
Sakit itu memang tak enak. Andaikan Andre tahu bahwa dia akan jatuh, tentu dia akan menolak memanjat pohon mangga. Rasa cinta dan ingin menyenangkan Cindy, membuat Andre memaksakan diri. Bukannya dia tidak tahu tidak bisa memanjat tapi itu tadi, ingin membuat yang terbaik untuk Cindy.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Andre terus merintih membuat Kasman dan Cindy merasa kasihan. Beruntung mereka tidak kena macet sehingga bisa cepat sampai di rumah sakit.
Andre masih terus merintih ketika diturunkan dari mobil. Andre langsung dibawa ke UGD. Setelah dokter mendengar penyebab Andre sakit, Dokter langsung menyarankan Andre untuk di Rontgen.
Cindy bernafas lega ketika mendengar penjelasan dokter dari hasil Rontgen. Beruntung Andre tidak mengalami patah tulang atau pergeseran tulang. Walaupun begitu, Dokter tetap menyarankan untuk dirawat inap beberapa hari.
Andre kini sudah di ruangan perawatan. Tindakan medis yang diberikan dokter sedikit mengurangi rasa sakit di pinggangnya. Sedangkan Cindy pamit pulang ke rumah sebentar. Alasannya mengganti baju dan mengambil baju ganti untuk Andre.
****
Rasa mual itu kembali terasa ketika Sinta bangun pagi. Hamil tanpa suami di sisinya membuat Sinta harus mandiri. Pagi ini selain membersihkan rumah dia harus membuat sarapan sendiri. Berbulan bulan dengan perlakuan Andre yang baik membuat Sinta merasa kehilangan. Pagi ini, entah mengapa Sinta ingin makan masakan Andre. Mungkin karena hamil atau Sinta yang rindu Andre.
Dengan menahan rasa mual Sinta berjalan lesu ke dapur. Membuat sarapan terlebih dahulu. Urusan membersihkan rumah biar belakangan.
Dengan susah payah Sinta berusaha menghabiskan sarapan. Sebenarnya tidak selera tapi demi janin di rahimnya Sinta harus makan. Kini, bukan hanya dirinya yang harus di pikirkan. Ada janin yang butuh nutrisi. Hari ini, Sinta berencana cek Kandungan ke dokter spesialis.
Sementara itu, sore hari di rumah sakit. Keluarga besar Rahmat berkumpul di ruangan perawatan Andre. Satu malam dirawat, Andre masih merasakan sakit di pinggangnya. Untuk duduk pun harus dibantu. Mama Ningsih sangat khawatir melihat keadaan putranya. Sedangkan Andi dan Agnes mendengar Andre jatuh dari pohon mangga bukannya kasihan malah tertawa terbahak bahak.
"Makanya jangan sok jago. Kalau tidak bisa memanjat, jangan dipaksakan. Lihat sendiri kan hasilnya!" kata Andi setelah mendengar penuturan Cindy tentang kronologi jatuhnya Andre dari pohon mangga. Tentu saja acara desah mendesah tidak disebut.
"Kak Andre gak keren, masa jatuh dari pohon mangga yang keren itu jatuh cinta kak," kata Agnes.
"Bukannya prihatin malah bikin sebel. Kalau jatuh cinta sudah dari dulu," jawab Andre kesal sambil meringis.
"Tahan tahanlah bro beberapa hari ini ga bisa siaran langsung." Andre semakin sebal mendengar perkataan Andi.
Bella dan Maya duduk di sofa sambil bercerita. Kedua mantu Rahmat itu terlihat akrab jika kumpul. Cindy, walau sudah lebih sebulan jadi mantu keluarga Rahmat masih agak kaku kalau bersama dengan Bella dan Maya.
Bayu berhenti bermain ponsel ketika mendengar perkataan Andi. Telinganya sedikit geli jika mendengar siaran langsung.
"Itu namanya cuti dini Andi, di mana mana suami cuti kalau istrinya bed rest atau melahirkan. Ini, istrinya masih segar bugar sudah harus cuti siaran langsung." Andi dan papa Rahmat spontan tertawa mendengar perkataan Bayu. Andre semakin kesal ingin rasanya dia mengusir kedua kakaknya. Sedangkan Maya dan Bella juga berhenti bercerita mendengar suami dan mertua mereka tertawa terbahak-bahak. Mama Ningsih hanya menggeleng melihat tingkah Andi dan Bayu.
