
Sinta kembali ke kampus. Surat transfer atau surat pindah yang sudah diurus sebelumnya, dapat dibatalkan oleh permintaan Andre. Begitu juga dengan Vina, Gadis malang itu juga kembali ke kampus tentu saja juga dengan bantuan Andre.
Andre benar benar membuktikan ucapannya. Entah bagaimana caranya Sinta kembali merasa nyaman di kampus. Tidak ada satu orang baik mahasiswa maupun dosen atau pegawai lainya yang mencemoohnya. Bahkan para dosen dan pegawai lainnya memperlakukan Sinta dengan baik. Karena mereka sudah tahu bahwa Sinta adalah istri sah dari Andre. Apalagi Sinta harus diantar jemput oleh Andre jika bepergian kemanapun termasuk ke kampus.
Andre juga mempekerjakan art di rumah dan juga baby sitter untuk baby Airia. Rumah sempit itu kini dihuni oleh lima orang. Baby sitter Alexa dan art berbagi satu kamar dan Airia juga sudah punya kamar sendiri. Kamar utama untuk Andre dan Sinta. Sinta tentu saja merasa terbantu. Apalagi Andre benar benar tidak memperbolehkan Sinta berjualan online. Sehingga Sinta fokus untuk keluarga kecilnya dan belajar.
Satu bulan berlalu. Dan satu bulan juga Andre dan Sinta satu kamar. Tetapi Andre tidak bisa berbuat apa apa. Karena tantangan yang diberikan Sinta masih berlaku, jadilah Andre menjadi nyamuk besar setiap malam jika Sinta sudah terlelap. Padahal jauh sebelumnya, Andre sudah memeriksakan kesehatan. Dan hasilnya melegakan Andre dan Sinta. Andre dinyatakan sehat tidak ada penyakit kelamin sedikitpun.
Andre tidak mau memaksa untuk dilayani oleh Sinta, baginya saat ini yang terpenting adalah Sinta percaya kepadanya dan tetap di sisinya. Untuk hubungan suami istri, Andre percaya cepat atau lambat jika Sinta sudah nyaman dan percaya Sinta akan bersedia untuk hal itu.
Sedangkan Sinta, keraguan itu tetap ada kepada Andre. Walau Andre terus memberi perhatian dan memperlakukan Sinta dengan baik. Sinta masih saja ragu karena sewaktu berstatus istri simpanan pun, Andre memperlakukan Sinta dengan baik. Sehingga Sinta belum bisa membedakan sandiwara atau niat tulus dari Andre. Apalagi Andre belum pernah menyatakan cinta ke Sinta.
"Sayang," panggil Andre ketika mereka sudah di kamar menjelang tidur. Sinta yang mengoleskan skin care ke wajahnya menoleh ke arah ranjang. Satu bulan bersama satu kamar. Andre hampir setiap hari memanggil Sinta dengan sebutan sayang. Bagi yang tidak tahu masalah mereka. Orang pasti berpikiran bahwa mereka pasangan romantis yang sangat berbahagia.
"Masih lama?" tanya Andre lagi. Sinta tidak menggubris pertanyaan Andre. Sinta terus mengoleskan skin care ke wajahnya.
"Sinta..." panggil Andre lebih kencang karena Sinta tidak menjawabnya sampai dua kali.
"Apa sih mas?"
"Masih lama tidak?"
"Masih mas."
"Berapa menit lagi?"
"Satu jam lagi," jawab Sinta kesal. Sinta tahu untuk apa Andre memanggilnya. Walau tidak sampai bercinta. Sebelum tidur Andre selalu menciumnya dengan rakus. Dilanjutkan setelah Sinta terlelap kemudian Andre akan membuat tanda merah di sekujur tubuh Sinta.
"Lama amat sih," gerutu Andre. Pandangannya dari tadi tidak lepas dari Sinta yang duduk di bangku meja rias. Andre juga tahu bahwa Sinta berpura pura mengoleskan skin care ke wajahnya. Andre bangkit dari tempat duduknya. Berjalan ke arah meja rias.
__ADS_1
"Mau pake ini juga mas?" tanya Sinta iseng sambil menunjukkan skin care miliknya. Andre yang berdiri disampingnya hanya terkekeh.
