Menjadi Simpanan CEO

Menjadi Simpanan CEO
MIC (Kejar-kejaran)


__ADS_3

Akhirnya semua orang makan dengan tenang. Tidak ada yang bersuara hingga mereka semua selesai. Pagi itu juga rencananya keluarga Alva akan pulang ke rumah.


Karena mereka akan menyambut Jonathan dan Mona yang sedang dalam perjalanan menuju ibu kota. Kedua orang tua itu, pindah ke Bandung setelah menyerahkan perusahaan Antarakna group sepenuhnya pada Alva.


Pun dengan Pram dan juga Sarah, mereka memilih kota hujan sebagai tempat di usia senja mereka. Sementara rumah yang berada di samping rumah besar Jonathan mereka jual.


"Kak, nanti bawa istrimu ke rumah yah. Ada Opa sama Oma mau datang buat memberi ucapan selamat pada kalian," ucap Alva pada putra sulungnya, dan Shaka langsung mengangguk sebagai jawaban.


Sementara para wanita membereskan meja makan membantu para asisten rumah tangga. Beby ikut karena Nana mengajaknya, sebenarnya dia tidak biasa, tetapi karena ada ibu mertuanya, Beby terpaksa mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh Nana, supaya belajar menjadi istri yang baik untuk Shaka.


Gattan yang sedari tadi sudah gusar, karena terus mendapat banyak pesan dari sang pacar, memilih untuk berdiri dan melangkah ke arah sang ibu untuk pamit. "Mom, Gattan pergi duluan yah."


"Mau kemana kamu, Kak?" tanya Chilla sambil memindahkan tumpukan piring kotor pada asisten rumah tangga Nana.


"Biasa weekend, Kakak mau jalan-jalan sama pacar Kakak," balas Gattan apa adanya, dia memang sudah ada janji untuk bertemu dengan gadis yang tak sengaja dia temui di sebuah cafe waktu itu.


"Jangan nakal lho Kak pacarannya," petuah sang ibu yang langsung mendapat cengiran dari Gattan.


"Nggak, Mom. Paling nyicip dikit doang," balasnya cekikikan. Dan langsung mendapat pelototan tajam dari Chilla.


"Awas kamu kalo sampe berbuat aneh-aneh sama anak gadis orang."


"Ish si Mommy nggak percayaan banget. Gattan tuh anak baik, nggak mungkin kaya gitu." Gattan menyalimi tangan Chilla. "Kecuali kepepet." Sambungnya.


Namun, sebelum capitan itu melandas, Gattan buru-buru membawa tubuhnya untuk berlari menjauh dari sang ibu. Chilla geleng-geleng kepala dengan tingkah anak ketiganya itu, di cap sebagai playboy tidak mau, tapi pacarnya tidak terhitung sudah habis berapa.


Kembali lagi dengan para lelaki yang tengah mengobrol. Shaka sesekali melirik Beby yang terus menunjukkan wajah masam. Lelaki itu hanya senantiasa tersenyum kecil, merasa lucu.

__ADS_1


"Oh ya Uncle, rencananya Shaka juga mau memboyong Beby ke apartemen apa Uncle setuju?" tanya Shaka pada ayah mertuanya, Juna.


Kening Juna terlihat berlipat. "Kenapa masih memanggil seperti itu, panggil aku Papi juga. Sama seperti Beby, sekarang Shaka kan juga jadi anaknya Papi."


Shaka tersenyum lebar memamerkan sederet gigi putih miliknya yang berbaris dengan rapih. Lelaki itu mengangguk. "Iya maksud Shaka Papi, bolehkan aku bawa Beby bersamaku?"


"Tentu saja boleh, kamu kan sudah menjadi suaminya. Semua tanggung jawab Papi beralih padamu. Papi titip Beby yah, ajari dia untuk menjadi istri yang baik, Papi juga minta maaf kalau nanti Beby menyusahkanmu," tutur Juna, suasana mendadak haru karena dia harus melepas putri sulungnya pada tanggung jawabnya yang baru. Yaitu Shaka.


Shaka mengangguk dalam, mengiyakan semua ucapan Juna. Dia tahu bagaimana harapan seorang ayah pada menantu laki-lakinya. Dan dia akan berusaha untuk itu, menjaga Beby sebagaimana mestinya.


Shaka dan Beby kembali ke kamar untuk bersiap-siap, karena mereka harus pergi ke rumah besar keluarga Antarakna, untuk bertemu nenek dan kakek dari suami Beby, yaitu Shaka, cucu pertama dari keluarga besar itu.


Beby tak mengganti bajunya, dia hanya mengenakan kaos kebesaran, dengan celana kolor, pakaian yang menurutnya sangat nyaman. Dan tujuan lainnya adalah membuat Shaka ilfeel padanya.


"Beby kenapa dari tadi belum ganti baju juga?" tanya Shaka, setelah dia keluar dari kamar mandi untuk menunaikan hajatnya.


"Nggak salah? Kamu mau ketemu Opa sama Oma, masa pake baju begitu? Nggak sopan!"


"Biarin aja, orang badan-badan gue kenapa lu yang sewot?"


"Bener kamu nggak mau ganti?"


Beby mengangguk cepat.


"Oke, ini mau kamu yah." Tanpa diduga Shaka langsung mengangkat tubuh Beby, dia membuka lemari dan mulai memilih baju yang sekiranya pantas untuk gadis itu.


"Ish, turunin gue, lu mau apa?"

__ADS_1


"Biar aku yang menggantikan bajumu!"


Netra Beby langsung membola, dia meronta dan memukuli bahu Shaka. "Nggak mau! Turunin gue."


Namun, Shaka nampak tak peduli, hingga dia menemukan sebuah dress yang menurutnya sangat cocok untuk Beby, dia mengambilnya dan melangkah ke ruang ganti.


Sementara Beby terus meronta, tanpa segan dia menggigit bahu Shaka, hingga lelaki itu menjerit. "Aww! Shittt."


Rasanya sangat sakit hingga Shaka akhirnya menurunkan Beby, kesempatan diambil alih oleh gadis itu untuk kabur, tetapi Shaka tak tinggal diam, dia mengejar Beby.


Dan aksi kejar-kejaran itu pun tak terelakkan, suasana kamar itu kembali gaduh, hingga Beby akhirnya terpojokkan, Beby tak mampu lari kemana-mana lagi, karena Shaka sudah mengepungnya, dia semakin merapat ke dinding dan menempel seperti cicak.


Shaka menyeringai tipis, terlihat menyeramkan sekali di mata Beby. "Karena kamu sudah menggigitku, kini giliranku untuk menggigitmu."


"Mau apa lu?"


"Mau gigit jambu kristalmu!"


Glek!


*


*


*


Udah bacanya? Yuk dilike, dikomen, dikasih hadiah Dede othornya, biar makin semangat, anu dan menganukan anu🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2