Menanti Cinta Suami

Menanti Cinta Suami
Pembicaraan Para Laki Laki


__ADS_3

Andre menatap tajam ke Radit. Pria itu tidak menyadarinya. Karena matanya fokus melihat Sinta. Walau Vina berdandan sangat cantik hari ini, tapi bagi Radit pesona Sinta yang berdandan seadanya sangat terlihat cantik. Sebagai sahabat, Andre dan Sean tentu saja paham karakter Radit. Jika Radit memuji wanita itu artinya Radit sudah tergila gila dengan wanita tersebut.


Andre semakin sebal dengan Radit, Radit terlihat tersenyum melihat gerak gerik Sinta yang terlihat berbicara dan sesekali mengecup pipi Airia.


"Kalau sudah tahu milik orang apalagi milik sahabat sendiri, jangan diliatin. Kamu sudah dapat Vina yang tidak kalah baik dan cantik dari Sinta. Jaga dan hargailah," kata Andi tajam. Dia sangat tidak suka dengan Radit yang melihat Sinta adik iparnya seperti itu.


"Oalah bro, istri Andre ini. Beda dari yang lain. Di ranjang bagaimana dia bro?" tanya Radit lagi. Andre merasa marah dengan pertanyaan Radit, tetapi berusaha bersikap tenang, tangannya semakin terkepal di bawah meja. Bersahabat dengan Radit play boy membuatnya terpengaruh. Jauh sebelum Andre menikahi Sinta, Radit tidak segan segan menunjukkan vidio nya saat bercinta ke Andre. Tentu saja sebagai laki laki normal hasrat itu ada.


Andre yang dididik orangtuanya dengan agama yang kuat tidak mau mengikuti jejak Radit walau keinginan untuk bercinta itu sangat kuat. Tetapi ketika kala itu Andre melihat Sinta, entah mengapa hatinya ingin memilki gadis itu dan menawarinya menjadi simpanan. Padahal bisa dikatakan, banyak mahasiswinya yang menaruh hati pada andre. Tetapi Andre memilih Sinta. Untuk menghindari dosa, Andre pun menikahi Sinta secara siri.


"Dia wanita baik baik Radit, tidak sepantasnya kamu bertanya seperti itu. Andaikan dia istriku dan kamu bertanya seperti itu. Aku pastikan mulut kamu babak belur," jawab Sean marah tetapi berbicara pelan. Dia tidak bisa menahan diri ketika Radit bertanya seperti itu tentang Sinta. Apalagi Andre hanya diam saja ketika Radit bertanya seperti itu. Sean sangat menghargai Sinta. Walau Sinta memilih rujuk dengan Andre, Sean ikhlas. Sean akan menganggap Sinta sebagai adik perempuannya. Lagi pula bagi Sean bersaing dengan sahabat untuk mendapatkan wanita apalagi wanita itu sudah menjadi istri sahabatnya itu bukan sifatnya. Sean juga menghargai Andre sebagai sahabatnya.


"Kok jadi kamu yang sewot Sean?" tanya Radit marah juga berbicara pelan.


"Ini pernikahan kamu, jangan mempermalukan diri sendiri. Kamu tidak mencintai Vina, setidaknya hargai dia sebagai pengantin kamu hari ini. Bukan meninggalkannya di pelaminan," jawab Sean sengit.


"Itu bukan urusanmu," jawab Radit ketus.


"Dasar manusia otak buntung kamu. Hanya kamu yang aku lihat meninggalkannya pengantinnya di pelaminan. Sadar bro sadar!" kata Sean lagi.


"Radit, apa yang dikatakan Sean itu betul. Kembalilah ke sana. Jangan seperti anak kecil. Kamu bukan pria umur belasan lagi. Sudah kepala tiga. Belajarlah menghargai wanita. Boleh bejad tapi jangan sampai selamanya bejat," kata Andi menasehati Radit. Radit seakan tidak perduli. Dia dengan santai masih duduk di meja Andre.