"Boleh, tapi kamu yang mengoleskannya ya!"
"Oke, dengan senang hati," jawab Sinta dengan tersenyum jahil. Sinta berniat mengerjai Andre.
"Besok aku ke kampus, pinjam rok kamu juga," kata Andre dengan mimik yang serius. Seketika Sinta meletakkan wadah skincare ke meja rias dengan wajah yang penuh tanda tanya. Niat untuk menjahili Andre seketika lupa.
"Untuk apa mas?" tanya Sinta heran.
"Kamu menawari aku skin care yang khusus untuk mempercantik wanita, ya sekalian saja aku pakai rok. Ada yang malu gak ya. Melihat suaminya kerja pakai rok,"
"Ih, malu lah mas, masa sih pakai rok. Ada ada saja,"
"Maka dari situ dari pada main skin care, mending kita main yang lain saja," jawab Andre dengan tersenyum. Sinta menatapnya kesal.
"Main seperti ini saja," kata Andre lagi. Andre sudah memeluk Sinta dari belakang dengan kedua tangannya yang sudah pas di gunung kembar milik Sinta. Sinta menarik nafas panjang. Entah sampai kapan dia bertahan dengan tantangan yang sudah diberikannya kepada Andre. Sementara setiap malam Andre menjelajahi seluruh tubuhnya.
"Mas,"
"Hanya seperti ini. Aku masih ingat tantangan yang kamu berikan. Tapi jika kamu mengijinkan malam ini. Aku sangat senang. Menyenangkan suami itu pahala loh sayang," bisik Andre tepat di telinga Sinta. Sinta dapat merasakan darahnya berdesir hanya dengan bisikan Andre.
Andre membantu Sinta berdiri, sedangkan Andre kembali duduk di bangku yang diduduki Sinta tadi. Andre mengangkat tubuh Sinta, dan mendudukkan Sinta di pangkuannya. Selain malu, Sinta juga merona. Satu bulan bersentuhan fisik dengan Andre, tidak munafik jika dia juga menikmati dan merasa nikmat dengan ciuman dan belaian Andre.
"Balas sayang," kata Andre setelah melepaskan ciumannya sebentar. Dari tadi hanya dia yang aktif di bibir Sinta. Andre kemudian melanjutkan aksinya. Sinta masih diam dan hanya membiarkan Andre yang aktif. Dia takut kebablasan dan terbuai.
Tidak mendapat seperti yang diharapkan. Andre semakin gencar. Membuat Sinta semakin tak berdaya dan mulai membalas serangan Andre. Andre tersenyum di dalam hati dan berharap malam ini bisa mencetak gol.
"Sinta mulai mendesah, mendengar itu Andre tidak tinggal diam. Semakin gencar dan semakin gencar sehingga tanpa disadari keduanya sudah berbaring di ranjang dengan bibir yang saling bertautan. Tidak mau mangsanya lepas malam ini. Andre menanggalkan semua benang yang melekat di tubuh Sinta. Wanita itu semakin terbuai.
__ADS_1
"Bolehkah?" tanya Andre serak. Matanya yang memandang keindahan tubuh Sinta tidak akan sanggup untuk menahannya lagi. Sinta juga paham akan gairah suaminya. Entah karena Sinta juga menginginkan, atau karena cinta atau tidak ingin membuat Andre kecewa akhirnya Sinta mengangguk. Andre langsung semangat empat lima. Andre segera menanggalkan seluruh pakaiannya. Dengan sedikit tergesa takut Sinta berubah pikiran. Andre langsung memasuki area yang sangat dirindukannya selama ini.
Suara Sinta yang mendesah semakin membuat Andre semangat. Tidak perduli keringat yang sudah membanjiri tubuhnya. Seakan tidak lelah dia terus menari dan membolak balikkan badan Sinta. Sinta sedikit kewalahan dengan tenaga super Andre. Tapi tidak dapat dipungkiri, sebagai wanita yang sudah pernah merasakan kenikmatan berhubungan suami istri. Malam ini juga Sinta sangat merasakan nikmat yang luar biasa. Apalagi di tengah permainan mereka Andre selalu menyebut namanya dan juga terkadang memanggilnya dengan sayang.
