
Di bumi belahan lain.
Tepatnya di kamar pengantin baru, yang belum memiliki umur seminggu itu. Nana menatap kesal suaminya, sambil menangis sesenggukan dia sesekali memukul tubuh Juna.
Lelaki itu bergeming, menerima semua amukan istrinya, dia tahu dia salah. Tapi bukan kehendaknya membuat Nana terluka, sampai harus mencari obat merah tengah malam setelah mereka bercinta.
"Makanya, aku bilang udah tuh udah Kakak." Rancaunya dengan suara yang bergetar. Bahunya naik turun seiring tangisnya yang masih terdengar nyaring.
Bugh!
Padahal tenaganya sudah terkuras untuk meladeni Juna, tapi seolah tak pernah habis, Nana masih terus melampiaskan kekesalannya.
"Iya maaf, Sayang. Aku nggak sengaja." Balas Juna dengan raut wajahnya yang terlihat kuyu, tatapan mata sendu, dan suara yang terdengar sangat lesu.
Pasrah sudah dia kali ini, sepertinya Nana tidak bisa lagi diajak kompromi. Dia telah membuat gadis itu kecewa.
"Maaf doang nggak bisa ngembaliin semuanya. Aku udah bilang udah, kamunya tuh nggak ngerti-ngerti, sakit tahu." Cetus Nana, bulir bening itu terus mengalir deras, ditambah rasa sakit akibat keganasan Juna yang terus menyerang dirinya dari kemarin.
Belum kering luka di area dadanya, Juna kembali mengulum dan mencecapnya, membuat luka itu kembali basah.
"Iya aku harus gimana Sayang?" Juna benar-benar tidak berdaya jika Nana sudah seperti ini, ia merasa memang lelaki itu serba salah, dan tidak akan pernah ada benarnya.
"Pokoknya selama aku belum sembuh, kamu nggak dapet jatah." Pungkas Nana dengan raut wajahnya yang tak main-main.
Bagai mendapat kabar paling buruk.
Mendengar itu, mulut Juna langsung menganga, ludahnya terasa tercekat, sulit untuk ditelan meski sudah mengalir deras memenuhi mulutnya.
__ADS_1
Pandangan matanya berubah kabur, dengan rasa sesak yang memenuhi dada.
"Yah kok gitu sih, Na?" Rengek Juna seraya menggeser tubuhnya mendekat ke arah Nana. Baru saja senjatanya lepas landas ke medan perang.
Dia malah sudah mendapat kartu kuning dari istrinya.
"Kamu nggak liat semangka aku lecet semua? Awalnya sih enak, tapi Kakak tuh nggak inget waktu, emang dikira nggak cape apa ngangk*ng terus?" Cetus Nana, dia menangkis tangan Juna yang ingin meraih pergelangan tangannya.
Dia tidak mau dibujuk, apalagi sampai terbius tipu muslihat suaminya itu.
"Eits, Na. Kok ngomongnya begitu?" Juna masih berusaha untuk mendapatkan hati Nana.
Bisa kejang-kejang dan solo karir terus, kalau gadis itu benar-benar mencabut akses kenikmatan surga duniawinya.
Nana menatap suaminya dengan cuping hidung yang kembang kempis dan bola matanya yang memerah.
Saat lelaki itu keluar dan bertemu ibunya di bawah tangga, dia bisa melihat dari balik pintu, wanita paruh baya itu terkekeh keras sambil menepuk-nepuk bahu suaminya itu.
"Sayang, pertama memang seperti itu, nanti kesananya enggak."
Lelaki dengan tubuh tegap itu masih ingin meyakinkan istri kecilnya. Dengan cerita-cerita yang pernah ia dengar, dan pastinya analisa yang ia ketahui dari bos gilanya, darimana lagi kalau bukan dari Alva.
"Tahu darimana? Emang Kakak udah pernah?" Bentak Nana, dengan sorot mata menyelidik, seolah tengah mengorek kejujuran Juna.
Juna terlihat frustasi, ia menelan ludahnya kasar, lalu berganti menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya, liat aja Nona Chilla dan Tuan Alva. Mau main dimana dan berapa kali aja, kayanya nggak apa-apa." Ceplos Juna, saking bingungnya dia ingin berbicara apalagi untuk mengurungkan niat Nana tentang jatahnya.
__ADS_1
Namun, bukannya membaik Nana malah mendelik, dan kembali memukul dada suaminya.
"Jadi kamu bandingin aku sama Chilla, iya?" Pekik Nana tidak terima.
"Lho lho, nggak gitu, Na. Maksud aku_"
"Ish benci, udah pokoknya aku nggak mau kasih jatah sebelum aku sembuh, sana main sendiri aja."
Setelah mengatakan itu, Nana buru-buru membaringkan tubuhnya, menarik selimut hingga atas kepala.
Juna menjambak rambutnya dari belakang ke depan. Lalu memukul udara di sekitarnya, untuk menguapkan kekesalan.
Sial! sepertinya aku harus belajar dari Tuan Alva, cara menjinakkan istri yang sulit dimintai jatah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kakak pacar kamu digeser yah, sekarang yang dicari Juna sama Nana🤣🤣🤣 ayo like, komen kalian yang minta part Juna sama Nana, kalo nggak tak anu kalian🥱
Sekalinya keluar marahan coba, duh pengantin 🤧
Salam anu 👑
Dari othor pemes yang suka bikin lemes.
Jangan lupa mampir ke karya kakakku 🤗
__ADS_1