"Jaga istrimu baik baik bro," kata Radit lagi sambil menepuk punggung Andre. Andre mengibaskan tangan Radit.


"Apa maksud kamu?" tanya Andre dengan suara meninggi. Sinta dan Bella juga yang lain spontan menoleh ke arah meja Andre.


"Kamu buta?, istrimu cantik wajah dan cantik body. Pasti banyak yang suka padanya. Hanya dengan pakai pakaian sederhana saja sangat terlihat cantik apalagi dengan pakaian yang modis. Pasti lebih cantik lagi," jawab Radit pelan. Andre, Sean dan Andi masih bisa mendengarnya ucapan Radit.


"Jangan bilang kamu menyukainya," kata Sean ketus.


"Aku tidak seburuk itu bro, walau aku memujinya bukan berarti menginginkannya. Hanya saja aku masih bingung. Bagaimana istri Andre bisa berubah secantik ini dan awet muda. Apa karena kita melihat istri Andre sebelumnya lagi hamil?"

__ADS_1


"Baguslah kalau kamu tidak menyukainya. Andre memang beruntung memiliki Sinta. Tapi Andre yang tidak tahu untung. Istri sebaik itu di sia-siakan," jawab Andi. Dia sengaja menyindir Andre.


"Maksudnya apa bro?".


"Sinta itu istri pertama Andre, sedangkan yang kamu lihat kemarin itu istri kedua tepatnya sudah mantan istri."


"Hah mantan istri?" tanya Sean tidak percaya.


"Apakah Andre menceraikannya Cindy, hanya untuk rujuk dengan Sinta. Kalau kerena itu dia bercerai itu tandanya Andre sudah mencintai Sinta. Syukurlah, setidaknya Sinta jadi istri satu satunya Andre." Sean bergumam dalam hati.


"Iya bro, mereka bercerai karena Cindy berselingkuh ketangkap basah. Asal kalian tahu, adikku yang bodoh ini menjadikan wanita sebaik Sinta menjadi simpanan dan menjadikan si iblis ratunya." jawab Andi pelan. Dia tidak mau pembicaraan mereka di dengar dari meja sebelah mereka yang hanya berjarak kurang lebih dua meter.


"Ternyata, diam diam kamu menuruti saran ku juga ya bro, mempunyai simpanan," kata Radit sambil tersenyum. Dia merasa bangga karena Andre mau menuruti sarannya untuk mempunyai simpanan.


"Itu dulu Radit, sekarang dia istri satu satunya bagi aku."


"Istri satu-satunya kalau tidak dicintai sama saja bohong," kata Sean ketus. Mendengar Andre menceraikan Cindy karena berselingkuh membuat Sean merasa yakin kalau Andre belum mencintai Sinta.


"Entahlah kak, ini bukan seperti pernikahan. Aku saja sebagai tamu merasa malu menghadiri pernikahan seperti ini," kata Sean tajam.


"Ke sanalah bro, andaikan aku tahu kamu memperlakukan Vina seperti ini, aku pasti membiarkannya kabur malam itu, Kamu tidak lihat para tamu mu bergantian menoleh ke sini dan ke pelaminan, pergilah ke sana," kata Andi. Sean kembali terkejut tetapi memilih tidak bertanya tentang kaburnya Vina. Hampir dua Minggu di luar kota, banyak sudah yang tidak diketahuinya termasuk rujuknya Sinta dengan Radit.


"Kamu sudah mendapat kesempatan memiliki istri yang baik, ini saatnya kamu meninggalkan kebiasaan kamu bro. Harusnya kamu bersyukur bukan mempermalukannya seperti ini," kata Sean sambil menepuk lengan Radit pakai tangan kirinya.


"Baiklah pak ustadz, aku ke sana. Nikmati hidangan yang ada," kata Radit setelah menarik nafas panjang.Radit berdiri dan berjalan menuju pelaminan. Bahkan mereka belum makan siang karena berbincang bincang sementara di meja lain, orang orang sudah selesai makan.