Tidak cukup hanya sekali, dua kali. Entah berapa kali mereka bermain. Keduanya sama sama menikmati dan saling menginginkan. Entahlah mungkin karena sudah lama tidak merasakan. Membuat keduanya balas dendam akan waktu yang terlewat.
"Makasih sayang," kata Andre setelah mereka siap bermain. Mereka sama sama berbaring dengan satu selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Sinta hanya diam dan merasa malu. Dalam hati dia jadi menyesal karena terbuai. Padahal kata cinta dari Andre belum juga didengarnya.
"Rasanya masih sama seperti dulu," kata Andre lagi. Andre berbalik menghadap Sinta dan meraih tubuh Sinta.
"Tentu saja masih sama, yang bercocok tanam di situ kan hanya kamu," jawab Sinta pelan. Andre terkekeh mendengar jawaban istrinya. Andre merasa gemas dengan ucapan istrinya. Andre sampai mencubit pipi Sinta dengan pelan.
"Makasih ya, kamu adalah wanita hebat yang bermartabat. Aku sangat bahagia memiliki kamu," kata Andre dengan binar mata yang senang. Andre sangat bahagia malam ini, selain karena sudah mencetak gol juga karena nikmat yang masih sama seperti dulu. Dia mengecup kening Sinta dengan sayang. Sinta memejamkan mata, berharap Andre mengucapkan tiga kata yang dinantinya. Satu detik, dua detik hingga tiga puluh detik. Sinta tidak kunjung mendengar Andre berbicara lagi. Sinta membuka mata. Sinta melihat Andre sudah telentang dengan mata yang terpejam. Sinta menghembuskan nafas, rasa kecewa itu kembali terlihat di wajah cantiknya.
Sinta melihat wajah suaminya dari samping. Hidung mancung dan kumis tipis yang terawat membuat wajah Andre sangat tampan. Selain itu kulit putih bersih milik Andre juga menambah ketampanan pria itu. Sinta berandai-andai di hatinya. Andaikan dia bisa memiliki tubuh dan hati Andre, Sinta pasti merasa wanita yang paling berbahagia. Sinta akan mengabdikan sepanjang hidupnya untuk Andre.
Sinta masih kecewa, Andre yang tadi memuji dan mengucapkan terima kasih, hanya dengan sekejap. Pria itu sudah tidur dengan nafas yang terdengar alias ngorok. Wajahnya yang terlihat tampan terlihat lebih tampan jika tidur begini.
"Ih, jorok banget sih si mesum, udah keringatan gitu masih bisa langsung ngorok," gerutu Sinta yang kesal dengan Andre. Selain kesal karena kata cinta yang tak kunjung keluar dari bibir Andre juga kesal karena melihat suaminya itu yang terkesan jorok. Sinta duduk dan menyingkapkan selimut yang menutup tubuhnya. Sinta merona karena melihat tubuh polos suaminya yang ikut terbuka. Dengan malu, Sinta berjalan menuju kamar mandi. Tanpa menutup pintu kamar mandi dengan santai Sinta membasuh tubuhnya.
"Yang ngatain mesum tadi siapa?"
Sinta terkejut dan spontan menoleh ke pintu kamar mandi. Andre dengan tubuh polosnya berdiri dan tersenyum ke arah Sinta. Sinta gelagapan dan malu. Dia hendak meraih jubah mandinya tetapi tangannya seketika ditangkap oleh Andre.
"Kita mengulangnya di sini lagi," kata Andre lagi membuat Sinta mendorong pelan tubuh Andre. Andre dengan segera menangkap tubuh Sinta.
"Mas, aku lelah. Ini sudah jam dua dini hari. Kita tidur saja ya. Cepatlah bersihkan tubuhmu," kata Sinta mendongak menatap wajah suaminya. Andre tersenyum dan mengangguk. Sinta merasa lega. Dulu ketika dia berstatus simpanan. Tidak pernah bisa membantah tentang urusan ranjang. Sekarang Sinta bisa menolak dan Andre tidak memaksanya.
****
__ADS_1
Untuk kisah Vina dan Radit. Akan dibuat terpisah. Otor fokus ke novel ini dulu dan novel yang satu lagi. Yang belum singgah, singgah yuk di novel aku yang berjudul Mencintai ayah sahabatku. Ditunggu like dan vote di sana. Terima kasih dan salam sehat.