
Sinta terbangun tengah malam, merasa ada beban Sinta meraba pinggangnya. Tangan Andre melingkar di tubuhnya. Dengan perlahan, Sinta melepaskan tangan itu. Sinta ke kamar mandi untuk memenuhi panggilan alam. Setelah keluar dari kamar mandi, Sinta terkejut melihat Andre yang sudah duduk bersandar di ranjang. Andre tersenyum.
"Mas..."
"Duduk sini!. Maaf," kata Andre sambil menepuk ranjang. Sinta menurut. Setelah Sinta duduk di sebelahnya. Andre mengucapkan kata maaf.
"Ga apa apa mas, aku mengerti kog."
"Apa kamu bahagia sesudah bertemu dengan keluarga?" tanya Andre sambil menatap wajah istri sirinya.
"Sangat mas. Dan aku memberikan uang kepada mereka. Ga apa apa kan mas?"
"Apa yang sudah kamu terima itu sudah menjadi hak kamu. Asal uang itu di gunakan untuk yang positif, aku tidak keberatan."
" Makasih mas, makasih banyak," kata Sinta kemudian memeluk Andre. Sinta terharu dengan kebaikan Andre kepadanya.
"Sin, sebenarnya aku lelah, tapi karena kamu membangunkan singa tidur, tidak apa apa ya kita olahraga malam ini," kata Andre sambil mengedipkan sebelah matanya. Selama dua Minggu mereka tidak bersentuhan. Merasakan pelukan Sinta, Andre tidak dapat menahan keinginannya untuk menyentuh Sinta.
"Aku halal bagimu mas, lakukan apa yang membuatmu senang," jawab Sinta sambil tersenyum. Sekilas Andre mengingat zina yang di lakukannya bersama Cindy.
****
Cindy memekik gembira ketika benda panjang itu menunjukkan garis dua. Cindy hamil. Cindy segera keluar dari kamar mandi dan mengambil ponselnya. Menghubungi Andre tetapi tidak kunjung diangkat. Cindy melemparkan ponsel ke atas ranjang, bertolak pinggang dan jalan mondar mandir di kamarnya.
Mendapat ide, Cindy segera ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi Cindy merias wajahnya secantik mungkin. Dengan gaun yang anggun Cindy keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil, Cindy juga mencoba menghubungi Andre, tapi lagi lagi tidak di angkat. Cindy mengendarai mobilnya ke rumah orang tua Andre.
Cindy sudah sampai di depan rumah orang tua Andre. Menurunkan kedua kakinya dari mobil, Cindy kemudian masuk kedalam rumah setelah bibi membukakan pintu.
"Selamat siang bibi, Mas Andre ada di rumah bibi?" tanya Cindy sopan.
__ADS_1
"Den Andre jarang pulang non," jawab bibi jujur dan Cindy mengerutkan keningnya.
"Kalau om dan Tante ada bibi?"
"Ada non, lagi di ruang keluarga. Silahkan duduk non, sebentar akan saya beritahu kedatangan non." Cindy mengangguk dan duduk di sofa ruang tamu.
Tak lama kemudian bibi muncul dan menyuruh Cindy ke ruang keluarga.
Cindy masuk ke ruang keluarga setelah mengucapkan salam. Karena hari ini hari Minggu anak, mantu dan cucu keluarga papa Rahmat berkumpul kecuali Andre.
Cindy duduk setelah dipersilahkan, Semua anggota keluarga heran melihat Cindy apalagi Bayu dan Andi. Maya dan Bella kedua mantu papa Rahmat juga tidak kalah heran. Sedangkan Agnes tidak begitu memperdulikan kedatangan Cindy. Dia tetap asyik bermain dengan kedua keponakannya Kenzo dan Rey.
"Agnes, volume dikurangi!. Berisik," kata Bayu ketika Agnes bersorak kegirangan karena berhasil menjahili Kenzo. Kenzo langsung mendekatkan tangannya ke bibir Agnes dan membuat gerakan seperti mengunci.
"Aunty ga bisa ngomong, udah aku kunci mulutnya. Tangkap Rey!" kata Kenzo sambil melayangkan tangannya seperti melemparkan sesuatu.
"Dapat kak. Hore." Rey yang seolah olah menangkap sesuatu bersorak gembira dan Cindy diam memanyunkan bibirnya. Dan semua yang ada di ruang tamu itu tertawa melihat tingkah ketiganya. Kenzo dan Rey berhasil membalas Agnes.
