahkan mic ke Sinta. Para tamu ada yang bersorak dan ada yang tertawa mendengar perkataan Tini. Juga Andre, Andi dan Sean juga tertawa dan menggelengkan kepala.


"Cinta Dalam Hati. Sebuah lagi dari Ronal untuk wanita yang sangat dicintainya," kata Tini lagi. Vina yang sudah duduk bersama Radit di pelaminan terkejut. Dia mengedarkan pandangan ke penjuru tamu. Ronal tidak ada. Hanya lagu yang akan dinyanyikan Tini dan Sinta mewakili kehadirannya di pernikahan Vina.


Mungkin ini memang jalan takdirku


Mengagumi tanpa dicintai


Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia


Dalam hidupmu dalam hidupmu


Telah lama ku pendam perasaan itu


Menunggu hatimu menyambut hatiku


Tak mengapa bagiku, cintamu adalah


Bahagia untukku, bahagia untukku.


Kuingin kau tahu diriku disini menanti dirimu.


Meski kutunggu hingga ujung waktuku

__ADS_1


Dan berharap rasa ini kan abadi selamanya


Dan ijinkan diriku memelukmu kali ini saja


Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja.


Sinta menyanyikan lagu itu penuh penghayatan. Lagu Ronal untuk Vina. Tapi bagi Sinta lagu itu juga menggambarkan perasaannya saat ini. Tanpa disadari Sinta, air mata turun tanpa permisi di pipinya. Sinta membelakangi para tamu, Tini yang tahu tentang itu memberikan tissue kepada Sinta. Tini memang sengaja memilih lagi ini karena cocok menggambarkan perasaan Sinta dan Ronal. Tini berharap dengan lagu ini, Andre dapat memahami perasaan Sinta.


Di pelaminan, Vina juga terlihat menghapus air matanya. Cinta yang dalam kepada Ronal harus berakhir dengan perjodohan dirinya dengan Radit. Vina tidak perduli ketika Radit menatapnya aneh.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Radit sinis. Tidak ada niatnya untuk mengambilkan tissue yang lebih dekat ke tempat duduknya.


"Itu hanya pertanyaan manusia yang tidak punya hati," jawab Vina tidak kalah sinis.


"Lagu itu dari mantanmu untuk dirimu?" tanya Radit lagi.


"Ditempat duduknya Andre tertegun. Dia tidak menyangka Sinta punya suara yang bagus. Pembawaan yang tenang ketika menyanyikan lagu tersebut membuat Andre merasa kagum. Lirik lagu itu mengingatkan Andre ke masa lalu. Kala itu Sinta pernah meminta Andre untuk membuka hatinya. Bukan hanya sekali tetapi sampai tiga kali. Andre berharap, Sinta masih mempunyai rasa itu untuk dirinya. Bukan hanya Andre, Andi dan Sean juga para tamu yang masih ada di tempat itu merasa kagum dengan suara indah Sinta.


"Ya ampun, tidak nyangka Sinta punya suara sebagus itu. Sudah cantik, punya suara bagus pula. Semua yang di diri Sinta itu memang bagus. Wajah bagus, otak bagus, anaknya juga bagus hanya suami yang tidak bagus," sindir Andi. Andre lagi lagi terdiam. Benar yang dikatakan Andi. Hanya dirinya yang dimiliki Sinta yang tidak bagus. Sean yang tahu Andi menyindir Andre hanya terkekeh.


Andre terhenyak, suara para tamu yang meminta Sinta dan Tini untuk menyanyikan satu buah lagi membuyarkan pikirannya. Lagi lagi Sinta dan Tini kembali bernyanyi. Tini yang memang kocak berhasil membuat para tamu terhibur.


"Bapak ibu dan para hadirin semua, kalau ada yang berniat memberikan saweran silahkan!. Uang ratusan ribu diterima dengan senang hati. Uang recehan tolong disimpan dengan baik," kata Tini disambut sorakan para tamu. Mereka tertawa dan ada juga sebagian maju ke depan untuk memberikan saweran. Sean yang tahu sifat kocak Tini hanya tersenyum.