"Andre, bagaimana perceraian mu dengan Cindy," tanya Andi. Andre seketika memainkan gelas kaca yang di tangannya.


"Aku sudah mengurusnya kak, dan tidak akan berbelit. Bukti cukup kuat untuk mempercepat proses persidangan."


"Bagaimana perasaan kamu terhadap Sinta?"

__ADS_1


"Entahlah kak, Sinta juga semakin dingin. Aku jadi sungkan untuk mendekatkan diri,"


"Apa kamu sudah memberitahukan tentang perceraian mu tentang Cindy?"


"Belum kak,"


"Sebaiknya secepatnya kamu beritahu. Aku berharap kalian bisa saling membuka diri dan saling mencintai. Dalam hal ini kamu yang harus lebih gerak cepat untuk memenangkan hatinya. Apa kamu tidak tahu ada yang kecewa karena kamu rujuk dengan Sinta."


Sean menatap Andi setelah selesai berbicara Kalimat terakhir itu jelas tertuju kepada dirinya.


"Apa kalimat terakhir itu kamu tujukan untuk aku?" tanya Sean memandang Andi tajam.


"Jelas. Jadi untuk siapa lagi,"


"Jujur, aku memang sangat tertarik dengan Sinta. Tetapi Sinta bukan wanita yang gampang untuk di dekati. Selain wanita yang tangguh, Sinta juga wanita yang bisa menjaga harga dirinya dan bertanggungjawab. Aku menyesal tidak gerak cepat untuk merebut hatinya. Dan aku juga yakin jika aku gerak cepat pun, aku belum tentu bisa memilikinya. Yang aku lihat Sinta tidak percaya lagi kepada yang namanya laki laki. Kamu mengangkatnya ke tempat yang tinggi Andre, kemudian menghempaskan nya ke jurang yang paling dalam," kata Sean pelan. Kata kata itu keluar dari mulutnya dengan lancar tapi hatinya penuh kecewa. Andre yang mendengar perkataan Sean tertegun. Otaknya terus mencerna perkataan Sean. Satu persatu kata kata itu terulang di otaknya.


"Andre, kalau kamu tidak bisa mencintai Sinta, lebih baik lepaskan dia. Setidaknya aku lega. Ada laki laki yang baik menunggu jandanya kembali," kata Andi sedih. Perkataan Sean membuat Andi menyesal karena memaksa Sinta rujuk dengan Andre dengan alasan akte lahir. Jauh di lubuk hatinya Andi ingin melihat Andre mempunyai istri yang baik. Mendengar perkataan Sean barusan, Andi sadar bahwa Sinta sangat menderita.


"Apa maksud Kaka?"


"Tanpa menjelaskan kamu pasti tahu, Kamu bisa menjelaskan puluhan bab materi ke mahasiswa kamu tapi untuk mencerna perkataan Sean kamu tidak bisa?. Aku sangat kecewa kepadamu Andre. Orang tua kita mendidik kita dengan agama yang kuat. Tapi kamu bisa terpengaruh dari Radit. Kalian berdua sama sama bejad,"


"Aku beda dengan dia kak,"


"Hanya beda level. Dia level 4 kamu level 5."


Andre memicingkan matanya ketika tanda tidak setuju dengan level yang disebutkan Andi. Bagi Andre Radit lah yang lebih bejad.


"Radit play boy tidak ada wanita yang korban perasaan. Murni karena bersenang senang. Kamu mempermainkan pernikahan dan menelantarkan anak dalam kandungan. Itulah sebabnya level kamu lebih tinggi. Ini semua nasehat kepadamu adikku. Untuk selanjutnya berpikir lah untuk membuat rumah tangga yang bisa jadi teladan," kata Andi menasehati Andre. Dari tadi Andi berani berbicara panjang lebar karena Andi sudah melihat sekelilingnya. Meja di sekitar mereka sudah banyak yang kosong. Andi juga tidak mau Andre malu karena Andi membahas tentang rumah tangga adiknya.


Andre masih terdiam. Entah apa yang di pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2