__ADS_1
"Untung ga sampai pensiun dini," kata Andi lagi membuat Bayu dan papa Rahmat semakin tertawa terbahak-bahak.
"Mas, maksud siaran langsung itu apa?" tanya Cindy pelan. Dia juga bingung. Andre memberikan isyarat ke Cindy untuk mendekatkan kupingnya ke mulut Andre.
"Bercinta." Wajah Cindy memerah mendengar bisikan Andre. Agnes juga mendengar pertanyaan Cindy dan jawaban Andre.
"Dasar kakak kakak kurang asem ya!. Bisa bisanya kalian berbicara seperti itu di sini. Gak lihat ada tiga orang yang masih orisinal disini?" kata Agnes kesal sambil menunjuk dirinya, Kenzo dan Rey.
"Benar tuh." Andre berkata merasa mendapat dukungan dari Agnes.
Setelah berhasil membuat Andre kesal, Bayu dan Andi pamit. Kedua orang tua mereka juga ikutan pamit. Hanya Agnes yang tinggal ikut menjaga Andre.
Bella dan Maya masih saja bercerita sambil berjalan menuju lobby rumah sakit. Rey dan Kenzo dituntun papa Rahmat dan mama Ningsih.
"Mbak, sebentar!" kata Bella ketika melihat seseorang yang dikenalnya sedang duduk di bagian pendaftaran. Bella mendekat.
"Sinta, kamu di sini juga?. Mau cek Kandungan?." Sinta berhenti menulis dan tersenyum.
"Iya mbak, Mbak ngapain di sini? siapa yang sakit?"
"Mbak, bersama siapa? Sendiri juga?" tanya Sinta lagi.
"Aku bersama keluarga suamiku. Tuh mereka." Bella menunjuk keluarganya yang berdiri hanya berjarak sekitar tiga meter dari mereka. Sinta menunduk hormat ketika dilihatnya mama Ningsih tersenyum.
"Aku pamit ya Sin, semoga kandungan mu baik baik saja!." Sinta hanya mengangguk.
"Siapa?" tanya Andi setelah Bella bergabung bersama mereka.
"Karyawan ku mas, cuma karena hamil muda, aku suruh istirahat dulu."
"Cantik ya!"
"Siapa?"
__ADS_1
"Wanita tadi." Bella melotot.
"Berani ya!. Memuji wanita lain di depanku. Dasar play boy comberan." Bella berkacak pinggang.
"Dan kamu korban play boy comberan," jawab Andi sambil terkekeh membuat Bella semakin kesal.
"Kamu ya Andi, Kalau buat orang kesal, kamu jagonya," kata Bayu yang sudah tahu kebiasaan Andi sejak kecil.
Setelah para wanita cipika cipiki. Kini mereka di sudah di mobil masing masing. Bella sangat kesal dengan Andi. Pura pura tidak tahu, dengan santainya Andi menyetir dan terkadang bersiul membuat Bella yang kesal semakin kesal.
"Bella..."
"Apa??" Bella ketus.
" Loh kog marah?. Ya ampun, aku itu hanya jujur dari hati Bel, memuji itu bukan berarti menyukai atau mencintai."
"Sama aja mas, aku tidak suka kamu memuji wanita lain."
"Kalau seandainya Andre belum menikah, aku lebih suka Andre sama wanita tadi."
"Maksudmu mas?.
"Aku tahu sedikit tentang Cindy."
"Makin gak ngerti aku mas." Bella melupakan kekesalannya dan penasaran tentang Cindy.
"Aku sebenarnya tidak setuju Andre dengan Cindy. Waktu Cindy menolak Andre dulu, aku senang." Bella semakin penasaran dengan penjelasan Andi yang kurang detail.
"Mas, kalau cerita itu yang jelas. ia Bikin penasaran saja."
"Cindy itu, tidak sebaik yang kalian kira. Aku hanya berharap semoga bersama Andre, Cindy berubah."
"Emang Cindy sejahat apa sih mas?"
__ADS_1
"Nanti, kalau sudah ada bukti. Aku akan cerita." Bella tidak mau bertanya lagi. Karena begitulah Andi dia tidak membicarakan orang lain tanpa ada bukti.
"Andre sangat mencintai Cindy mas. Kasihan Andre mas, kalau Cindy benar jahat."