
Setelah sampai di rumahnya, Beby langsung turun dari mobil Shaka. Shaka sengaja tak menjegal langkah Beby, karena urusan mereka tak bisa diselesaikan di sini.
Shaka segera menyusul sang istri masuk ke dalam kamar, setelah di ruang tv dia mendapati Nana tengah bersantai.
Saat Shaka masuk, Beby sudah melempar tasnya ke sembarang arah, lalu mengambil baju ganti di lemari pakaian.
Shaka dengan cepat menahan tangan Beby, sebelum gadis itu masuk ke ruang ganti. "By..."
Beby menoleh, dan netranya bersitatap dengan mata milik Shaka. Tapi bukannya senang, Beby malah menatap tajam.
"Apaan sih? Dari tadi ba bi ba bi terus! Gue udah bilang gue bukan ba bi!!!" cetus Beby menggebu.
Dia benar-benar sangat malu pada Shaka dan dia tidak mau membuat rasa malu itu semakin menghinggapinya.
"Baiklah, Abang nggak akan manggil begitu lagi, Sayang...."
Deg, deg, deg!
Jantung Beby langsung berdetak semakin kencang mendengar panggilan Shaka untuknya. Tak dipungkiri wajahnya langsung merona, dengan ludah yang terasa keluar semakin banyak.
"Sayang, Abang mau bicara serius. Apa yang tadi Sayang bicarakan itu benar?" tanya Shaka dengan mimik wajah sungguh-sungguh.
Mereka sudah berada di tempat paling aman, maka Shaka yakin tidak akan ada yang mengganggu kegiatan mereka.
Mendengar itu, Beby berpaling, tak sanggup untuk menjawab pertanyaan Shaka.
"Katakan jika memang itu benar. Supaya Abang nggak ngerasa bersalah, By." Shaka menghimpit tubuh mungil itu, dan Beby semakin dibuat salah tingkah.
__ADS_1
Keringat dingin kembali keluar dari pori-pori kulitnya, apalagi saat dia merasakan benjolan di bawah sana menyentuh bagian tubuhnya.
Ya Allah, kayak gini aja kerasa banget. Gue ngalah aja kali yah. Gue kagak sanggup kalo godaannya yang begini.
Beby menggigit bibir bawahnya. Sementara Shaka masih menunggu jawaban dari Beby. Namun, hingga beberapa saat, suasana di kamar itu senantiasa hening.
Hingga akhirnya Shaka menyatukan kening mereka. Tak ada penolakan dari Beby membuat Shaka berpikir bahwa gadis itu telah menerimanya.
Shaka mengulum senyum, lalu mengikis jarak untuk menjangkau bibir Beby. Dan lagi-lagi tak ada protes dari gadis itu, Beby hanya bergeming saat Shaka sudah menyesap bibirnya.
Sebagai lelaki normal, Shaka tidak akan menolak apa yang telah disuguhkan oleh sang istri. Shaka menahan tengkuk Beby, dan memberikan ciuman terdalamnya.
Lama kelamaan Beby hanyut, dia melepas pakaian yang ada dalam genggamannya, dan Shaka menggunakan kesempatan itu, dia mengalungkan tangan Beby di sepanjang lehernya.
Sementara tangan Shaka mulai berkelana, menyusuri tiap inchi tubuh gadis itu, dengan gerakan yang sangat lembut.
Shaka menilin-nilin pucuknya, menciptakan sensasi yang menggelitik bagi si pemilik tubuh. "Ught, Bang!" lenguh Beby saat pertautan mereka terlepas sejenak.
Mendengar itu, Shaka semakin bersemangat, dia menyatukan bibir mereka lagi, sambil melepas jas yang melekat di tubuh tegapnya.
Tak hanya itu, satu persatu kancing bajunya juga terlepas dari pasangannya, membuat dada bidang nan polos itu terpampang nyata hanya untuk Beby.
Setelah puas dengan bibir sang istri, Shaka beralih menyusuri leher jenjang gadis itu. Permainan Shaka benar-benar terasa lembut membuat Beby hanyut.
Shaka menciptakan beberapa mahakaryanya yang indah di tubuh Beby, bahkan dengan tangan lihainya dia membuka kemeja sekolah Beby siap untuk mengobrak-abrik isinya.
Jambu kristal favoritnya.
__ADS_1
"Abang geli," lirih Beby saat bibir Shaka menyapu area dadanya. Dan bermuara pada pucuk berwarna merah jambu, tanpa segan lagi Shaka langsung menggigit dan menyesapnya hingga membuat Beby menjerit.
Gila, ini gila!!!!!
Beby menekan kepala Shaka, ingin jambu kristal itu dilahap semakin dalam oleh sang pemilik Tyrex raksasa.
Gairah Shaka benar-benar sudah terpancing, celananya sudah terasa sangat sesak dan butuh kelegaan, dengan masuk ke liang sang istri dan menuai pelepasan.
Nafas kedua orang itu memburu, Shaka menatap sang istri dengan tatapan sayu, pun dengan Beby yang sudah sangat menggebu ingin segera apem kukusnya segera dieksekusi oleh Shaka.
Shaka menatap Beby dengan kelebat hasrat yang membuncah, dan Beby membalas tatapan itu.
"By... Boleh yah."
*
*
*
Boleh nggak ini🤣🤣🤣🤣
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
Abang udah siap lho By🤣🤣🤣
__ADS_1