"Aku tidak tahu Tante, aku kira mas Andre di sini."
"Apa ada sesuatu yang penting nak, sampai kamu datang kemari?" tanya papa Rahmat lagi, Cindy hanya mengangguk. Maya kemudian memanggil bibi dan menyuruh bibi membawa Kenzo dan Rey ke taman belakang.
"Apa itu nak, katakanlah!" kata papa Rahmat lembut.
"Sebaiknya Mas Andre disini om."
"Bayu, telepon adikmu dan suruh datang kemari sekarang juga!.
Bayu segera menelepon Andre dan menyuruh Andre cepat ke rumah. Mama Ningsih sudah merasa khawatir kedatangan Cindy yang tiba tiba memunculkan berbagai persepsi di kepalanya. Dia menghela nafas, menenangkan diri berharap kedatangan Cindy bukan sesuatu yang buruk.
Satu jam berlalu, Andre belum muncul. Keluarga papa Rahmat semakin penasaran dengan kedatangan Cindy. Dan Cindy juga sudah merasa bosan dan kesal dengan Andre. Bayu kemudian menelepon Andre lagi, tetapi tidak diangkat. Cindy semakin kesal.
__ADS_1
"Cindy, Andre belum datang. Bisakah kamu memberitahukan maksud kedatangan mu?" tanya Bayu yang sudah bosan menunggu Andre.
"Iya nak, katakanlah!. Papa Rahmat berkata dengan tenang.
"Om, Tante sebenarnya, aku mau memberitahu mas Andre terlebih dahulu, tetapi dari tadi pagi mas Andre tidak menjawab telepon ku. Aku datang kemari kukira mas Andre disini.
Om, Tante aku hamil anaknya mas Andre." Cindy menunduk setelah memberitahu kehamilannya. Semua terkejut terutama mama Ningsih. Anak yang dididik nya dengan tegas dan penuh kasih sayang ternyata menghamili Cindy di luar nikah. Mama Ningsih terdiam dan kecewa dengan Andre.
Kedua kakak Andre, Maya dan Bella juga terkejut. Andre laki laki yang baik, apa yang di lakukannya selalu dipertanggungjawabkan. Mereka tidak menyangka Andre berbuat sejauh itu. Apalagi mereka tidak mengetahui bahwa Andre dan Cindy berpacaran. Mereka hanya tahu Andre sangat mencintai Cindy dan Cindy sudah menolak perjodohan. Mereka juga kecewa dengan Andre sedangkan papa Rahmat hanya diam saja belum berkomentar.
"Sudah berapa bulan mbak?" tanya Agnes membuka suara sementara yang lain masih terdiam antara percaya dan tidak percaya.
"Sepertinya masih satu bulan.
"Udah periksa ke dokter?. Lagi lagi hanya Agnes yang bertanya. Cindy hanya menggeleng. Agnes kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Andre.
"Kak, sudah dimana?, udah jamuran kami nunggu kakak," tanya Agnes setelah panggilannya terhubung."
"Udah otw bentar lagi juga nyampe. Cerewet," kata Andre di seberang dan langsung mematikan ponselnya.
Semua mengarahkan kepala ke arah suara yang mengucapkan salam. Tanpa menyadari keberadaan Cindy, Andre langsung duduk di sebelah Agnes. Agnes menyenggol bahu Andre , menggerakkan kepalanya ke arah Cindy. Andre mengikuti arah kepala Agnes dan terkejut melihat Cindy.
"Cindy, kamu di sini juga?" tanya Andre terkejut dan langsung berpindah tempat duduk dekat Cindy. Mama Ningsih berdiri dan mendekati Andre.
Plak. Plak.
Mama Ningsih menampar kedua pipi Andre. Semua yang ada disitu meringis seakan ikut merasakan sakitnya tamparan mama Ningsih. Agnes merangkul mama Ningsih yang sudah terisak. Sedangkan Andre yang belum tahu apa apa bingung.
"Mama...ada apa? Kenapa menamparku?"
"Tanya Cindy, dia tahu jawabannya." Papa Rahmat menjawab. Andre yang semakin tidak mengerti hanya melihat Cindy yang tertunduk.
__ADS_1
"Cindy hamil anakmu Andre," kata Bayu. Andre memandangi Cindy seakan tidak percaya tiba tiba dia mengingat perzinahan nya bersama Cindy. Andre menunduk tidak menyangka hanya sekali goyang benihnya ada di rahim Cindy.