Radit terlihat berdiri dari pelaminan. Dia mengeluarkan uang ratusan beberapa lembar dari dompetnya. Radit berjalan ke panggung. Andre yang melihatnya merasa geram. Apalagi ketika Radit terlihat berbincang sebentar dengan Sinta. Dan Sinta tersenyum. Andre semakin merasa kesal dan marah. Entah mengapa melihat Sinta tersenyum kepada laki laki lain, Andre tidak suka.


Sinta dan Tini turun dari panggung setelah menyanyikan empat lagu. Para tamu meminta mereka untuk menyanyikan satu buah lagu lagi. Tini menolak ketika menyadari tatapan tajam dari Andre. Sinta kembali menuju mejanya dan Tini menuju meja Andre.

__ADS_1


"Sinta aku tidak menyangka kamu mempunyai suara yang bagus," puji Bella. Sinta hanya tersenyum dan duduk. Hal itu tidak luput dari pandangan Andre. Senyum Sinta mampu mendebarkan hatinya walau Sinta bukan tersenyum untuknya.


"Pak, sudah mulai terpesona ya kepada Sinta. Dari tadi tatapan bapak mengikuti kemana arahnya Sinta," kata Tini sambil tersenyum jahil. Andre seketika menatap Tini. Bahkan dia tidak menyadari Tini yang sudah duduk satu meja dengannya. Dari tadi pandangannya terus ke Sinta. Andi dan Sean juga menyadarinya, mereka bersikap bisa saja. Tetapi setelah mendengar perkataan Tini. Andi dan Sean bersamaan terkekeh.


"Sok tahu kamu Tini," jawab Andre.


"Iya tahu lah pak, aku juga kalau terpesona pandangan aku terus ke dia," jawab Tini. Kepalanya mengarah ke Sean. Sean memutar matanya malas.


"Jadi ceritanya, kamu terpesona ke Sean tin," tanya Andi. Di otaknya sudah muncul niat untuk menjahili Tini dan Sean.


"Bukan hanya terpesona pak, tetapi klepek klepek," jawab Tini membuat ketiga laki laki tersebut tertawa.


"Bagaimana rasanya?" tanya Andi lagi.


"Asam manis kak, asamnya sama aku manisnya sama kak Sean. Dia sukanya sama Sinta. Sinta udah rujuk dengan pak Andre. tetapi tetap saja kak Sean tidak menganggap aku, katanya jeruk makan jeruk," jawab Tini sambil cemberut.


"Sean, lihat tuh Tini. Jangan harapkan Sinta lagi," bisik Andre. Sean menatap Andre. Andre berdiri dari duduknya. Dia menuju meja Sinta dan duduk disebelah Sinta.


"Sini, biar aku yang gendong Airia," kata Andre. Dia mengambil Airia dari tangan Sinta.


"Sinta, sudah jam tiga. Apa kita tidak sebaiknya pulang?" tanya Andre lagi.


"Masih nunggu Agnes mas, kata mbak Bella. Sebentar lagi Agnes datang."


Andre sangat senang sekali mendengar jawaban Sinta yang lumayan panjang. Tidak seperti biasa hanya menjawab singkat atau hanya mengangguk. Andre bahkan mengamati wajah Sinta ketika berbicara. Bibir Sinta yang bergerak ketika berbicara membuatnya gemas. Ingin rasanya Andre mencubit pipi Sinta saking gemasnya, tentu saja Andre menahan keinginan itu. Tiba tiba hatinya merasa sedih. Pipi yang dulu sering di ciumnya hanya bisa ditatapnya. Andre merasa sedih karena kebodohannya yang menciptakan jarak bahkan menyakiti Sinta.


"Mau jusnya mas," tanya Sinta ketika seorang pelayan lewat dan membawa beberapa gelas jus di baki. Andre hanya mengangguk. Demi apapun mendapat tawaran dari Sinta membuat jantung Andre berdebar sangat kencang. Matanya berbinar dan sudut bibirnya menyunggingkan senyum. Sinta mengambil dua gelas jus. Satu untuk dirinya dan satu untuk Andre.


"Ini mas," kata Sinta sambil meletakkan jus buah di hadapan Andre.

__ADS_1


"Terima kasih Sinta," jawab Andre pelan. Dia menatap wajah Sinta dari samping.


__ADS_2