
Setelah kejadian memalukan itu, Beby semakin dibuat gemas oleh Shaka, dia benar-benar ingin meremat kepala lelaki itu, dan memukulinya hingga habis tak tersisa.
Tua Bangka ini bener-bener bikin gue malu!
Hingga mereka semua selesai makan malam dan beranjak untuk masuk ke dalam kamar masing-masing. Satu keluarga itu kembali dihebohkan, dengan Loly yang tiba-tiba tidak ingin tidur sendiri. Dia merengek ingin tidur bersama ayah dan ibunya.
"Loly mau tidur sama Mommy sama Daddy," ucapnya merengek lengkap dengan bibir yang mengerucut imut.
Dia tidak memperdulikan wajah Alva yang sudah tampak lesu. Karena dari kemarin belum juga mendapatkan jatahnya. Chilla melirik ke arah suaminya, dan dia bisa mengerti dari gurat sendu yang tersemat di wajah lelaki tua itu.
"Loly tidur sama Kak Bino aja yah," tawar Chilla pada putri bungsunya. Berharap gadis kecil itu mau menerima sarannya.
Loly menggeleng cepat. "Nggak mau, Loly mau sama Mommy." tolaknya.
"Loly, apa bedanya sama Kak Bino. Kasur kak Bino bahkan lebih luas," Alva ikut membujuk, demi memenangkan Chilla malam ini.
Namun, jawabannya tetap sama, Loly menggeleng kekeh dengan bibir yang mencebik. "Nggak mau titik!"
"Sudahlah, Alva. Ngalah aja sih sama anak sendiri, anakmu sudah lima, kelakuannya nggak berubah-berubah." Timpal Mona menengahi, lagi pula aneh, sudah tua bangka masih saja doyan main dengan istrinya.
Produksi terus, produksi terus.
"Tapi, Ma. Sudah dua malam," kini giliran Alva yang merengek pada Mona. Bagai bayi besar yang tak mendapat ASI dari ibunya.
__ADS_1
"Itu baru Alva, baru dua malam, belum dua tahun! Sudah Chilla bawa Loly ke kamar, jangan pedulikan bandot tua ini!" Cetus Mona, menggiring Chilla yang akhirnya menggendong Loly untuk pergi ke kamarnya.
Alva mendesah kesal, dan meninju udara. Sudah dipastikan dia tidak akan bisa bermain dengan leluasa. Berdasarkan pengalaman, sekali hentak, Loly malah terbangun.
Ah, sial!
Dan kedua pengantin baru itu tak lagi ikut dalam perdebatan tersebut. Karena Shaka segera menggandeng tangan Beby menuju kamarnya. Baginya, hal seperti itu sudah biasa. Mereka akan selalu berebut sang ibu dengan ayah mereka.
Saat sudah sampai di kamar lelaki itu, Beby segera menyentak tangan Shaka, hingga pegangan mereka terlepas. "Ngapain pegang-pegang?"
"Kamu pikir? Aku akan membiarkanmu terus melihat perdebatan seperti itu?"
Beby tak menjawab. Dia justru melengos dan melenggang ke arah nakas, di mana paper bag yang Mona berikan berada di atas sana. Dia melirik Shaka sekilas, haruskah dia mencobanya sekarang juga, dan membuktikan bahwa Shaka normal atau tidak.
"Hei, kenapa berdiri terus di situ?" Pertanyaan Shaka akhirnya membuyarkan lamunan Beby.
Dengan cepat dia menyambar paper bag tersebut dan melangkah ke arah Shaka, tatapan kesal tadi seketika dia rubah menjadi tatapan sayu penuh sihir.
Beby berhenti tepat di hadapan suaminya. Shaka hanya bergeming, hingga saat Beby membuka baju bagian atas, mata Shaka membola dan mulut yang menganga.
Dia ini mau apa?
"Beby, kamu ini sedang apa?" tanya Shaka. Tetapi matanya senantiasa memperhatikan gerakan Beby yang tengah melucuti pakaiannya. Bagai terhipnotis, dalam beberapa detik Shaka tak mampu untuk mengontrol otak warasnya.
__ADS_1
Hingga Beby berhasil membuka seluruh pakaiannya dan berganti dengan kain tipis berbentuk seperti jaring ikan, Shaka menelan ludahnya kasar.
Tyrexnya kembali bereaksi, dia langsung merasakan sesak dibagian bawah tubuhnya akan tingkah Beby.
Kini tubuh gadis belia itu terekspos dari balik kain tipis itu, lekuknya yang tak seberapa, tetapi mampu menggoyahkan iman Shaka.
"Kata Oma Beby suruh pake baju ini di depan Abang. Gimana bagus nggak?" tanya Beby dengan suara selembut mungkin, bahkan dia menggigit bibir bawahnya sensual.
Menyadari itu, Shaka langsung memalingkan wajahnya yang sudah memanas. Mungkin maksud Mona adalah pakai baju itu saat bersama Shaka, bukan berganti di depannya.
Sebenarnya yang salah itu siapa sih?
Beby menarik sudut bibirnya ke atas. Karena sepertinya Shaka mulai bereaksi, kita akan tahu malam ini, siapa Shaka sebenarnya.
*
*
*
Ternyata Abang pocong, hayo lho gimana 🤣🤣🤣
Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣
__ADS_1